SESOSOK mayat dengan jenis kelamin laki-laki ditemukan mengapung di Perairan Rangsang, Kepulauan Meranti, pada Rabu (7/01/2026) siang.
Penemuan mayat tersebut langsung memicu dugaan kuat merupakan jasad seorang nelayan warga Karimun, yang dilaporkan hilang secara misterius sejak awal Januari lalu.
Berdasarkan informasi yang beredar, jasad tanpa identitas itu pertama kali ditemukan oleh nelayan setempat yang tengah melaut di sekitar perairan Meranti.
Kemudian, setelah menerima laporan, tim gabungan bergerak cepat mengevakuasi jenazah dan membawanya ke rumah sakit terdekat guna menjalani proses visum serta identifikasi.
Sementara itu, Kanit Gakkum Satpolair Polres Karimun, Ipda Cendy Glaksy, membenarkan adanya temuan mayat tersebut.
Namun demikian, pihak kepolisian memilih bersikap hati-hati dan belum memastikan identitas korban secara resmi.
“Mayat ditemukan oleh nelayan, kemudian dievakuasi ke rumah sakit. Kami masih menunggu proses identifikasi lebih lanjut untuk memastikan siapa sebenarnya sosok tersebut,” jelas Ipda Cendy, Kamis (8/01/2026).
Disisi lain, kabar yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa jenazah tersebut diduga kuat adalah Rafa’i (38), warga Karimun yang sebelumnya dinyatakan hilang sejak Minggu, 4 Januari 2026 lalu.
Meski demikian, meskipun ciri-ciri awal disebut mirip, polisi tetap menegaskan bahwa seluruh prosedur hukum harus dijalankan secara ketat.
Saat ini, polisi masih menunggu kedatangan pihak keluarga dari Karimun untuk melakukan pengecekan langsung terhadap jenazah.
Selain itu, cuaca ekstrem yang melanda perairan Kepulauan Riau menjadi kendala utama sehingga keluarga belum dapat segera menyeberang ke Meranti.
Oleh karena itu, pihak kepolisian menegaskan bahwa identifikasi final hanya dapat dipastikan melalui pencocokan ciri fisik khusus atau barang-barang yang melekat pada tubuh korban.
Hingga kini, Satpolairud Polres Karimun terus menjalin komunikasi intensif dengan keluarga Rafa’i guna memastikan proses identifikasi berjalan lancar.
Di samping itu, polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi berlebihan hingga hasil resmi dikeluarkan.
“Kami memahami kekhawatiran keluarga. Namun, kepastian identitas hanya dapat dilakukan setelah keluarga melihat langsung. Saat ini kami terus memantau kondisi cuaca agar proses keberangkatan keluarga ke Meranti bisa berjalan aman,” terang Ipda Cendy. (*)


