PERTUMBUHAN positif ekonomi Batam membawa dampak positif bagi Bright PLN Batam. Corporate Secretart PLN Batam, Hamidi Hamid mengatakan penjualan listrik ikut naik pesat, seiring pergerakan ekonomi Batam yang terus meningkat. Untuk menambah pasokan, anak perusahaan PLN Persero ini akan menambah kapasitas pembangkit listrik.
“Berangkat dari pertumbuhan ekonomi Batam yang semakin meningkat, sejalan juga dengan pertumbuhan penjualan listrik Batam yang naik pesat. Terhitung hingga akhir tahun 2022 ini, pertumbuhan penjualan listrik telah menyentuh angka 15,08 persen. Bisa dikatakan angka tersebut menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia,” ucapnya, Jumat (30/12).
Hamidi menambahkan, sebagai perusahaan penyedia ketenagalistrikan utama di Batam, PLN Batam siap menyediakan listrik untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurutnya kenaikan pemakaian listrik ini merupakan pertanda animo perekonomian mulai tumbuh.
“Saat ini daya mampu pasokan listrik PLN Batam adalah 579 MW, untuk beban puncak tertinggi di bulan Desember adalah 538 MW. Artinya cadangan daya yang tersisa sekitar 41 MW. Oleh karena itu, demi menjaga keandalan ketersediaan listrik bagi pelanggan, PLN Batam telah merencanakan penambahan kapasitas pembangkit guna peningkatan reserve margin dalam rangka menjaga sustainability ketenagalistrikan sebesar 460 MW hingga 2026, dimana dari jumlah tersebut 126 MW diantaranya berasal dari energi baru terbarukan (EBT),” paparnya.
Namun untuk mewujudkan hal tersebut, PLN Batam membutuhkan dukungan dari seluruh stakeholders dan pelanggan.
“Peningkatan mutu pelayanan kepada pelanggan, peningkatan elektrifikasi, hingga mendorong pengembangan kelistrikan yang tepat sasaran, kami membutuhkan dukungan semua pihak. Mari bersama-sama kita membangun ekonomi kota Batam dengan menjaga daya beli masyarakat, daya saing sektor industri dan bisnis, mengendalikan inflasi, serta memperkuat stabilitas perekonomian nasional,” ucapnya.
Berdasarkan data dari BPS Batam, pertumbuhan ekonomi Batam sejak 2021 hingga 2022 setelah pandemi Covid-19 terus mengalami peningkatan. Di 2021 tumbuh 4,75 persen dan di 2022 tumbuh 6 persen (leo).


