Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Hadiri Halal Bihalal di Bengkong, Wako Batam Janjikan Pelebaran Jembatan
    7 jam lalu
    Mulai Hari Jum’at (3/04/2026) Jalan Gajah Mada (Area Hotel Vista) Ditutup Sementara
    16 jam lalu
    Tidak Memiliki Izin, Satpol PP Bintan Hentikan Aktivitas Penimbunan Lahan
    18 jam lalu
    Atasi Krisis Air Bersih, Pemkab Bintan Akan Bangun 3 Unit Sumur Bor
    21 jam lalu
    Amsakar – Li Claudia Dorong Peningkatan PAD dan Bangkitkan Ekonomi Batam
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Bosnia Herzegovina Gagalkan Italia ke Piala Dunia 2026
    1 hari lalu
    Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura
    4 hari lalu
    Atasi Volume Sampah di Batam, Pembangunan TPA Blok Baru di Kabil
    4 hari lalu
    Tahun 2026 Kemenag Batam Buka PMB Satu Pintu Jalur Prestasi Pada MTs Negeri
    5 hari lalu
    Debut Manis Herdman, Timnas Menang 4-0 Atas Saint Kitts
    6 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    3 minggu lalu
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    1 bulan lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    2 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    2 bulan lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    3 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    1 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    2 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    2 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    3 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    9 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Batam dan Penduduk Awalnya, Dulu …

Editor Admin 9 tahun lalu 5.5k disimak
Foto Rumah kayu seorang warga pesisir pulau Batam di era 1970-an : © Dokumentasi Otorita Batam

PULAU Batam merupakan sebuah pulau terbesar dari 329 rangkaian pulau di sekitarnya di wilayah Kepulauan Riau dengan luas 415 Km2.

Secara geografis, pulau ini berada di jalur lalu lintas pelayaran internasional Selat Melaka yang merupakan jalur perdagangan internasional paling ramai kedua setelah selat Dover Inggris.

Sebelum mendapat perhatian dari pemerintah pusat, pulau Batam yang terletak di sebelah selatan Singapura dan Malaysia ini, awalnya merupakan sebuah pulau berupa hutan belantara. Nyaris tanpa denyut kehidupan manusia. Penduduk aslinya lebih banyak tinggal di daerah pesisir pantai.

Dengan letak strategis, penduduk asli Batam dan sekitarnya lebih banyak menggantungkan kehidupan dari hasil laut dan kekayaan perkebunan. Sebagian ada yang dijual ke negeri tetangga Singapura.

Dari buku “Mengungkap Fakta Pembangunan Batam era Ibnu Sutowo – JB Sumarlin” disebutkan penduduk asli Batam adalah orang-orang Melayu. Mereka biasa dikenal sebagai orang Selat atau orang Laut. Ada juga yang dikenal dengan nama Tambus.

Mereka lebih banyak tinggal di pesisir. Bahkan ada yang masih berpindah-pindah menggunakan perahu. Penduduk ini paling tidak telah mendiami daerah ini pada masa kerajaan Temasek (Singapura, pen) sekitar tahun 1300 atau awal abad XIV.

Saat ini, suku Tambus tinggal di pulau Bertam, masih di sekitar Batam. Pada musim selatan, biasanya mereka masih bisa ditemui di sekitar pesisir laut pulau Batam. Sementara pada musim utara, mereka menetap di pulau Bertam karena tingginya ombak di laut.

Menurut catatan sejarah, pada masa kerajaan Temasek, wilayah ini masuk dalam kekuasaan kerajaan Sriwijaya yang berkedudukan di Palembang. Kendati begitu, terdapat juga kelompok-kelompik pendatang yang telah ratusan tahun mendiami pulau ini. Mereka adalah penduduk tempatan yang kebanyakan berasal dari suku Bugis yang menetap secara menyebar di sepanjang pesisir pantai. Di antaranya di wilayah Batu Besar, Teluk Mata Ikan, Sambau, Bakauserip, Tanjung Sengkuang, Tanjung Uma, Tanjung Pinggir dan Tanjung Riau.

Menurut buku “Almanak Sumatera” terbitan tahun 1996, jumlah suku Laut yang bermukim di Kepulauan Riau sekitar 3000 kepala keluarga (kk). Sementara yang bermukim di Batam diperkirakan berjumlah 300 kk. Mereka tidak menetap dan senantiasa mengarungi lautan luas.

Foto Aktifitas nelayan tradisional di perairan Batam era 1970-an : © Dokumentasi Otorita Batam
Foto Aktifitas nelayan tradisional di perairan Batam era 1970-an : © Dokumentasi Otorita Batam

Survei yang dilakukan pihak Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) Batam, mereka tersebar hingga ke perairan Inderagiri Hilir (Inhil), Inderagiri Hulu (Inhu), Kepulauan Riau dan Kepulauan Natuna.

Sensus dan Geliat Kehidupan Warga Batam

Survei statistik yang dilakukan tahun 1970, jumlah penduduk Batam sekitar 6000 jiwa. Bandingkan dengan saat ini yang sudah di atas 1 juta jiwa lebih!

Populasi itu dulu, tidak hanya yang berada di Batam saja. Tapi juga di pulau-pulau sekitar Batam seperti pulau Buluh, pulau Sambu dan Belakang Padang. Pada zaman itu, pusat keramaian memang lebih berpusat di Belakang Padang yang merupakan daerah kecamatan yang menjadi bagian kabupaten Kepulauan Riau (sekarang kabupaten Bintan, pen). Sementara pulau Buluh merupakan daerah setingkat kelurahan.

Masyarakat tempatan yang mendiami pesisir Batam pada masa itu, juga mendatangi kedua pulau di atas untuk urusan administrasi kependudukan.

Setahun kemudian, sensus yang dilakukan pada tahun 1971, jumlah penduduk  Batam dan sekitarnya sudah mencapai 9446 jiwa. Mereka tersebar di pulau Buluh sebanyak 3434 jiwa, Patam 626 jiwa, Nongsa 3019 jiwa, Kabil 1241 jiwa dan Sei Beduk 1126 jiwa. Data sensus menyebut komposisinya terdiri dari 55,3 persen pria dan 44,7 persen wanita.

Seorang pengusaha nasional bernama Tong Djoe yang bermukim di Singapura memiliki catatan tentang jumlah penduduk dan kebutuhan 9 bahan pokok untuk wilayah Kepulauan Riau dan Batam.

Foto Rumah kayu seorang warga pesisir pulau Batam di era 1970-an : © Dokumentasi Otorita Batam
Foto Rumah kayu seorang warga pesisir pulau Batam di era 1970-an : © Dokumentasi Otorita Batam

Pada akhir dekade 70-an, dengan jumlah penduduk Batam dan sekitarnya yang telah mencapai 22.263 jiwa, kebutuhan pokok beras yang dibutuhkan mencapai 222.640 kg, garam 6.679 kg, gula 26.718 kg, minyak goreng 4.452 kg, ikan asin 11.132 kg, sabun cuci 66.722 batang, minyak tanah 133.584 liter, bahan tekstil kasar 267.268 meter dan batik kasar 44.526 meter.

Data itu dibuat Tong Djoe saat ia ditunjuk oleh pemerintah sebagai pengusaha yang melaksanakan tugas untuk menyalurkan bahan kebutuhan hidup bagi rakyat yang hidup di daerah terpencil di pulau-pulau kabupaten Kepulauan Riau. Tong Djoe membuat toko-toko terapung yang mendistribusikan barang-barang itu ke masyarakat.

(Seperti disarikan dari buku : “Mengungkap Fakta Pembangunan Batam era Ibnu Sutowo – JB Sumarlin”)

(dha)

 

 

Kaitan bertam, laut, penduduk, sejarah batam, selat, sriwijaya, suku tambus, temasek, tong djoe
Admin 12 Juni 2017 12 Juni 2017
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Membuat Donat Empuk dan Mengembang yang Lezat
Artikel Selanjutnya Menggemakan Kampanye Indonesia Bebas Pekerja Anak

APA YANG BARU?

Hadiri Halal Bihalal di Bengkong, Wako Batam Janjikan Pelebaran Jembatan
Artikel 7 jam lalu 83 disimak
Mulai Hari Jum’at (3/04/2026) Jalan Gajah Mada (Area Hotel Vista) Ditutup Sementara
Artikel 16 jam lalu 180 disimak
Tidak Memiliki Izin, Satpol PP Bintan Hentikan Aktivitas Penimbunan Lahan
Artikel 18 jam lalu 67 disimak
Atasi Krisis Air Bersih, Pemkab Bintan Akan Bangun 3 Unit Sumur Bor
Artikel 21 jam lalu 71 disimak
Amsakar – Li Claudia Dorong Peningkatan PAD dan Bangkitkan Ekonomi Batam
Artikel 1 hari lalu 116 disimak

POPULER PEKAN INI

Sempat Hilang, Nelayan Karimun Berhasil Ditemukan Tim SAR Gabungan
Artikel 6 hari lalu 265 disimak
Rencana Batas Belanja Pegawai 30% pada APBD 2027, Nasib PPPK Bintan Terancam
Artikel 4 hari lalu 264 disimak
Kemarau Panjang, Pemko Batam dan Warga Gelar Salat Istisqa
Artikel 4 hari lalu 250 disimak
Overload Belanja Pegawai, Jumlah P3K Kab. Bintan Terancam Dipangkas
Artikel 7 hari lalu 249 disimak
Lonjakan Arus Balik di Pelabuhan Sekupang
Artikel 4 hari lalu 241 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?