DINAS Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang memberikan pelatihan kepada 30 pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM) terkait prosedur ekspor. Diharapkan lewat pelatihan tersebut, para pelaku usaha IKM Tanjungpinang mampu menembus pasar ekspor.
Pelatihan tersebut dibuka Wali Kota Tanjungpinang, Rahma, di Hotel Comforta Tanjungpinang, Kepri, Selasa (1/11/2022). 30 peserta pelatihan itu merupakan anggota sentra IKM makanan ringan Kecamatan Tanjungpinang Timur.
Wali Kota Rahma menyampaikan produk IKM Kota Tanjungpinang memiliki peluang cukup besar di pasar global. Sebab, berdekatan dengan Singapura dan Malaysia sebagai gerbang pemasaran produk-produk dunia melalui produk potensial olahan berbasis agro dan perikanan, serta komoditi lainnya.
“Pelatihan ini sangat penting agar pelaku IKM di Kota Tanjungpinang mampu menguasai pasar lokal maupun global yang berorientasi ekspor,” ujarnya.
Rahma berharap, ke depan IKM Kota Tanjungpinang harus bisa menguasai keilmuan tentang dunia ekspor, sehingga nanti tidak lewat perantara, baik pemasaran produknya maupun pengurusan dokumennya.
Dengan demikian, bisa lebih cepat mengangkat daya saing produk di pasar global secara mandiri serta mampu melakukan ekspor tanpa bantuan pemerintah.
“Kepada para peserta, ikuti pelatihan ini dengan sebaik-baiknya agar benar-benar memahami bagaimana produk yang dihasilkan itu dapat memenuhi standar ekspor,” pintanya.
Sebelumnya, Kepala Disdagin Kota Tanjungpinang, Riany, menjelaskan pelatihan yang diikuti 30 anggota sentra IKM makanan ringan Kecamatan Tanjungpinang ini merupakan peserta sesuai lokus pengembangan sentra IKM dari dana DAK non fisik bidang IKM tahun anggaran 2022.
“Peserta akan diberikan pelatihan selama dua hari, mulai 1 hingga 2 November 2022. Setelah pelatihan setiap peserta akan memperoleh sertifikat,” terang Riany.
Sedangkan narasumber, kata dia, berasal dari PT. Indo Karya Maju, Brand Qisty Collection Batam, dan Bea Cukai Tanjungpinang.
“Mudah-mudahan pelatihan ini memberikan manfaat yang nyata bagi pelaku usaha UKM/IKM yang ada di kota Tanjungpinang,” harapnya.
(*)


