Hubungi kami di

Histori

Fenomena Laut Mati di Kepulauan Nias

iqbal fadillah

Terbit

|

FENOMENA Laut Mati ternyata tak hanya ada di Yordania saja. Di Indonesia juga ada. Tepatnya di Pantai Tureloto, Pulau Nias, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara.

Dilansir dari Indonesia Travel, Pantai Tureloto memiliki air laut biru jernih yang tenang dan langsung menghadap ke Samudera Hindia.

Berbeda dengan kebanyakan pantai di Nias, di Tureloto kamu tak hanya akan menjumpai pasir putih tapi juga hamparan karang.

Sejarah laut mati ini seperti dikutip dari otonomi.co.id,  sebenarnya duluTureloto sama seperti pantai-pantai lain dengan hamparan pasir putih.

Namun kemudian muncul batuan karang ke permukaan yang diakibatkan surutnya air laut karena gempa tahun 2005 silam.

Gugusan karang terletak beberapa meter dari bibir pantai. Deretan karangnya seolah membentengi laut dari ombak besar sehingga membentuknya seperti danau atau kolam alam.

Foto : © gosumatera.com

Foto : © gosumatera.com

jika ingin bermain air atau berenang di Pantai Tureloto. Sebab, gugusan karang yang membentenginya berfungsi sebagai pemecah ombak sehingga lebih aman. Dan bagi wisatawan yang tak bisa berenang juga tidak perlu khawatir tenggelam. Karena di pantai ini Anda akan dengan mudahnya terapung di permukaan.

Hal ini terjadi karena air laut di Pantai Tureloto memiliki kadar garam yang tinggi seperti air di Laut Mati, Yordania. Karena itu pula sebagian orang menjulukinya sebagai “Laut Mati-nya Indonesia.” ***

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook