Hubungi kami di

Histori

Agent Orange, Sisa Kebrutalan Senjata Biologis AS Di Vietnam

Mike Wibisono

Terbit

|

Ilustrasi, © ash clinical news

PADA hari ini di tahun 1962, militer AS memulai kampanye perang kimia selama 11 tahun melawan rakyat Vietnam dan Laos, menjatuhkan 19 juta galon Agen Orange ke lebih dari 20% dari kedua negara, meracuni setidaknya 3 juta orang.

Laman history.com bahkan menyebut 4,5 juta galon dan berlangsung sejak 1961. Tindakan ini menyebabkan lebih dari satu juta warga Vietnam cacat lahir.

Gajah di seberang lautan tampak jelas ekornya. Namun kuman di pelupuk mata seakan tak terlihat sama sekali. Ungkapan itu tentu pas betul buat disandang pemerintah Amerika Serikat.

Negara Adidaya tersebut sibuk menuding sejumlah negara telah memproduksi senjata kimia dan biologi sebagai alat pemusnah massal. Termasuk terhadap Irak, yang akhirnya berhasil diduduki pasukan koalisi bersama para sekutu.

Padahal, bukan cuma Negeri 1001 Malam yang bersemangat memproduksi teknologi pencabut nyawa tersebut.

Selama Perang Vietnam, Amerika dilaporkan telah menggunakan sedikitnya tujuh juta liter senyawa kimia, yang dikenal dengan nama Agent Orange.

“Bagaimana mungkin Amerika mengklaim ingin melucuti senjata pemusnah massal Irak dengan menggelar perang, sementara mereka sendiri jelas-jelas menggunakannya dalam Perang Vietnam?” tutur Ketua Palang Merah Vietnam Nguyen Trong Nhan, mempertanyakan kembali kebijakan yang ditempuh Negeri Paman Sam di Hanoi pada 2003 silam, dikutip dari Liputan6.

Foto : © climateandcapitalism.com

Menurut Nhan saat itu, dampaknya terlihat jelas terhadap ribuan anak di Vietnam yang terlahir cacat dan tersebar di sejumlah rumah sakit di Kota Hanoi dan Kota Ho Chi Minh.

“Seorang kriminal [dalam kasus ini pemerintah Amerika] tentu tidak mudah mengakui perbuatannya. Karena itulah, masyarakat dunia akan mengutuk semua tindakannya,” kata Nhan, geram.

Kemarahan Nhan amat berdasar dan tak berjalan sendirian. 

Contohnya, bersamaan dengan agresi Amerika ke Irak, Universitas Columbia di New York malah mempublikasikan hasil analisa ulang terhadap catatan militer selama masa Perang Vietnam berlangsung (1961-1975).

Laporan itu membeberkan bahwa sedikitnya, militer Amerika sudah menggunakan tujuh juta liter senyawa kimia bernama Agent Orange. Senyawa kimia tersebut mempunyai kekuatan dua kali lebih berbahaya dari racun karsinogen. Akibat yang dihasilkan, sedikitnya 10 ribu bayi terlahir cacat, dan menjadi beban hidup dari generasi ke generasi. 

“Prioritas Amerika seharusnya bukan melucuti senjata pemusnah massal Irak, tapi justru harus menolong korban senjata kimia Agent Orange yang mereka ciptakan selama Perang Vietnam,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam Phan Thuy Thanh.

Harapan pemerintah Vietnam yang dilontarkan Thanh patut disimak betul oleh para petinggi Amerika. Sebab selama invasi Amerika, pemerintah Vietnam memperkirakan sebanyak dua juta warganya telah menjadi korban penggunaan senjata kimia tersebut. 

Kala itu, pasukan Amerika memakai Agent Orange untuk menyemprot makanan dan mengasapi hutan-hutan yang diduga menjadi tempat persembunyian tentara Vietnam, dengan menggunakan “Patches”, pesawat angkatan udara Amerika jenis C-123.

Foto : © nationalinterest.org

Penggunaan Agent Orange dimulai sejak 1961 dan dihentikan pada 1971 lantaran diketahui kemudian mengandung kimia berbahaya dioxin karsinogen, zat pemicu kanker, kelainan saraf, dan mempengaruhi fungsi reproduksi.

BACA JUGA :  [DOKUMENTER] Ali Wardhana Sang Arsitek Ekonomi (1)

Pada 1984, sebenarnya Amerika pernah menyetor dana sebesar US$ 180 juta untuk para korban. Namun sepuluh tahun kemudian, pemerintah Amerika di Washington D.C. memutuskan buat menghentikan bantuan kompensasi ini.

Padahal, generasi baru korban kebiadaban senjata jenis herbisida tersebut terus lahir di Vietnam.

Menurut hasil analisa Universitas Colombia tadi, nama senyawa kimia mematikan tersebut diambil dari garis kemasan zat kimia yang berwarna oranye. Senjata yang dibuat perusahaan Amerika Dow Chemical Company dan Monsanto Company ini mampu menyebabkan penyakit leukimia maupun kanker bagi para korban dan keturunannya di kemudian hari.

Agent Orange

AGENT Orange adalah kode untuk herbisida yang acap digunakan di kawasan beriklim tropis. Senyawa kimia tersebut terdiri dari campuran seimbang antara zat kimia yang diketahui berstruktur 2,4,D dan 2,4,5,T.

Selain dioxin, kontaminasi yang dihasilkan dari senyawa tersebut adalah TCDD, yang mengandung dibenzofurans dan pcb. Berdasarkan uji penelitian di laboratorium, TCDD mengakibatkan beragam penyakit, dan beberapa di antaranya berdampak fatal.

Namanya dari tong-tong bergaris-garis oranye berukuran 55 galon AS, tempat pengirimannya, kira-kira adalah campuran 1:1 dari dua herbisida fenoksi dalam bentuk ester, 2,4-dichlorophenoxyacetic acid (2,4-D) dan 2,4,5-trichlorophenoxyacetic acid (2,4,5-T).

Ilustrasi, © lawelderlaw

Kedua herbisida ini dikembangkan pada tahun 1940-an oleh tim-tim independen di Inggris dan Amerika Serikat untuk mengendalikan tanaman-tanaman berdaun lebar.

Agen fenoksi bekerja dengan meniru hormon pertumbuhan tanaman, indoleacetic acid (IAA). Bila disemprotkan kepada tanaman-tanaman berdaun lebar, mereka merangsang pertumbuhan yang cepat dan tidak terkendali dan akhirnya merontokkan daun-daunnya. Bila disemprotkan pada tanaman-tanaman seperti gandum atau jagung, ia secara selektif akan mematikan hanya tanaman-tanaman yang berdaun lebar di ladang – ilalang – dan membiarkan tanaman lainnya relatif tidak terpengaruh.

Herbisida ini pertama kali diperkenalkan pada 1946 dan dipergunakan secara luas dalam pertanian pada pertengahan 1950-an dan pertama kali diperkenalkan di lading-ladang pertanian di Aguadilla, Puerto Rico.

Pada saat Agen Oranye dijual kepada pemerintah AS untuk digunakan di Vietnam, memo-memo intern pabrik-pabriknya mengungkapkan bahwa telah diketahui bahwa dioxin, 2,3,7,8-tetrachlorodibenzo-para-dioxin (TCDD), diproduksi sebagai produk sampingan dari pembuatan 2,4,5-T, dan karena itu terdapat dalam herbisida manapun yang menggunakannya. 

Program Toksikologi Nasional telah menggolongkan TCDD sebagai zat karsinogen (penyebab kanker) bagi manusia, yang sering kali dihubungkan dengan sarkoma jaringan lunak, limfoma non-Hodgkin, penyakit Hodgkin dan leukemia limfositis kronis (LLK). Sejak itu 2,4,5-T telah dilarang dipergunakan di AS maupun di banyak negara lainnya.

Meskipun herbisida 2,4-D tidak mengandung dioxin, dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan hidup belum secara tuntas dipelajari, dan tetap merupakan salah satu jenis herbisida yang paling luas dipergunakan di dunia sekarang.

Le Thi Mit bersama suaminya Nguyen Van Loc dan anak mereka Nguyen Van Truong di depan rumah mereka di Cam Nghia, provinsi Quang Tri. Photo © oleh Sonya Schoenberger via The Diplomat

Penyakit-penyakit yang dikaitkan dengan paparan dioxin – tidak harus dengan Agen Oranye, adalah sejenis jerawat yang disebut chloracne, sarkoma jaringan lembut, limfoma Hodgkin, dan limfoma non-Hodgkin. Juga telah ditemukan kaitannya dengan diabetes, menurut suatu penelitian oleh Institut kedokteran.

Penyakit-penyakit dengan bukti-bukti terbatas tentang hubungannya dengan Agen Oranye adalah kanker saluran napas, kanker prostat, myeloma ganda, Porphyria cutanea tarda (sejenis penyakit kulit), acute dan subacute transient peripheral neuropathy, spina bifida, diabetes tipe 2, dan leukemia myelogenous akut yang tedapat hanya dalam generasi kedua atau ketiga.

Diseases with inadequate or insufficient evidence of an association are hepatobiliary kankers, nasal or nasopharyngeal kankers, kanker ulang, kanker alat reproduksi perempuan, kanker ginjal, kanker testis, leukemia, aborsi spontan, cacat kelahiran, kematian neonatal atau bayi dan stillbirths, berat badan rendah di waktu lahir, kanker di masa kanak-kanak, parameter sperma yang abnormal, gangguan neuro-psikiatris kognitif, ataxia, gangguan sistem saraf periferi, gangguan peredaran, gangguan pernapasan, kanker kulit, kanker saluran kencing dan kandung kencing.

Penyakit-penyakit dengan bukt-bukti terbatas atau sugestif tentang tidak adanya hubungannya adalah tumor jaringan perut seperti kanker perut, kanker pankreas, kanker usus, dan kanker dubur, dan tumor otak.

(*)

Sumber : American Values / History / Liputan6

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook