DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam telah merumuskan sembilan pokok pikiran utama dalam penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026.
Penetapan ini dilakukan dalam Rapat Paripurna Ke-3 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025, yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaluddin, pada Senin (24/02/2025) kemarin.
Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, yang hadir dalam rapat tersebut, menekankan bahwa pokok-pokok pikiran DPRD merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Batam dan DPRD dalam merancang perencanaan pembangunan daerah. Dokumen ini memuat saran dan rekomendasi DPRD yang bertujuan untuk memperkuat kebijakan pembangunan di kota tersebut.
“Pokok-pokok pikiran ini mencerminkan sinergi antara Pemerintah Kota Batam dan DPRD dalam merumuskan perencanaan pembangunan daerah yang akan diintegrasikan dalam APBD Kota Batam Tahun 2026,” ungkap Jefridin.
Salah satu fokus utama dalam pokok pikiran DPRD adalah pembangunan berkelanjutan di Kota Batam, dengan penekanan pada pengembangan infrastruktur, utilitas, dan sistem transportasi yang ramah lingkungan. Pembangunan ini akan dilakukan secara terintegrasi, mencakup kawasan hinterland dan mainland, untuk memastikan keseimbangan antar wilayah.
Selain itu, DPRD juga menegaskan perlunya peningkatan layanan di sektor pendidikan dan kesehatan. Mereka menggarisbawahi pentingnya pemanfaatan teknologi untuk memperbaiki layanan publik, guna memastikan akses pendidikan dan kesehatan yang merata bagi seluruh masyarakat Batam.
Ekonomi daerah juga menjadi sorotan, dengan DPRD mendorong peningkatan investasi dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah Kota Batam mengapresiasi dan berterima kasih atas masukan dari Anggota DPRD. Pokok-pokok pikiran ini akan menjadi panduan dalam merumuskan strategi pembangunan yang berkelanjutan,” kata Jefridin.
Dengan penetapan pokok pikiran ini, diharapkan arah pembangunan Kota Batam dapat lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan kesejahteraan yang merata bagi seluruh warga.
(sus)


