Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    8Th Anniversary CAF Batam, Ceria Dalam Pesona Nusantara
    7 jam lalu
    Disdukcapil Batam Sederhanakan Layanan, Perubahan Data Bisa di Kecamatan
    8 jam lalu
    Polisi Terus Telusuri Jejak Komunikasi dan Aliran Uang Transaksi Judi Online
    9 jam lalu
    Trio Mantan Pimpinan BGN Resmi Jadi Tahanan Kejagung
    10 jam lalu
    Usia Pecat Pimpinan BGN, Presiden Prabowo Curhat Mengaku Sangat Sedih
    17 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Ada Posko di Tiap Sekolah untuk Bantu Pendaftaran SPMB Batam
    23 jam lalu
    Dikbud Karimun Terapkan SPMB Online Tahun 2026
    3 hari lalu
    Damkar Evakuasi Monyet di Lingkungan Warga Sebong Pereh
    3 hari lalu
    Rencana Larangan Bawa HP ke Sekolah untuk Siswa SMA/K di Kepri, Berlaku 2027
    3 hari lalu
    PSG Juara Lagi: Tundukkan Arsenal Lewat Adu Penalti 4-3
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Analisis Data Cuaca Kota Batam (Periode Mei 2026)
    3 hari lalu
    Data Akomodasi Batam: Hub Utama Pariwisata, Penggerak Okupansi di Kepri
    3 hari lalu
    Sultan Muhammad II Muazzam Shah (Sultan Riau Lingga Kedua 1832 – 1835)
    3 hari lalu
    Data Kependudukan Kota Batam 2026
    5 hari lalu
    Data Curah Hujan Tahunan di Batam 10 Tahun Terakhir
    6 hari lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    11 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

“Rempang Dalam Dokumen Catatan Masa Lalu”

Editor Admin 1 tahun lalu 1.2k disimak
Peta Belanda yang tersimpan di Universiteit Leiden berjudul “P[oelau] Rempang”, map duttch survey date 1941 tentang Pulau RempangDisediakan oleh GoWest.ID

KEBERADAAN Orang Darat di Pulau Rempang (Batam) disebutkan dalam sejumlah arsip kolonial Belanda. Pada tanggal 4 Februari 1930, Controleur Onderafdeeling Tanjungpinang, P. Wink mengunjungi Orang Darat di Pulau Rempang.

Oleh: Bintoro Suryo


CATATANNYA tentang kunjungan dimuat dalam artikel berjudul Verslag van een bezoek aan de Orang Darat van Rempang, 4 Februari 1930 (Laporan Sebuah Kunjungan ke Orang Darat di Pulau Rempang pada 4 Februari 1930). 

Waktu itu, Tanjung Pinang (dalam ejaan lama ditulis ‘Tandjoengpinang’) berstatus administratif sebagai salah satu onderafdeeling dalam wilayah Residentie Riaouw en Onderhoorigheden (Keresidenan Riau dan Wilayah-wilayah Taklukannya) dengan ibukotanya (hoofdplaats) Tanjung Pinang.

Dokumen catatan P. Wink tentang Orang Owtan di Pulau Rempang.

Wilayahnya meliputi: Pulau Bintan, Rempang, Galang, Batam dan pulau-pulau kecil sekitarnya, kelompok Pulau Tambelan dan Wates, juga kelompok Pulau Pendjantan (St. Barbe) dan Pengiki (Staatblad van het Nederlandsch-Indië over het jaar 1922. Weltevreden: Landsdrukkerij, 1923: 4; Reegeeering Almanak voo Nederlandsch Indië 1924. Batavia: Landsdrukkerij, 1924: 166-167).

Sekitar 80 tahun sebelumnya, Residen Riouw, E. Netscher, sudah menyebut-nyebut juga kelompok suku yang menghuni Pulau Rempang yang disebutnya ‘orang Benoea’, sebagaimana dapat dibaca dalam tulisannya “Beschrijving van een gedeelte de Residentie Riouw” (Deskripsi Bagian dari Residensi Riau) yang diterbitkan dalam Tijdscrift voor Indische Taal-, Land- en Volkenkunde, 1854 dan 1855.

Sedangkan penulis lain menyebut mereka dengan nama ‘orang Oetan’, misalnya oleh J.G. Schot yang menulis artikel “De Battam-Archipel” (Kepulauan Batam) yang dimuat secara berseri dalam majalah De Indische Gids, 1882 & 1883.

Penduduk Rempang 1930. Sarip (kiri) dan Rotjoh (kanan), dua tetua adat ‘orang Darat’ yang ditemui dan diwawancarai P. Wink ketika berkunjung ke Pulau Rempang pada awal Februari 1930 (Sumber: P. Wink, 1930: antara hlm.  338 dan 339).

Meskipun Orang Darat dianggap penganut agama tempatan, menurut Wink, mereka mengenal konsep “Allah”. Mereka juga disebutkan memiliki tradisi penghormatan terhadap leluhur, berdasarkan rasa takut terhadap balas dendam orang yang meninggal. Tradisi turun menurun itu lewat tujuh, 40 dan 100 hari persembahan makanan di makam orang yang meninggal, sambil berseru, “hoen makan!.”

Ahli linguistik Jerman, Hans Kahler meyakini, Orang Darat di Rempang ada kaitan dengan orang asli di Malaysia yakni Orang Senoi. Dia mengolah data dari Kolonial Tijdsohrift tahun 1939. Dalam laporan itu, Orang Darat mewakili penduduk pra-Melayu yang berpindah-pindah. Orang Darat hidup nomaden dalam keseharian menukar hasil hutan dengan makanan dan barter barang bekas dengan pedagang Tiongkok. Mereka hidup dari berburu dan menangkap ikan juga.

Beberapa temuan Hans Kahler menyebutkan, Suku Darat memiliki  senjata sejenis sumpit. Begitu juga satu-satunya hewan peliharaan mereka adalah anjing. Orang Darat hidup monogami dan tak memiliki kepala suku resmi.

Foto warga di Pulau Rempang saat dikunjungi P. Wink tahun 1930. (Sumber: P. Wink, 1930: antara hlm.  338 dan 339).

Sudah sejak 1840an, bahkan mungkin lebih awal lagi, tanah Pulau Rempang sudah diolah menjadi ladang-ladang untuk penanaman gambir.

Keterlibatan pendatang Cina dalam perdagangan produk ini dicatat oleh beberapa sarjana Belanda, antara lain dalam laporan yang berjudul “Over de gambier- en pepperkultuur op Riouw” (Tentang budaya gambir dan lada di Riau) dalam Tijdschrift voor Nijverheid in Nederlandsch Indië, Deel 1 (1854): 136-144 yang mencatat adanya 42 ladang gambir di Pulau Rempang pada tahun 1854 dan tulisan A.F.P. Graafland, “Schets der Chineese vestigingen in de Afdeeling Kārimon” (Sketsa tentang pemukiman orang Cina di Afdeeling Karimun) dalam Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde, 37,3 (1888): 506-544.

Rempang dalam Peta dan Publikasi Masa Lalu

CATATAN DR. Suryadi, Ahli sejarah dari Leiden University, walau terselip di antara taburan pulau-pulau yang lusinan jumlahnya di Kepulauan Riau, Pulau Rempang tidak dianggap sepele oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda pada masa lampau.

Ini antara lain dapat dikesan dari penamaan sebuah kapal yang dioperasikan oleh maskapai pelayaran Stoomvaart Maatschappij Nederland. ‘S.s./stoomschip Rempang’ dioperasikan oleh perusahaan ini tahun 1947 sampai 1968.

“Ada beberapa kapal lainnya yang diberi nama menurut nama-nama pulau yang ada di Sumatra/Kepulauan Riau, seperti s.s. Roepat, s.s. Riouw, s.s. Banka, s.s Bengkalis, s.s. Karimoen, s.s. Poelau Roebiah, s.s. Nias, s.s. Enggano dan s.s. Krakatau, yang merefleksikan kuatnya orientasi bahari bangsa Belanda”, tulis Dr. Suryadi.

Kapal api (ss) Rempang (1947-1968) milik Stoomvaart Maatschappij Nederland (Sumber: https://www.marhisdata.nl/schip?id=5454; diakses 08-10-2023 )

Catatan Dr. Suryadi :

“Bahkan dalam Atlas Sekolah Hindia Nederland oleh W. van Gelder (lihat misalnya edisi 1919; cet. ke-10), Pulau Rempang dicatat sebagai salah satu pulau yang penting di Riau agar dapat diketahui oleh murid-murid sekolah. Dan sejak 1880an, selat yang memisahkan Pulau Setoko dan Pulau Rempang sudah menjadi laluan kapal penumpang dan barang dari Selatan ke Utara, tepat keluar dekat Tanjong Piajo (Tanjung Piayu, pen).“

Karena menjadi lalu lalang kapal penumpang dan barang sejak zaman dulu, di sekitar teluk Duriangkang yang tidak jauh dari Tanjung Piayu di Batam, sempat tumbuh menjadi perkampungan penduduk yang banyak dihuni kaum pendatang. Seperti Tionghoa, Bugis, Jawa hingga orang Melayu sendiri yang berpindah dari pulau-pulau di sekitarnya. Keberadaan mereka dan keturunannya, masih terlihat hingga awal dekade 1990-an, sebelum wilayah itu dibendung menjadi sebuah danau reservoir tadah hujan oleh Otorita Batam.

Catatan Dr Suryadi juga menyebut, pada tahun 1946, Survey Allied Land Forces Southeast Asia (ALFSEA) di bawah koordinasi Belanda memproduksi peta Pulau Rempang dengan detail infrastruktur dan kontur tanahnya (lihat: Nationaal Archief, Den Haag, Nummer Toegang: 4.MIKO, Inventarisnummer: 265.11).

Peta Belanda yang tersimpan di Universiteit Leiden berjudul “P[oelau] Rempang”, map duttch survey date 1941 tentang Pulau Rempang

Dalam beberapa dokumen dan publikasi asing masa itu, pulau Rempang sudah dikenal sebagai salah satu wilayah pendudukan tentara Jepang untuk mengontrol jalur perdagangan di sekitarnya.

Kliping publikasi tentang Rempang oleh koran Straits Times Singapura, edisi 18 Juni 1946.

Salah satu dokumen publikasi tentang pulau Rempang dan tentara Jepang, dipublikasi oleh Koran Straits Times edisi 18 Juni 1946: “Japs to Leave Rempang Prison Isle”.

(*)

Sumber:

Artikel P. Wink: Verslag van een bezoek aan de Orang Darat van Rempang, 4 Februari 1930

Artikel E. Nescher, Beschrijving van een gedeelte de Residentie Riouw 1854

Catatan Dr Suryadi : Rumpang Informasi Historis tentang Rempang

Straits Times, 18 Juni 1946
Penulis/ Videografer: Bintoro Suryo – Ordinary Man. Orang teknik, Mengelola Blog, suka sejarah & Videography.
Artikel ini diterbitkan sebelumnya di: bintorosuryo.com

Kaitan batam, Catatan, Dokumen, Rempang, sejarah
Admin 5 Januari 2025 5 Januari 2025
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Inflasi Tanjungpinang 2024 Dalam Angka
Artikel Selanjutnya Pembangunan Pasar Sementara di Tanjung Banon untuk Warga Relokasi

APA YANG BARU?

8Th Anniversary CAF Batam, Ceria Dalam Pesona Nusantara
Artikel 7 jam lalu 307 disimak
Disdukcapil Batam Sederhanakan Layanan, Perubahan Data Bisa di Kecamatan
Artikel 8 jam lalu 129 disimak
Polisi Terus Telusuri Jejak Komunikasi dan Aliran Uang Transaksi Judi Online
Artikel 9 jam lalu 131 disimak
Trio Mantan Pimpinan BGN Resmi Jadi Tahanan Kejagung
Artikel 10 jam lalu 136 disimak
Usia Pecat Pimpinan BGN, Presiden Prabowo Curhat Mengaku Sangat Sedih
Artikel 17 jam lalu 132 disimak

POPULER PEKAN INI

Prakiraan Cuaca Kepri Jumat (29/5/2026): Berawan hingga Hujan Ringan, Waspadai Petir
Artikel 6 hari lalu 837 disimak
Data Curah Hujan Tahunan di Batam 10 Tahun Terakhir
Statistik 6 hari lalu 769 disimak
SPMB Kota Batam 2026/2027 Dibuka Lebih Awal: Jalur Afirmasi Mulai 8 Juni 2026
Pendidikan 6 hari lalu 740 disimak
“Menyusur Sungai Bersama Sultan, Terjebak Badai di Gunung Tanda”
Histori 5 hari lalu 633 disimak
Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian Batam Melejit Sabtu Ini
Artikel 5 hari lalu 596 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?