Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Polisi Tangkap Perempuan Pelaku Penggelapan Mobil Rental di Batam
    21 jam lalu
    Berlaku Setiap Jum’at, ASN Kabupaten Bintan Mulai Laksanakan Kerja WFH
    1 hari lalu
    Puluhan Bangunan Ilegal di Sei Binti Ditertibkan Tim Terpadu Kota Batam
    1 hari lalu
    Pemko Batam Mulai Berlakukan Sistem Kerja WFH Setiap Hari Jum’at
    1 hari lalu
    Akibat Pria Mabuk Bawa Kendaraan, Satu Orang Meninggal Dunia
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Perayaan 311 Tahun Nguan Thian Sian Tih di Klenteng Senggarang
    1 hari lalu
    “Pulau Minyak dan Karantina; Sambu, 1929”
    2 hari lalu
    Karimon Eilanden; Perjalanan Van Den Berg dan Raja Abdullah, 1854
    5 hari lalu
    Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas Digelar di SMKN 1 Batam
    5 hari lalu
    Berapa Lama Emas Harus Disimpan Agar Menguntungkan?
    1 minggu lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    1 bulan lalu
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    2 bulan lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    3 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    3 bulan lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    3 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    2 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    2 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    3 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    4 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    9 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Pilihan gowest.id

Ampas Tempe dan Kotoran Sapi Antar Mahasiswi Manis Ini Raih Prestasi di Jepang

Editor Admin 9 tahun lalu 28.9k disimak
Foto Nadia Mumtazah : ITS

BANYAK ide dan cara memanfaatkan barang sisa agar bernilai jual dan bermanfaat kembali. Seperti yang dilakukan mahasiswi ITS Surabaya yang satu ini.

Buah dan kerja kerasnya berujung prestasi. Kotoran sapi dan ampas tempe, diubah mahasiswi bernama Nadia Mumtazah ini menjadi biogas yang berguna sebagai sumber energi.

Penelitian tersebut ia abdikan pada masyarakat hingga akhirnya mendapat penghargaan dalam Konferensi mahasiswa di Jepang.

Seperti dilansir dari laman ITS melalui laman Kabar Indonesia Pintar, pada awalnya, Nadia melakukan pengabdian masyarakat di daerah Benowo, Surabaya. Melalui proyek himpuan mahasiswa Teknik Kimia, ia berhasil meningkatkan pendapatan masyarakat Benowo sekaligus mengurangi sampah kotoran sapi dan ampas tempe.

“Jadi limbah kotoran sapinya dan limbah pembuatan tempenya berkurang sekaligus pendapatan masyarakat meningkat dari penggunaan biogas,” tutur Nadia.

Dari pengabdian tersebut, ia terinspirasi menuliskannya dalam penelitian mahasiswa untuk diajukan di konferensi ineternasional. Pilihannya pun jatuh pada dua konferensi yang dilaksanakan selama Desember 2016 di Negeri Sakura.

Kedua konferensi tersebut adalah Joint International Symposium on Regional Revitalization and Innovation for Social Contribution and e-ASIA Functional Materials and Biomass Utilization (JISRI e-ASIA) serta the 11th International Student Conference on Advanced Science and Technology (ICAST) 2016 di Kumamoto.

Nadia mengaku tidak mendapat kesulitan selama mengejar program JISRI. Sedangkan untuk mengikuti ICAST, ia harus berkejar-kejaran dengan deadline. “Awalnya saya dapat info ICAST tepat dua hari sebelum deadline pengumpulan abstrak,” tuturnya pada ITS Online.

Atas saran dosennya, ia tetap mengerjakan abstraknya selama dua hari. “Ya tidak apa apa. Kan masih ada dua hari,” ucap Nadia menirukan gaya bicara dosennya.

Seusai berbincang dengan dosennya, Nadia segera mengumpulkan berbagai proceeding dan artikel artikel terkait. Tentu bukan hal yang mudah baginya. Sebab, ia harus mengolah beberapa data dari beberapa riset berbahasa inggris. “Pengolahan datanya lumayan susah. Untung saya dibantu ayah dan kakak,” jelasnya.

Selain itu, ia juga kembali mengutak atik peralatan yang pernah ia gunakan selama mengabdi di Benowo. “Peralatan reaktornya masih ada tapi sekarang sudah berkarat,” keluh Nadia.

Meski demikian, ia berhasil menyelesaikan penelitiannya tepat waktu. Ia pun dinyatakan lolos untuk mengikuti kedua konferensi tersebut. Di Jepang, ia sangat antusias menampilkan penelitiannya dihadapan peserta konferensi dan simposium.

Usahanya tidak sia sia. Meski tidak berhasil membawa penghargaan dari JISRI, pada konferensi ICAST, ia berhasil mendapatkan penghargaan Best Presentation. Dari kedua acara tersebut, ia belajar banyak hal mengenai penelitian mahasiswa.

“Menurut saya ide – ide mahasiswa ITS tidak kalah hebat dari ide ide yang dibawakan mahasiswa asing di konferensi teresbut. Hanya saja mahasiswa ITS perlu belajar lebih mengolah penelitiaannya serta membawakannya di konferensi internasional,” pungkasnya.

Kaitan ampas tempe, its surabaya, jepang, kotoran sapi, nadia
Admin 12 Januari 2017 12 Januari 2017
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Pemerintah “Suntik” BPJS Kesehatan Rp. 6 Triliun
Artikel Selanjutnya Arus Kencang, Tugboat Tabrak Jembatan VI Barelang

APA YANG BARU?

Polisi Tangkap Perempuan Pelaku Penggelapan Mobil Rental di Batam
Artikel 21 jam lalu 80 disimak
Berlaku Setiap Jum’at, ASN Kabupaten Bintan Mulai Laksanakan Kerja WFH
Artikel 1 hari lalu 196 disimak
Puluhan Bangunan Ilegal di Sei Binti Ditertibkan Tim Terpadu Kota Batam
Artikel 1 hari lalu 180 disimak
Pemko Batam Mulai Berlakukan Sistem Kerja WFH Setiap Hari Jum’at
Artikel 1 hari lalu 187 disimak
Akibat Pria Mabuk Bawa Kendaraan, Satu Orang Meninggal Dunia
Artikel 1 hari lalu 190 disimak

POPULER PEKAN INI

Karimon Eilanden; Perjalanan Van Den Berg dan Raja Abdullah, 1854
Histori 5 hari lalu 351 disimak
Jadikan Batam Destinasi Utama Investasi Digital di Asia Tenggara
Artikel 4 hari lalu 331 disimak
Polda Kepri Pecat Tidak Hormat Empat Bintara Penganiaya Bripda Natanael
Artikel 4 hari lalu 311 disimak
1 Unit Rumah Rusak Berat Tertimpa Pohon Akibat Hujan dan Angin di Kel. Sadai
Artikel 2 hari lalu 290 disimak
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman RI Ditangkap Kejaksaan Agung
Artikel 5 hari lalu 284 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?