Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Antisipasi Amblasnya Jalan Gajah Mada, Jalur Pemakaman Tionghoa Jadi Alternatif
    2 hari lalu
    Anak Masih Dominasi Korban Kekerasan di Batam
    2 hari lalu
    Petugas Bongkar Sindikat Narkoba Malaysia di Batam, Mode Penyelundupan Pakai Kemasan Makanan
    2 hari lalu
    Warga Diminta Waspada, BMKG Meperkirakan Cuaca Batam Berubah-ubah
    2 hari lalu
    PN Batam Gelar Sidang Perdana Kasus Penganiayaan Alm. Bripda Nathanael
    3 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Piala AFF 2026, Taklukan Timor Leste (0-3) Pasukan Garuda Duduki Peringkat 2 Klasemen Grup A
    2 hari lalu
    30 “Siswa” Lansia Pulau Buluh Kembali Menggebu di Bangku Sekolah
    2 hari lalu
    Taman Yang Hilang & Pembangunan Yang Tak Terukur
    2 hari lalu
    Volume Sampah di Batam Melonjak 35 Persen
    5 hari lalu
    Alun-Alun Engku Putri Penuh Sorak, Event FIBA 3×3 2026 Ramaikan Batam
    7 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    2 minggu lalu
    Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
    2 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    4 minggu lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    4 minggu lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    4 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    1 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    1 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    5 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    6 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Calon Insinyur Gugur dalam Pertempuran

Editor Admin 4 tahun lalu 1.1k disimak

SETELAH Indonesia merdeka, Belanda kembali datang untuk menguasai bekas koloninya. Para pelajar terpanggil untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan. Salah satunya, Susanto, pelajar Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) di Malang. Ia bergabung dengan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) di Jawa Timur sebagai komandan Batalion 5000 yang berkedudukan di Malang.

Moehkardi dalam Bunga Rampai Sejarah Indonesia dari Borobudur hingga Revolusi Nasional menyebut embrio TRIP telah terbentuk di Surabaya pada Oktober 1945. Para pelajar SMP dan SMA ikut dalam aksi melucuti senjata tentara Jepang pada akhir September 1945 di Surabaya. Di bawah pimpinan Mas Isman dibentuk pasukan pelajar SMP dan SMA di Jalan Darmo, Surabaya.

Mulanya pasukan ini bernama Badan Keamanan Rakyat (BKR) Pelajar. Mengikuti perubahan BKR menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan Tentara Republik Indonesia (TRI), maka pada awal 1947, Mas Isman dan kawan-kawannya membentuk TRI Pelajar di Malang. Pasukan itu dikenal sebagai TRIP dan para pelajarnya disebut Mas TRIP.

TRIP Jawa Timur mendapat respons positif dari para pelajar yang sebelumnya telah bergabung dalam berbagai kesatuan perjuangan. Setelah konsolidasi pasukan, TRIP Jawa Timur memiliki lima batalion: Batalion 1000 di Mojokerto dipimpin oleh Gatut Kusumo, Batalion 2000 di Madiun dipimpin oleh Surachman, Batalion 3000 di Kediri dipimpin oleh Sudarno, Batalion 4000 di Jember dipimpin oleh Mukarto, dan Batalion 5000 di Malang dipimpin oleh Susanto.

Ketika Belanda melancarkan Agresi Militer I pada 21 Juli 1947, TRIP Malang mendapat tugas mempertahankan sektor barat Malang. Pimpinan TRIP membagi pasukannya dalam empat kelompok. Kelompok KI.A terjadi atas pelajar SPMA dan SMP mengambil posisi di Jalan Ijen Utara. Kelompok KI.B terdiri atas pelajar SPMA, SMP, dan Sekolah Pertanian, serta sejumlah mahasiswa dan anggota staf markas pusat TRIP mengambil posisi di markas Batalion 5000 di Jalan Salak. Kelompok KI.C yang merupakan anggota Peleton 5203 dan terdiri atas pelajar SPMA mengambil posisi di sebelah barat lapangan pacuan kuda. Terakhir, kelompok KI.D terdiri atas anggota Kompi 3100 mengambil posisi di ujung selatan Jalan Ijen.

Menurut Moehkardi, selagi pasukan TRIP mengatur posisi, pimpinan Divisi memutuskan untuk menarik mundur pasukan ke luar kota. Keputusan itu tidak diteruskan ke kesatuan lain, sehingga saat tentara Belanda tiba, pasukan TRIP dan pasukan Polisi P3 tetap bertahan di Malang, sementara pimpinan Divisi telah mundur ke Kediri.

Pada Kamis, 31 Juli 1947, Belanda mengerahkan pesawat pengintainya, Si Capung, untuk mengamati posisi pasukan TRIP di sektor barat kota. Tak lama kemudian muncul pesawat Mustang melepaskan tembakan ke lokasi pasukan TRIP. Beruntung tak ada korban. Pasukan TRIP kemudian dikejutkan dengan bunyi letusan senjata dari jarak dekat.

“Tembakan tersebut ternyata datang dari pasukan Belanda yang tiba-tiba telah muncul di Simpang Lima, Jalan Ijen, yang berjarak hanya beberapa puluh meter dari tempat kedudukan pasukan TRIP di Jalan Salak,” tulis Moehkardi.

Serangan mendadak pasukan Belanda itu membuat panik anak-anak TRIP. Pasalnya, banyak di antara mereka belum berpengalaman dalam berperang. Sementara itu, pasukan Belanda yang terdiri dari Brigade KNIL dan Brigade Marinir dengan mengendarai tank AM-Track (sejenis tank amfibi) dan brencarier telah memasuki Kota Malang tanpa perlawanan yang berarti. Pasukan Belanda bergerak dari arah timur dan barat untuk menjepit posisi pasukan TRIP di Jalan Salak.

Moehkardi menyebut posisi yang paling gawat dialami Kelompok B yang berada di markas batalion TRIP di Jalan Salak. Kelompok ini yang pertama menjadi sasaran serangan mendadak pasukan Belanda dari Simpang Lima Jalan Ijen. Akibat serangan mendadak tersebut anak-anak TRIP berlarian ke arah utara. Sembari menghindari tembakan, mereka menyeberangi jalan raya menuju ke lapangan pacuan kuda.

Tak sedikit pelajar yang tewas tertembak saat mencoba menyeberangi jalan. Mereka yang berhasil sampai di sebuah parit di tepi jalan segera mengatur posisi untuk melakukan perlawanan. Namun, tank Belanda yang terus mendekat dan berondongan tembakan pasukan Belanda membuat parit tak bisa lagi menjadi tempat berlindung.

Dalam keadaan terdesak pasukan Belanda, Susanto, pemimpin Batalion 5000, berusaha membangkitkan semangat kawan-kawannya. “Er zal een wonder gebeuren (akan terjadi suatu keajaiban)” kata Susanto berteriak kepada kawan-kawannya.

Menurut Dukut Imam Widodo dalam Malang Tempo Doeloe, Susanto yang juga ketua Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) terus menembak dengan senjata laras panjangnya, Arisaka. Ketika pelurunya habis, ia menggantinya dengan pistol Nambu.

Susanto kemudian mengambil keputusan tak terduga. Dengan pistol di tangan kiri dan granat di tangan kanan, Susanto melompat ke punggung tank Belanda. Namun, belum sempat melemparkan granat, Susanto roboh ditembak dari belakang.

“Tank Sherman itu berhenti. Lalu mundur dan dengan sengaja melindas tubuh Susanto yang seketika hancur. Anak-anak TRIP yang menyaksikan tubuh komandannya digilas tank hanya bisa menundukkan kepala,” tulis Dukut.

Kematian Susanto menjadi duka bagi anak-anak TRIP Malang. Dia dikenal sebagai pemimpin yang kerap membakar semangat kawan-kawannya untuk terus berjuang demi kemerdekaan Indonesia.

Serangan Belanda pada 31 Juli 1947 menjadi pertempuran terakhir Susanto. Pelajar SPMA yang bercita-cita menjadi insinyur pertanian ini pun gugur.

Dukut menyebut cita-cita Susanto kemudian dilanjutkan oleh kekasihnya, Rahayu. Selepas SMA, Yayuk melanjutkan ke Institut Pertanian Bogor. Beberapa tahun kemudian, dia ziarah ke Taman Makam Pahlawan TRIP di Jalan Salak, tempat Susanto dan 34 anggota TRIP dimakamkan, sambil membawa ijazah sebagai sarjana pertanian. Yayuk menunjukkan kepada Susanto bahwa dia berhasil meneruskan cita-cita sang komandan yang pupus karena perang.

(*)

Sumber: historia.id

Kaitan belanda, mahasiswa, pelajar, Penjajah, trip
Admin 9 Agustus 2022 9 Agustus 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Polwan Polda Kepri Goes To School, Ajak Siswa Cerdas & Bijak Gunakan Medsos
Artikel Selanjutnya 6 Tersangka Pelaku Pengiriman PMI Ilegal Ditangkap di Batam Centre

APA YANG BARU?

Piala AFF 2026, Taklukan Timor Leste (0-3) Pasukan Garuda Duduki Peringkat 2 Klasemen Grup A
Sports 2 hari lalu 196 disimak
Antisipasi Amblasnya Jalan Gajah Mada, Jalur Pemakaman Tionghoa Jadi Alternatif
Artikel 2 hari lalu 209 disimak
30 “Siswa” Lansia Pulau Buluh Kembali Menggebu di Bangku Sekolah
Pendidikan 2 hari lalu 217 disimak
Anak Masih Dominasi Korban Kekerasan di Batam
Artikel 2 hari lalu 187 disimak
Petugas Bongkar Sindikat Narkoba Malaysia di Batam, Mode Penyelundupan Pakai Kemasan Makanan
Artikel 2 hari lalu 217 disimak

POPULER PEKAN INI

Alun-Alun Engku Putri Penuh Sorak, Event FIBA 3×3 2026 Ramaikan Batam
Sports 7 hari lalu 374 disimak
Tanjungpinang Tembus 6 Besar Kota Termaju di Sumatera
Artikel 5 hari lalu 352 disimak
Warga Diminta Waspada, BMKG Meperkirakan Cuaca Batam Berubah-ubah
Artikel 2 hari lalu 336 disimak
Volume Sampah di Batam Melonjak 35 Persen
Lingkungan 5 hari lalu 323 disimak
Mulai 2027, Setiap RT/ RW di Batam Punya “Kader Pajak” untuk Bantu Urus Surat Pajak
Artikel 5 hari lalu 322 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?