Hubungi kami di

Uang

Ekonom Piter Abdullah: Kebijakan Moneter BI Tak Efektif

Terbit

|

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah Redjalam. F. Dok. Jawapos.com

KEBIJAKAN moneter Bank Indonesia (BI) dalam meningkatkan daya beli masyarakat selama pandemi Covid-19 tidak efektif, karena menurut Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah Redjalam, penurunan suku bunga acuan tidak diikuti oleh merosotnya suku bunga kredit untuk masyarakat.

Dalam catata Piter, sejak 2020 lalu, BI sudah menurunkan suku bunga acuan sebesar 150 basis poin ke level terendah 3,5. Demikian pula dengan tingkat bunga deposito (DPK) sebesar 275 poin.

Hanya saia, lanjut Piter, penurunan kedua suku bunga tersebut tak diikuti oleh suku bunga kredit di level nasabah. Tak ayal, pelonggaran pembayaran bunga kredit yang diharapkan membantu daya beli masyarakat tak terjadi.

BACA JUGA :  Garuda Mendarat Darurat di Halim

Ia mencontohkan, misalnya, seorang nasabah bank dengan gaji Rp 5 juta per bulan memiliki bunga pinjaman Rp 1 juta per bulan. Dengan beban bunga diringankan menjadi Rp 500 ribu, daya beli diharapkan bertambah sebesar Rp 500 ribu.

Sayangnya, di lapangan, Piter menyebut skenario tersebut tak terjadi dan masyarakat tetap harus membayarkan beban bunga yang sama seperti sebelum pandemi Covid-19. Hal itu, menurut Piter, berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

“Kebijakan BI melakukan pelonggaran (suku bunga acuan) ternyata tidak efektif,” katanya pada konferensi Refleksi Ekonomi Akhir tahun CORE Indonesia, Rabu (29/12).

Menurut Piter, yang diuntungkan dari kebijakan tersebut hanya nasabah yang melakukan restrukturisasi utang yang mana mayoritasnya adalah perusahaan besar.

BACA JUGA :  Komunitas Masyarakat Sunda Kota Batam Kecam Keras Arteria Dahlan

“Artinya tidak ada dampak ke kemampuan daya beli kita, daya beli tetap sama saja, apa lagi yang kena PHK, kena potongan gaji, jadi kebijakan moneter tidak efektif,” beber Piter.

Ia menambahkan permasalahan transmisi suku bunga acuan BI ke masyarakat bukan hal baru. Piter menyebut masalah tersebut sudah berlarut. Melihat hal itu, Piter menyayangkan BI yang belum mampu menemukan solusinya.

“Kalau tidak diselesaikan, maka saya khawatir ekonomi kita tidak akan bisa lebih baik. Ini yang perlu PR-nya dikerjakan yang selama ini tidak dikerjain,” pungkasnya.

(*)

sumber: CNNIndonesi

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid