Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Pemko Batam Berharap Beban Gaji PPPK Dipindah ke Pusat
    11 jam lalu
    Bantu 57 Usaha Mikro, Batam Fasilitasi Kredit Bebas Bunga dan Etalase Pasar
    11 jam lalu
    Basri, Bandar Narkoba Jaringan Hiburan Malam Batam Ditangkap
    11 jam lalu
    Dishub Batam Tegas: Tak Ada Lagi Parkir di Atas Jembatan Barelang, 4 Banner Larangan Dipasang
    22 jam lalu
    Ekspor Ikan Batam Tembus Rp125 Miliar ke Singapura, Sudah 45% dari Target 2026
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Kodrat Batam Siapkan 17 Atlet ke Porprov Kepri, Target Pertahankan Juara Umum
    2 hari lalu
    Gerakan Kesultanan Riau Lingga di Awal Kemerdekaan RI
    2 hari lalu
    Manajemen Tua Vs Muda: di Dua Toko Grosir Battery
    3 hari lalu
    14 Tim Berlaga dalam Lomba Sampan Naga di Desa Kuala Sempang
    3 hari lalu
    Nindy, Siswi SMAN 2 Tanjungpinang yang Jadi Paskibraka Kepri
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Rata-Rata Lama Sekolah Warga Batam Tembus 11,34 Tahun, Tertinggi di Kepri
    2 hari lalu
    Inflasi Kota Batam Juli 2026 Stabil di Angka 3,49 Persen
    3 hari lalu
    Bandar Udara Raja Haji Abdullah, Karimun
    5 hari lalu
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    1 bulan lalu
    Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
    1 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    2 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    2 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    6 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    6 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Asal-Usul Pistol

Editor Admin 4 tahun lalu 1.4k disimak

SENJATA api genggam lahir setelah bubuk mesiu ditemukan di China berbentuk meriam-tangan (hand cannon). Ketika menyeberang ke Eropa, ia disebut pistolet dalam bahasa Prancis pada 1550. Ceko menyebut píšťala (diadopsi dari bahasa Jerman: pitschale, pitschole, petsole, dan variannya), yaitu meriam-tangan yang digunakan dalam Perang Hussit atau disebut juga Perang Bohemian pada 1420-an.

Sementara itu, dalam bahasa Italia disebut pistolese, setelah Pistoia, sebuah kota yang terkenal pada era Renaisans di mana senjata api genggam (dirancang untuk ditembakkan dari punggung kuda) diproduksi pada 1540-an.

Hand Cannon

Meriam-tangan (hand cannon atau hand gonne) sebagai senjata api genggam dibuat pertama kali di China, di mana bubuk mesiu dikembangkan. Bukti paling awal dari meriam tangan adalah gambaran artistik dari tokoh yang menghunus senjata api, ditemukan di sebuah gua di Sichuan, China, dari abad ke-12.

Meriam-tangan tertua terbuat dari perunggu tahun 1288 yang ditemukan di situs Distrik Acheng, Heilongjiang, China. Meriam-tangan dioperasikan minimal dua orang. Satu orang memegangnya di depan dada, yang lain menyulut api. Prinsip kerjanya mirip meriam.

Matchlocks

Matchlock diperkenalkan oleh Portugal pada pertengahan abad ke-14, api sudah tak lagi disulut secara manual. Ia memperkenalkan sistem pemantik peluru. Sumbu api yang dijepit di kepala tangkai logam berbentuk huruf “S” akan digerakkan “mematuk” cawan kecil berisi mesiu. Gerakan mematuk akan terjadi setelah trigger ditarik.

Matchlock jadi tak populer karena mesiunya kerap meletup tanpa diduga. Selain itu, sulit dipakai dalam cuaca basah. Senjata ini bahkan masih sering kalah cepat dari panah.

Wheellock

Para perancang senjata menemukan sistem pemantik yang lebih aman, yaitu menggunakan batu api (flint). Mekanisme kerja wheellock mirip pemantik korek api gas sekarang. Tarikan trigger akan membuat striker arm (tangkai penjepit) batu api jatuh pada cawan mesiu. Roda bergerigi di bawah cawan kemudian berputar dan menggerus batu api. Percikan api akan membakar mesiu dan tersulutlah mesiu di dalam laras.

Bentuk evolusi pertama diciptakan oleh Johann Kiefuss dari Nuenberg, Jerman, pada 1517, kendati sejumlah literatur menyebut Leonardo da Vinci sekitar abad ke-15. Pistol jenis ini bisa dioperasikan hanya dengan satu tangan. Karena biaya pembuatannya mahal, ia hanya diberikan pada perwira. Wheellock bertahan hingga abad ke-18.

Snaphaunce

Masih menggunakan batu api tapi mengganti roda bergigi pada wheellock dengan tangkai bergigi yang digerakkan oleh per daun. Muncul kali pertama pada 1570, beberapa literatur menyebut pengguna pertamanya adalah orang Eropa utara.

Namun, ada juga yang menyebut orang Belanda, didasarkan pada kata snaphaunce yang kemungkinan berasal dari kata schnapp hahn yang berarti patukan ayam jago (gerakan striker arm batu api memang mirip patukan ayam jago). VOC memperkenalkan senjata ini ke Jawa. Nama Belanda snaphaenan, di Jawa menjadi senapan.

Flintlock

Seorang Prancis Marin le Bourgeoys memperkenalkan ciptaannya pada 1612. Dia tak banyak mengubah mekanisme pada snaphaunce, hanya memadukan fungsi tangkai penggerus dengan tutup cawan mesiu. Dia menyerahkan ciptaannya ini pada Raja Henry IV, penguasa Prancis. Kepraktisannya membuat flintlock populer di kalangan militer Eropa dan menggeser wheellock dan snaphaunce.

Model flintlock paling terkenal adalah Brown Bess Flintlock, dibuat pada 1700-an. Jenis yang satu ini bisa diisi mesiu dan proyektil lalu menembaknya dua sampai lima kali per menit. Keakuratannya lumayan meningkat, bisa membunuh orang dari jarak sekitar 10 meter. Flintlock adalah jenis terakhir yang menggunakan batu api.

Percussion cap

Alexander John Forsyth, pastor Skotlandia, memperkenalkan sistem pemantik api percussion cap (pemukul topi) pada 1805 yang kelak digunakan sebagai dasar rancang-bangun peluru atau cartridge.

Percussion cap dianggap sebagai pembuka jalan menuju perancangan senjata genggam (handgun) dengan peluru dalam silinder putar atau revolver.

Revolver

Elisha Haydon Collier dari Boston menciptakan flintlock revolver sekitar 1814. Antara 1819 sampai 1824 John Evans & Son di London memproduksi sekitar 10 ribu. Senjata ini digunakan oleh pasukan Inggris di India.

Samuel Colt melihat senjata ini ketika menjadi awak kabin kapal penjara Corvo pada 1832. Dia pun terinspirasi membuat senjata sendiri: percussion cap revolver. Karena diproduksi di Paterson, New Jersey, revolvernya bernama Colt Paterson.

Sejak itu, perkembangan rancang bangun dan mekanik pistol berkembang luar biasa. Selain memicu pembuatan revolver, peluru juga memicu pembuatan pistol bermagasin, yang variannya terus bermunculan dari masa ke masa. Revolver sendiri tergantikan oleh pistol semiotomatis dan pistol otomatis.

(*)

Sumber: historia.id

Kaitan Pistala, Pistol, Pistoler, Revolver, senjata api
Admin 18 Juli 2022 18 Juli 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Surat Edaran Gubernur Ansar: Masuk Kepri Wajib Booster
Artikel Selanjutnya Catat! 2023, Bakal Ada Kuota Haji Khusus Lansia

APA YANG BARU?

Pemko Batam Berharap Beban Gaji PPPK Dipindah ke Pusat
Artikel 11 jam lalu 111 disimak
Bantu 57 Usaha Mikro, Batam Fasilitasi Kredit Bebas Bunga dan Etalase Pasar
Artikel 11 jam lalu 125 disimak
Basri, Bandar Narkoba Jaringan Hiburan Malam Batam Ditangkap
Artikel 11 jam lalu 107 disimak
Dishub Batam Tegas: Tak Ada Lagi Parkir di Atas Jembatan Barelang, 4 Banner Larangan Dipasang
Artikel 22 jam lalu 150 disimak
Ekspor Ikan Batam Tembus Rp125 Miliar ke Singapura, Sudah 45% dari Target 2026
Artikel 2 hari lalu 151 disimak

POPULER PEKAN INI

Upacara dan Pawai Meriahkan HUT ke-81 RI di RW 20 Perumahan Cipta Permata
Artikel 3 hari lalu 660 disimak
Daerah Dilarang Pesta Hari Jadi Daerah
In Depth 6 hari lalu 369 disimak
Tentang Orang Hutan; Suku Asli di Batam
Histori 6 hari lalu 351 disimak
Basri DPO Kasus Narkoba Batam Diduga Kabur ke Malaysia
Artikel 2 hari lalu 334 disimak
Jelang HUT RI Ke-18 Cuaca Batam dan Kepri Diselimuti Awan Tebal dan Hujan Tipis
Artikel 5 hari lalu 309 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?