TIM Gugus Tugas Penanganan Covid-19 kota Batam bergerak cepat melakukan proses evakuasi warga yang terkonfirmasi reaktif pada rapid test yang dilakukan oleh tim medis terhadap orang-orang terindakasi kontak langsung dengan Alm. DD kasus Positif ke 35 Kota Batam.
Sebanyak 8 orang warga, 5 laki-laki dan 3 perempuan yang tinggal dilikungan RW 18 Kel. Sadai Kec. Bengkong ini, hari ini Kamis (7/05) ini akan mulai melakukan karantina di pusat karantina Covid-19 Rusun Tanjung Uncang, Batam.
Delapan warga tersebut adalah bagian dari 94 warga yang terindikasi kontak primer dan non primer dengan Alm. DD, dan telah menjalani rapid test pada Rabu (6/05) kemarin.
Proses evakuasi kedelapan warga tersebut berjalan cukup lancar. Dipimpin langsung oleh Kordinator Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kecamatan Bengkong yang juga Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA), Yumasnur. Tampak hadir juga anggota kordinator Gugus Tugas Covid-19 Bengkong, Kepala Dinas Dukcapil, Said Khaidar dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Ardi Winata. Dari unsur Upika Kecamatan Bengkong, ikut serta mendampingi Camat Bengkong, Fairus Batubara, Kapolsek Bengkong serta unsur dari Kelurahan Sadai.
Setelah melakukan persiapan sesuai standar protocol Covid-19, diawali dengan pembacaan do’a bersama yang dipimpin salahseorang ustad dari Mesjid Al Furqan, satu persatu kedelapan warga tersebut mulai menaiki bus yang telah disiapkan.
Menurut Kordinator Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kecamatan Bengkong, Yumasnur, delapan warga yang di evakuasi ini adalah mereka yang kontak langsung dengan Pasien Positif ke 35 Batam (Alm. DD), terdiri dari 4 anggota keluarga dan 4 yang lainya merupakan kontak langsung dilingkungan mesjid tempat Alm. DD terakhir kali melakukan kegiatan ibadah.
“Ya hari ini kita mengevakuasi delapan warga dari sini. Berdasarkan hasil rapid test oleh petugas medis, ada 94 warga yang telah melakukan rapid test dan delapan diantaranya dinyatakan perlu penanganan lebih intensif dengan melakukan karantina, karena hasil testnya reaktif. Dari delapan ini diketahui 4 orang merupakan anggota keluarga Alm. DD dan 4 lainya lagi jemaah Mesjid Al Furqan” terang Yumasnur.
Menyinggung masa karantina warga tersebut, Yumasnur menjelaskan itu tergantung hasil test berikutnya. Karena mereka ini akan tetap menjalan proses test lainya selama dalam masa karantina.
“Inikan ada proses yang harus dijalani, nanti mereka ini selama karantina akan dilakukan test lagi beberapa kali sampai dipastikan hasilnya. Mudah-mudahan selama proses karantina hasil testnya baik, berarti bisa cepat pulang” tambah Yu.
Terkait pemberlakuan aturan kepada lingkungan sehubungan dengan adanya kasus tersebut, menurut pria yang juga Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) ini, Pemberlakuan aturan dilingkungan kedepanya juga tidak terlepas dari hasil karantina warga ini. Menurutnya yang penting saat ini masyarakat atau warga disekitar sini, disiplin mengikuti anjuran dan arahan dari pemerintah.
“Point pentingnya adalah masyarakat harus mau disiplin juga. Mematuhi dan memperhatikan anjuran dan himbauan dari pemerintah. Masalah pemberlakuan terhadap lingkungan harus bagaimana, itu nanti kita evaluasi setelah melihat hasil karantina ini” tutup Yumasnur.
Dengan membawa bekal pakaian dan keperluan lain seadanya, tak pelak kepergian kedelapan warga yang akan masuk masa karantina ini mengundang rasa haru dan kesedihan keluarga dan warga yang ikut menyaksikan proses evakuasi ini dari jarak jauh.
Suara takbir dan tatapan raut muka kesedihan mengantar mereka ketempat karantina, serta iringan do’a agar mereka cepat kembali ke lingkungan dalam keadaan sehat.
*Zhr/GoWestId)


