Hubungi kami di

Hidup Sehat

Ada 3 Kelompok Yang Tidak Boleh Disuntik Vaksin Covid-19

ilham kurnia

Terbit

|

Ilustrasi

NEGARA Inggris menjadi negara pertama yang menggulirkan program vaksinasi Covid-19. Tetapi, ada tiga kelompok orang yang karena kondisi kesehatannya tidak diizinkan mendapat vaksin Covid-19.

1. Orang dengan alergi parah

Badan regulasi obat Inggris (MHRA) memutuskan bahwa orang dengan riwayat reaksi alergi yang mengancam jiwa tidak boleh mendapatkan vaksin Covid-19 yang dikembangkan Pfizer. Larangan itu berlaku untuk mereka yang pernah mengalami anafilaksis terkait vaksin atau makanan.

Larangan dikeluarkan setelah dua anggota staf kesehatan nasional (NHS) yang sudah divaksin pada hari Selasa lalu mengalami reaksi alergi, kondisi yang sangat jarang terjadi akibat vaksin.

Petugas kesehatan yang diketahui memiliki riwayat reaksi alergi parah itu termasuk di antara ribuan orang yang menerima vaksin pada hari pertama program vaksinasi massal Covid-19 di Inggris. Laporan lebih lanjut tentang kemungkinan reaksi alergi setelah imunisasi juga diterima oleh MHRA.

2. Ibu hamil

Ibu hamil disarankan untuk menunggu sampai mereka melahirkan untuk mendapatkan suntikan vaksin Covid-19. Calon ibu juga harus menunggu selama dua bulan setelah mendapatkan dosis kedua sebelum hamil.

Para ibu baru juga harus menunggu sampai mereka selesai menyusui sebelum menjalani vaksinasi. Jika masih menyusui saat mendapat dosis pertama, Anda disarankan untuk tidak melanjutkan dosis kedua sampai selesai menyusui.

BACA JUGA :  “Jam Kerja Biologis Organ Tubuh Manusia”

“Vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19 adalah jenis vaksin baru yang telah terbukti efektif dan memiliki profil keamanan yang baik,” tulis keterangan resmi NHS dilansir dari The Sun pada Jumat (11/12).

“Ini belum dinilai dalam kehamilan, jadi disarankan bahwa sampai informasi lebih lanjut tersedia, mereka yang sedang hamil sebaiknya tidak memiliki vaksin ini,” lanjut NHS.

3. Anak-anak di bawah 16 tahun

Hampir semua anak yang terinfeksi Covid-19 akan mengalami infeksi tanpa gejala atau penyakit ringan. Saat ini, data vaksinasi pada remaja sangat terbatas.

Otoritas medis tidak punya informasi tentang anak-anak yang lebih muda karena mereka tidak dimasukkan dalam uji klinis.  Komite Bersama Vaksinasi dan Imunisasi (JCVI) menyarankan hanya anak-anak berisiko tinggi terpapar Covid-19 saja yang harus ditawarkan vaksinasi.

Di luar ketiga kelompok tersebut, vaksin Covid-19 Pfizer/BioNTech telah terbukti keamanan dan efikasinya. Dengan begitu, masyarakat tak perlu ragu untuk mendapatkannya.

(*)

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook