PERUM Bulog Cabang Batam telah menyiapkan pasokan beras premium dalam negeri sebanyak 4.000 ton.
Hal tersebut disiapkan guna mengantisipasi keluhan warga terkait kenaikan harga dan kekhawatiran kelangkaan beras,
Stok yang berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan, itu disiagakan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di Batam. Namun, hingga Rabu, 7 Januari 2026 siang, pasokan itu masih tertahan di daerah asal.
Dalam keteranganya Kepala Bulog Cabang Batam, Guido XL Preirera mengungkapkan, bahwa pengiriman tahap awal rencananya 1.000 ton, tetapi tertunda karena belum ada permintaan dari para distributor.
“Gudang Bulog di Batam siap, sampel berasnya juga sudah ada. Kami sudah tawarkan ke distributor, tapi tidak ada respons sama sekali,” ujar Guido.
Beras dengan merek Sentra Rama dan Punakawa tersebut rencananya dikirim dalam kemasan polos 50 kilogram. Estimasi harga saat tiba di Batam sekitar Rp14.500 per kilogram, yang dinilai masih memberikan ruang keuntungan bagi distributor.
Menurut Guido, penyerapan yang rendah diduga karena kondisi pasar ritel Batam yang masih stabil. Hasil pemantauan bersama Satgas Pangan menunjukkan stok beras di pasaran masih tersedia, didukung pasokan dari daerah lain seperti Jawa Barat dan Jawa Timur.
Dari sekitar 20 distributor yang dikenal Bulog, termasuk lima distributor utama, belum ada yang menyatakan minat. Meski begitu, Bulog memastikan kesiapannya.
“Kalau sudah ada pesanan, meski hanya 100 atau 200 ton, pasti langsung kami kirim,” tegas Guido.
Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi Bulog menghadapi potensi gangguan distribusi atau kelangkaan beras di kemudian hari, memastikan pasokan pangan tetap aman bagi masyarakat Batam. (*)


