Hubungi kami di

Ini Batam

Buronan Sindikat Penyelundup TKI Ilegal Di Batam Ditangkap Di Bengukulu

Terbit

|

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt, merilis tersangka E, buronan kasus pengiriman TKI ilegal yang ditangkap di Bengukulu, di Mapolda Kepri,(11/1/2022. F. Dok. detik.com/Raja Adil Siregar

JAJARAN Dit Reskrimum Polda Kepri dibantu Tim Opsnal Polsek Putri Hijau Bengkulu Utara menangkap seorang sindikat pengiriman Pekerja Mingran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal dari Batam, Kepulauan Riau.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt, mengatakan buronan sindikat pengiriman TKI ilegal yang ditangkap tersebut adalah seorang wanita berinisial E.

Goldenhardt mengatakan pelaku adalah warga Jalan Merpati, Tanjungpinang. Dia ditangkap, Sabtu (8/1/2022) lalu.

“Pelaku inisial E ini mempunyai hubungan dengan empat pelaku lainnya yang sudah lebih dulu ditangkap. Dia terlibat di dalam jaringan pengiriman PMI ke Malaysia,” ujar Golden, Selasa (11/1/2022).

BACA JUGA :  MILENIAL DAN BUDAYA LELUHUR | KEBANGGAAN PAKAI BATIK

Goldenhardt mengatakan pelaku diamankan Dit Reskrimum Polda Kepri di-backup Tim Opsnal Polsek Putri Hijau Bengkulu Utara. Hal itu karena pelaku bersembunyi di tempat keluarganya saat diburu polisi.

“Pelaku E ini telah kita amankan dari rumah saudaranya yang ada di Putri Hijau Provinsi Bengkulu. Selanjutnya kemarin dibawa dari Bengkulu ke Mapolda Kepri guna menjalani pemeriksaan,” katanya.

Selain pelaku, turut diamankan barang bukti, seperti handphone, kartu ATM, dan buku tabungan atas nama pelaku E. Seluruhnya diamankan terkait keterlibatan E dalam kasus perdagangan manusia dan juga menyebabkan kecelakaan maut.

BACA JUGA :  ASN Batam Positif Covid-19

“Adapun peran tersangka E ini melakukan pengurusan dan memfasilitasi 8 orang PMI hingga pemberangkatan ke luar negeri. Ini tanpa dilengkapi dokumen resmi melalui pelabuhan rakyat atau pelabuhan tikus dan diiming-iming dapatkan gaji besar,” imbuh Golden.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat UU Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang Pasal 4, Pasal 7, dan Pasal 48. Ancaman paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 600 juta.

“Pelaku E meraup keuntungan sebesar Rp 3 juta dari masing-masing Pekerja Migran Indonesia,” kata Direktur Reskrimum Polda Kepri Kombes Jefri Ronald Parulian.

(*)

sumber: detik.com

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook