Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Siswi SMK di Bintan Ditemukan Meninggal Tergantung di Kamarnya
    28 menit lalu
    Udara di Batam Terpantau Kabur dan Berasap, Cuaca Berawan Merata Di Semua Wilayah
    14 jam lalu
    Bentrokan Berdarah di Setokok: 4 Orang Lagi Jadi Tersangka, Total 10 Ditahan
    16 jam lalu
    Proyek Jalan Lingkar Batam: Pengaspalan Bertahap Dimulai Tahun Ini hingga 2029
    1 hari lalu
    Penyelundupan 11,31 Kg Emas ke Singapura Gagal
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Asian Games 2026, Ganda Putra Bulutangkis Sumbangkan Emas Ketiga Untuk Indonesia
    3 jam lalu
    Siswa di Tanjungpinang Diliburkan, Belajar Online
    4 jam lalu
    Disdik Kota Batam Kembali Lakukan Kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR)
    13 jam lalu
    FIFA ASEAN Cup 2026, 10 Pemain Garuda Tahan Imbang Harimau Malaya
    24 jam lalu
    Hujan Belum Cukup Sapu Kabut Asap Karhutla di Batam
    1 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pelawan Merah: Pohon Eksotis yang Menjaga Hutan Kepulauan Riau
    9 jam lalu
    Nazief Soesiladharma (Walikota Batam Ketiga)
    9 jam lalu
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    1 minggu lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    2 minggu lalu
    Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
    3 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

“Derita Orang Rohingya”

Editor Redaksi 10 tahun lalu 2k disimak
Foto Orang Rohingya : © stopgenocidenow.org

NASIB tak diakui sudah lama dialami orang Rohingya. Berdiam di tengah negeri dengan mayoritas pemeluk ajaran Buddha, pemerintah Myanmar tak mengakui orang Rohingya sebagai warga negara. Mereka juga acapkali ditindas.

Saat ini ada sekitar 140 ribu dari sekitar sejuta jiwa Muslim Rohingya yang tinggal di provinsi Rakhine. Mereka menetap di pelbagai kamp bersekat. Tanpa izin pemerintah, mereka tak kuasa angkat kaki.

Siegfried O. Wolf, seorang peneliti dari South Asia Democratic Forum (SADF) di Brussels, Belgia, mengatakan masalah orang Rohingya bukan cuma bersumber dari pemerintah.

Menurutnya, Rohingya dianggap sebagai saingan tambahan bagi komunitas warga Rakhine–yang merasa didiskriminasi secara budaya, tereksploitasi secara ekonomi, dan disingkirkan secara politis oleh pemerintah pusat–sekaligus ancaman bagi identitas mereka sendiri.

“Kelompok Rakhine merasa dikhianati secara politis, karena warga Rohingnya tidak memberikan suara bagi partai politik mereka. Ini menyebabkan tambah runcingnya ketegangan.

Sementara itu, pemerintah tidak mendorong rekonsiliasi, melainkan mendukung fundamentalis Buddha dengan tujuan menjaga kepentingannya di kawasan yang kaya sumber alam tersebut,” ujar Wolf dikutip Deutsche Welle.

Dalam hematnya, derita Rohingya tidak hanya bersumber dari urusan agama saja, tapi juga bersinggungan dengan aspek politik dan ekonomi.

“Rakhine adalah salah satu negara bagian yang warganya paling miskin,” ujarnya. “Jadi, warga Rohingya dianggap beban ekonomi tambahan jika mereka bersaing untuk mendapat pekerjaan dan kesempatan untuk berbisnis”.

Sementara, sebagian besar lahan pekerjaan dan bisnis di Rakhine dikuasai kelompok elite Myanmar.

Persoalan orang Rohingya ini lagi-lagi mengemuka setelah Human Rights Watch (HRW) melaporkan bahwa 820 bangunan di lima desa Rohingya dihancurkan pada 10 – 18 November.

Laporan itu bersandar kepada tangkapan citra satelit terbaru, dan pada gilirannya menambah jumlah bangunan yang telah dihancurkan menjadi 1.250 unit.

“Sejumlah citra satelit itu menegaskan bahwa penghancuran desa-desa Rohingya jauh lebih besar dan luas ketimbang pengakuan pemerintah,” ujar Brad Adams, direktur Human Rights Watch wilayah Asia.

Menurutnya, pemerintah Myanmar harus menggelar penyelidikan dan menjatuhkan hukuman bagi pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab melakukan kejahatan tersebut.

Dalam laporan HRW, pemerintah menyebut pelaku penumpasan adalah teroris.

Laporan mengenai kehancuran desa-desa itu berbarengan dengan upaya ratusan orang Rohingya menyeberang ke Bangladesh demi menghindar kejaran militer.

Di laman laman BBC disebutkan, orang-orang yang bermaksud hengkang itu ada yang ditembak dan tewas.

Pemimpin de facto Myanmar sekaligus peraih Nobel Perdamaian, Aung San Suu Kyi, dianggap lepas tangan dari problem Rohingya. Setidaknya, 130 orang telah kehilangan nyawa selama tentara beraksi di Rakhine.

Laporan BBC juga menjelaskan pandangan pemerintah bahwa ketegangan antara warga Buddha dan Islam meningkat setelah sembilan polisi tewas dalam sejumlah serangan yang berlangsung pada bulan Oktober lalu.

Rohingya menjadi pihak yang disalahkan oleh kepolisian. Dan sejak itu, tentara memblokade sebagian wilayah Rakhine dan melarang para sukarelawan dan pengamat independen untuk memasuki kawasan dimaksud.

Diskriminasi oleh negara menjadi satu penyebab kemunculan gelombang pengungsi Rohingya yang menyasar Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Foto Pengungsi Rohingya : © wessex scene
Foto Pengungsi Rohingya : © wessex scene

Saat ini, sedikitnya ada 100 pengungsi Rohingnya yang masih berada di kamp pengungsian di Birem Bayeun, Aceh Timur. Mereka bagian dari 400 pengungsi lain yang tahun lalu terkatung-katung di Perairan Aceh Timur. Dikutip dari VIVA.co.id, sampai saat ini sudah lebih dari 300 pengungsi telah dipulangkan ke negara asalnya. ***

 

Kaitan konflik, myanmar penindasan pengungsi, orang rohingya
Redaksi 2 Desember 2016 2 Desember 2016
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Serangan Stroke Saat Mandi, Kenapa?
Artikel Selanjutnya Sepeda Motor Listrik Yang Terinspirasi oleh Gambar Anak-Anak

APA YANG BARU?

Siswi SMK di Bintan Ditemukan Meninggal Tergantung di Kamarnya
Artikel 28 menit lalu 93 disimak
Asian Games 2026, Ganda Putra Bulutangkis Sumbangkan Emas Ketiga Untuk Indonesia
Sports 3 jam lalu 149 disimak
Siswa di Tanjungpinang Diliburkan, Belajar Online
Pendidikan 4 jam lalu 224 disimak
Pelawan Merah: Pohon Eksotis yang Menjaga Hutan Kepulauan Riau
Rupa 9 jam lalu 238 disimak
Nazief Soesiladharma (Walikota Batam Ketiga)
Tokoh 9 jam lalu 101 disimak

POPULER PEKAN INI

Iming-Iming “SIM C Tanpa Antre” Berujung Jerat Pidana
Artikel 4 hari lalu 612 disimak
Ancaman Krisis Air, Energi, dan Minimnya Serapan Kerja di Proyek Data Centre Batam
In Depth 5 hari lalu 610 disimak
Perluasan Kolam Retensi Untuk Tekan Titik Banjir di Batam
Lingkungan 4 hari lalu 538 disimak
Mediasi Daerah Dinilai Buntu, Buruh PT Ghim Li Mengadu ke Mabes Polri
Artikel 5 hari lalu 525 disimak
BMKG: Hujan Guyur Batam 3-5 Hari ke Depan, Waspada Cuaca Cepat Berubah
Artikel 7 hari lalu 483 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?