Hubungi kami di

Kota Kita

BUMD Kepri Mencari Pengecer Minyak Goreng di Natuna, Karimun, dan Lingga, Berminat?

Terbit

|

Ilustrasi: Minyak goreng curah. F. Dok. Suara pemerintah.id

PT Pembangunan Kepri, perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kepri kini sedang membutuhkan pengecer minyak goreng curah di pulau-pulau yang berada di Kabupaten Natuna, Karimun, dan Lingga.

Hal ini disampaikan Direktur PT Pembangunan Kepri, Azwardi, di Tanjungpinang, dikutip dari Antara, Sabtu (13/8/2022).

Azwardi mengatakan perusahaan yang dipimpinnya itu baru-baru ini ditetapkan sebagai distributor minyak goreng curah, yang dapat mendistribusikan komoditas itu di seluruh Indonesia. Namun untuk saat ini, PT Pembangunan Kepri hanya menjalankan bisnis untuk menutupi kebutuhan masyarakat pesisir di Kepri, kecuali Batam.

Minyak goreng yang dijual perusahaan pelat merah kepada pengecer itu berasal dari pabrik di Batam. PT Pembangunan Kepri sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah pengecer di Anambas, Kota Tanjungpinang, dan Kabupaten Bintan. Di Lingga baru satu pengecer yang menjadi konsumen PT Pembangunan Kepri.

“Kalau di Natuna dan Karimun, belum ada. Namun kami ikut dalam pasar murah yang diselenggarakan Pemerintah Natuna. Kalau ada pengecer minyak goreng yang tertarik menjalin kerja sama, dapat menghubungi PT Pembangunan Kepri,” ujarnya.

BACA JUGA :  Marlin Yakin Kepri Bangkit Lebih Kuat Pasca Pandemi Covid-19

Menurut dia, pengecer yang paling banyak membeli minyak goreng curah dari PT Pembangunan Kepri berasal dari Bintan.

Harga minyak goreng curah yang dijual kepada pengecer berkisar Rp 11.500 – Rp 12.000 per liter. Begitu pula dengan minyak goreng curah yang dijual di pasar murah sebesar Rp 12.000.

“Kami hanya ambil untung Rp 500 – Rp 1.000 per liter. Rata-rata dalam sehari minyak goreng yang dijual kepada pengecer seberat 1 ton,” ungkapnya.

Azwardi menuturkan Disperindag Kepri dan Komisi II DPRD Kepri memperjuangkan PT Pembangunan Kepri sebagai distributor minyak goreng bukan semata-mata untuk mendapatkan keuntungan, melainkan turut menjaga stabilitas harga.

Harga minyak goreng yang tidak stabil belum lama ini menjadi salah satu penyebab terjadi inflasi di Kepri sehingga diharapkan PT Pembangunan Kepri dapat mengintervensi harga minyak goreng melalui pasar murah.

“Orientasi kami bukan bisnis semata, melainkan mengemban tugas untuk membantu pemerintah menjaga stabilitas harga minyak goreng maupun kebutuhan lainnya,” ujarnya.

BACA JUGA :  Beri Kemudahan, Dishub Hadirkan Aplikasi SIP Trans Batam

Karena itu, kata dia selain menjadi distributor minyak goreng, PT Pembangunan Kepri juga menjual sembako, sayur-mayur dan bumbu dapur untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. PT Pembangunan Kepri membeli hasil pertanian di Bintan dan Tanjungpinang, kemudian menjual kepada masyarakat di pasar murah.

Komoditas kebutuhan yang dijual perusahaan itu di pasar murah mendapat sambutan positif dari masyarakat karena dijual dengan harga yang relatif murah.

“Persoalan kadang-kadang, petani kita tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar. Contohnya, dalam sehari kami butuh 50 kg cabai merah, namun yang mampu disiapkan hanya 25 kg,” katanya.

Produktivitas petani yang minim disebabkan biaya operasional yang besar, salah satunya pupuk. Kondisi lahan di Bintan, misalnya berbeda dengan lahan di Jawa sehingga membutuhkan pupuk lebih banyak.

“Lahan di Bintan kan rata-rata mengandung bauksit sehingga petani membutuhkan lebih banyak pupuk untuk menghasilkan cabai, sayur-mayur yang banyak dan berkualitas,” ucapnya.

(*)

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid