BADAN Pengusahaan (BP) Batam menggelar diskusi panel terkait optimalisasi sektor jasa kesehatan bertaraf internasional. Diskusi yang dilakukan di Gedung Balairungsari, Batam Centre, Batam pada Rabu (5/2) ini, diharapkan dapat menghasilkan strategi untuk menempatkan Batam sebagai corong utama menggaet potensi layanan medis yang nasional yang dalam beberapa tahun belakangan lebih banyak didapat negara tetangga Singapura dan Malaysia.
Dalam sambutannya, Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto menuturkan, tiap tahunnya layanan jasa kesehatan di Singapura berada di angka USD 900 juta. Dari angka tersebut, sebanyak 50 persen disumbangkan oleh pasien asal Indonesia.
Sementara untuk Malaysia sendiri, didatangi oleh pasien asal Indonesia sebanyak 1 juta pasien pada tahun 2017 lalu. Dengan nilai USD 1, 281 Miliar, meliputi biaya medis, akomodasi, transportasi, dan rekreasi.
“60 persen pasien di Malaysia berasal dari Indonesia. Bahkan tahun 2020 ini Malaysia menargetkan wisata medis sebesar 2 juta pasien. Dimana 1 juta diantaranya ditargetkan berasal dari Indonesia. 95 persen pasien di Penang, Malaysia berasal dari Indonesia,” kata Purwiyanto.
Besarnya potensi medis yang terbang keluar membawa devisa yang tidak sedikit, merupakan peluang yang harus dimanfaatkan oleh Batam. Untuk itu, pengembangan sektor jasa kesehatan bertaraf internasional adalah salah sektor strategis yang dapat memberikan kontribusi yang besar untuk untuk meningkatkan perekonomian batam.
Upaya untuk menjadikan Batam sebagai pusat layanan kesehatan di Indonesia telah dilakukan sejak beberapa tahun belakangan. Dimana pembahasan mengenai kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) medical telah berjalan di tingkat pusat, dengan melibatkan Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam. Rekomendasi lingkup kegiatan, mencakup advanced research center dan lainnya.
Di KEK Medical atau KEK Kesehatan Batam, nanti akan ada penelitan dan pengembangan penanganan penyakit.
Seperti untuk stroke, diabetes, cancer, jantung, spinal, dementia, genetika, stem cell, bio medical innovation, mind control prosthetic research dan lainnya.
Di dalamnya juga ada industri farmasi, yang meliputi penelitian dan pengembangan insdustri farmasi, seperti vaccine, blood products, diabetes, jantung, cancer, neurology, HIV, dan lainnya.
KEK Medical diharapkan menjadi ekosistem kesehatan yang ideal. Dimana, rumah sakit sebagai inti dari KEK medical, yang menjadi pusat kegiatan pelayanan kesehatan. Hotel dan akomodasi untuk keluarga pasien, outpatient dan retirement centers. Ada industri farmasi, industri alat kesehatan dan Health and wellness research centers.
Purwiyanto melanjutkan, Batam didirikan untuk Indonesia. Sehingga kontribusi Batam untuk Indonesia harus dibesarkan kembali seperti periode-periode awalnya.
“Menurut data BPS, pertumbuhan ekonomi batam pada periode tahun 1991-1997 mencapai 17% rata-rata. Ini angka yang luar biasa. lnilah kontribusi besar dimaksud,” kata Purwiyanto lagi.
Diskusi panel hari ini merupakan seri pertama dari 5 seri diskusi panel yang akan digelar tiap minggu di awal tahun 2020 ini. Nanti ada sesinya juga tentang industry dirgantara, industri smartphone dan juga ada sektor jasa wisata halal dan sektor jasa Pendidikan tinggi kelas dunia.
*(bob/GoWestId)


