Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    BP Batam Berikan Dukungan Investasi Manufaktur Bernilai Tambah
    16 jam lalu
    Polda Kepri Berikan 300 Tiket Mudik Gratis
    19 jam lalu
    Chery C5 CSH Resmi Hadir di Batam, Siap Temani Mobilitas Dinamis Kota Industri dan Maritim
    20 jam lalu
    Tinjau Posko Mudik, Bupati Bintan Pastikan Pemudik Aman di Perjalanan
    21 jam lalu
    Ngemplang Pajak Daerah 4 Miliar Lebih, Bos Da Vienna Hotel Terancam di Penjara
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Dua Karakter Berbeda Orangtua
    5 hari lalu
    Aktifitas Kelompok Budidaya Laut Biru di Bintan
    5 hari lalu
    Bassist God Bless, Donny Fattah Gagola Meninggal Dunia
    2 minggu lalu
    Larangan Akses Digital untuk Anak di Bawah 16 Tahun
    2 minggu lalu
    Pembelajaran Sekolah Rakyat di Tanjungpinang Saat Ramadan
    3 minggu lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    7 hari lalu
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    3 minggu lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    1 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    2 bulan lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    2 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 minggu lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    1 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    2 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    3 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Alex Kawilarang Kena Prank

Editor Admin 4 tahun lalu 1.1k disimak

ATAS kasus yang sedang heboh belakangan ini, muncul fenomena pengacara dikibuli kliennya. Kena prank, begitu istilah kerennya zaman sekarang. Pada masa perang kemerdekaan dulu, seorang komandan tentara juga pernah mengalami hal serupa. Peristiwa unik ini terjadi kepada Letkol Alex Evert Kawilarang, panglima Sub Teritorium VII Sumatra Utara. Ia kena prank oleh ajudannya sendiri.

Suatu hari di bulan Januari 1949. Kawilarang berkunjung ke wilayah Sektor IV di Sibolga, Tapanuli Tengah. Komando gerilya di sana dipimpin oleh Mayor Maraden Panggabean yang bermarkas di Rappa. Panggabean membuat semacam bunker sebagai tempat persembunyian pasukannya. Mereka menyebut bunker itu “Raum” (kantong gerilya) A.

Sang mayor, seperti disebut Kawilarang dalam memoarnya Untuk Sang Merah Putih, mengajaknya pergi ke selatan Sibolga. Panggabean melaporkan beberapa keluhan rakyat di sana sehubungan dengan pendudukan tentara Belanda. Ia juga mengakui bahwa penghadangan tentara Belanda di selatan Sibolga masih kurang. Dalam perjalanan itu, Kawilarang dan Panggabean disertai sekira 20 orang prajurit.

“Turut serta dengan kami Letnan Satu Sinta Pohan, Letnan Satu Pengehutan Hasibuan, dan tentu juga ajudan saya Letnan Satu Kontan Pri Bangun,” kenang Kawilarang kepada Ramadhan K.H si penulis memoarnya.

Perjalanan memakan waktu empat hari. Penghadangan pos militer pasukan Belanda di Kecamatan Tukka kurang begitu berhasil. Pada hari keempat, rombongan Kawilarang bergegas kembali ke markas Sektor IV.

“Kami nekat saja, pagi hari melewati rawa di dekat pos Belanda itu,” kata Kawilarang.

Di tengah hutan, Letnan Pri Bangun, yang berjalan di depan Kawilarang, tiba-tiba kakinya dililit ular sepanjang kira-kira satu meter.

Kawilarang memberitahu ajudannya itu. Karena kaget, Letnan Bangun menendangkan kakinya ke atas hingga ular terlempar sejauh tiga meter. Setelah terhempas ke tanah, ular itu dibunuhnya secepat kilat.

Pada kaki Letnan Bangun membekas luka gigitan. Tapi, penunjuk jalan mengatakan ular itu tidak berbisa. Rombongan Kawilarang lantas meneruskan perjalanan hingga tiba di sebuah sungai. Sementara penunjuk jalan mencari hulu tempat yang dangkal untuk menyeberang, Kawilarang bersama pasukannya beristirahat di atas bebatuan sungai. Letnan Bangun kelihatan berbaring dengan melipat kaki karena batu yang ditempatinya tidak besar.

Seperempat jam berlalu. Penujuk jalan telah kembali. Pasukan Kawilarang dibangunkan untuk menyeberang. Namun, Letnan Bangun kesulitan untuk bangun. Ia berteriak-teriak bahwa ular tadi berbisa lantaran kakinya terasa kaku. Para pasukan mengerumuninya, termasuk Kawilarang hendak memberikan pertolongan pertama.

“Tidak bengkak, dan tidak biru,” ujar Kawilarang setelah memperhatikan kaki sang ajudan.

Letnan Bangun menjawab agak malu-malu kucing, “Sekarang sudah bisa bergerak sedikit.”

“Ternyata ia cuma kesemutan,” ungkap Kawilarang yang kecele oleh ulah ajudannya.

Insiden kaki kesemutan itu dibenarkan Maraden Panggabean. Dalam otobiografinya Berjuang dan Mengabdi, Maraden mengenang peristiwa aneh Letnan Bangun dipagut ular itu terjadi di tengah hutan mendekati Raum A. Beberapa saat kemudian Letnan Bangun bisa berdiri.

“Kakinya cuma semutan saja; imajinasinyalah yang mengatakan dia digigit ular berbisa,” tutur Maraden.

Setelah urusan di Sektor IV selesai, Kawilarang langsung kembali ke markasnya di Sibunga-bunga. Pasukan Maraden mengantarkannya sampai ke tempat penyeberangan di Sungai Aek Risan. Kawilarang menyempatkan mandi dan berenang sebentar. Selama berhari-hari Kawilarang belum mandi. Dalam keadaan tanpa busana, Kawilarang pamitan.

“Terimakasih Mayor, saya berangkat dulu. Tapi saya pasti datang lagi,” katanya.

Ucapan perpisahan itu, kata Maraden, dinyatakan Kawilarang sambil tangan kiri menutup alat vitalnya sementara tangan kanan terangkat tanda salut hormat gaya militer. Mau tidak mau, Maraden mengikuti formalitas yang canggung itu. Semata-mata demi menghormati atasannya.

“Pertemuan pertama di tengah sungai pakai celana dalam saja, perpisahan pertama juga di tengah sungai, tapi dalam keadaan lebih lucu lagi,” kenang Maraden.

(*)

Sumber: historia.id

Kaitan Ajudan, Alex Kawilarang, Prank
Admin 25 Agustus 2022 25 Agustus 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Terjatuh dari Kapal, Pria 17 Tahun di Anambas Ditemukan Meninggal
Artikel Selanjutnya Kenal QRIS Lebih Dekat – Satu QR Code untuk Semua Transaksi Non Tunai | NGOBROL EVERYWHERE (Full)

APA YANG BARU?

BP Batam Berikan Dukungan Investasi Manufaktur Bernilai Tambah
Artikel 16 jam lalu 69 disimak
Polda Kepri Berikan 300 Tiket Mudik Gratis
Artikel 19 jam lalu 64 disimak
Chery C5 CSH Resmi Hadir di Batam, Siap Temani Mobilitas Dinamis Kota Industri dan Maritim
Artikel 20 jam lalu 106 disimak
Tinjau Posko Mudik, Bupati Bintan Pastikan Pemudik Aman di Perjalanan
Artikel 21 jam lalu 100 disimak
Ngemplang Pajak Daerah 4 Miliar Lebih, Bos Da Vienna Hotel Terancam di Penjara
Artikel 2 hari lalu 138 disimak

POPULER PEKAN INI

Sambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Pemko Batam Gelar Pawai Takbir Keliling
Artikel 5 hari lalu 218 disimak
Aktifitas Kelompok Budidaya Laut Biru di Bintan
Lingkungan 5 hari lalu 206 disimak
Hutan dan Lahan di Bintan Terbakar Lagi, Waspada di Musim Panas
Artikel 5 hari lalu 196 disimak
HONOR Luncurkan HONOR X7d dan HONOR X6c Terbaru, Smartphone Tangguh Berbasis AI
Gadget 4 hari lalu 188 disimak
Diskon Tiket Penyeberangan ASDP Batam untuk Lebaran 2026
Artikel 5 hari lalu 184 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?