Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Chery C5 CSH Resmi Hadir di Batam, Siap Temani Mobilitas Dinamis Kota Industri dan Maritim
    5 jam lalu
    Tinjau Posko Mudik, Bupati Bintan Pastiakn Pemudik Aman di Perjalanan
    6 jam lalu
    Ngemplang Pajak Daerah 4 Miliar Lebih, Bos Da Vienna Hotel Terancam di Penjara
    1 hari lalu
    Polda Kepri Amankan 5 Calo Tiket dan Oknum Pegawai Pelni di Pelabuhan Batu Ampar
    1 hari lalu
    Arus Mudik Lebaran, 43 Ribu Warga Tinggalkan Batam Pake Jalur Laut
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Dua Karakter Berbeda Orangtua
    4 hari lalu
    Aktifitas Kelompok Budidaya Laut Biru di Bintan
    4 hari lalu
    Bassist God Bless, Donny Fattah Gagola Meninggal Dunia
    2 minggu lalu
    Larangan Akses Digital untuk Anak di Bawah 16 Tahun
    2 minggu lalu
    Pembelajaran Sekolah Rakyat di Tanjungpinang Saat Ramadan
    3 minggu lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    6 hari lalu
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    3 minggu lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    1 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    2 bulan lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    2 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 minggu lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    1 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    2 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    2 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Geylang : “Menyusur Wilayah Kilang” Orang Melayu di Singapura

Editor Admin 1 tahun lalu 951 disimak
Pasar di Geylang Serai, Singapura di masa lalu. © F. roots.sgDisediakan oleh GoWest.ID

GEYLANG adalah salah satu kawasan yang kaya akan sejarah dan budaya di Singapura. Nama “Geylang” berasal dari kata Melayu “geylang,” yang berarti “menyusuri” atau “melintasi,” merujuk pada aliran sungai yang dulunya mengalir melalui daerah tersebut.

Daftar Isi
Kehidupan Masyarakat Masa LaluPerkembangan EkonomiGeylang Sekarang

“Gelang si paku Gelang,
Gelang si rama-rama.
Mari pulang, marilah pulang
Marilah pulang,
Bersama-sama.”

SYAIR di atas diambil dari lagu daerah tercinta “Gelang Sipaku Gelang” dan meskipun liriknya tidak sepenuhnya pasti, lagu tersebut sering dikaitkan dengan rasa memiliki yang kuat dari masyarakat Melayu terhadap Geylang Serai di Singapura. Alasannya dapat ditelusuri kembali ke tahun 1890-an, ketika Inggris memaksa orang Melayu dan Orang Laut (bahasa Melayu untuk “Orang Laut”) untuk pindah lebih jauh ke pedalaman dari pemukiman asli mereka di muara Sungai Singapura.

Mereka menetap di kawasan yang sekarang dikenal sebagai Geylang Serai, yang merupakan salah satu pemukiman Melayu tertua di Singapura. Nama daerah tersebut mengisyaratkan masa lalunya sebagai perkebunan serai dan geylang yang mungkin berasal dari kata Melayu kilang, yang berarti pabrik atau pabrik pengepresan. Ada juga yang menyebut, penamaan wilayah itu berasal dari kata Melayu “Geylang” yang berarti menyusuri atau melintasi, merujuk pada aliran sungai yang dulunya melintas di wilayah itu.

Sebagian besar wilayah tersebut direklamasi dari lahan rawa untuk membangun fondasi Geylang yang kita kenal sekarang.

Pada abad ke-19, Geylang merupakan daerah yang dikenal dengan kegiatan pertanian. Selain pertanian, wilayah Geylang saat itu adalah pusat perdagangan, serta salah satu permukiman Melayu tertua di Singapura. Laman visitsingapore menyebut bahwa sempat ada perkebunan serai yang luas di distrik itu, selama paruh akhir abad ke-19.

Sebuah perkampungan Melayu di wilayah Geylang Serai di awal abad 20. © F. Koleksi museum Singapura

Sebelum menjadi kawasan urban seperti sekarang, Geylang adalah wilayah pertanian yang subur. Geylang terkenal dengan tanahnya yang subur, yang cocok untuk pertanian. Petani, terutama dari komunitas Melayu dan Tionghoa, banyak menanam padi serta berbagai jenis sayur-sayuran.

Untuk mendukung pertanian padi, sistem irigasi yang baik dibangun, memanfaatkan sungai dan saluran air yang mengalir di daerah tersebut.

Kehidupan Masyarakat Masa Lalu

PENDUDUK Geylang pada masa itu sebagian besar terdiri dari petani dan keluarga yang bergantung pada hasil pertanian untuk kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, Geylang pada masa lalu adalah kawasan yang berfungsi sebagai sumber pangan, tempat tinggal, dan pusat kegiatan sosial bagi penduduknya, sebelum mengalami transformasi menjadi kawasan urban yang lebih modern.

Pasar di Geylang Serai, Singapura di masa lalu. © F. roots.sg

Dengan kedatangan para imigran dari Tiongkok, India, dan negara-negara lain, Geylang mulai berkembang menjadi kawasan pemukiman yang lebih padat.

Perkembangan Ekonomi

SEIRING dengan pertumbuhan populasi, Geylang juga menjadi pusat perdagangan dan komersial. Banyak toko, restoran, dan pasar dibuka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Geylang terkenal dengan kulinernya, terutama hidangan Melayu dan Tionghoa, yang mencerminkan keragaman budaya di daerah ini.

Salah satu sudut wilayah Geylang di Singapura saat ini. © F. visitsingapore

Geylang Sekarang

SAAT ini, Geylang dikenal tidak hanya sebagai kawasan bersejarah tetapi juga sebagai lokasi yang hidup dengan kehidupan malam yang ramai. Meskipun ada stigma tertentu terkait dengan kegiatan di kawasan ini, Geylang tetap menjadi tempat yang menarik untuk dijelajahi, dengan arsitektur yang unik, pasar malam, dan berbagai pilihan makanan.

Salah satu sudut wilayah di Geylang, Singapura sekarang. © F. geylangliving.sg

Geylang, yang terletak di sebelah timur Singapura, merupakan kawasan yang unik dan beragam, menggabungkan elemen tradisional dan modern. Berikut adalah beberapa aspek penting mengenai kondisi Geylang saat ini:

1. Kehidupan Urban dan Komersial

Geylang telah bertransformasi dari daerah pertanian menjadi kawasan yang padat dengan aktivitas komersial. Dengan berbagai toko, restoran, dan kafe, Geylang menawarkan pengalaman belanja dan kuliner yang kaya.

Suasana di salah satu sudut Geylang pada malam hari. © F. lasingapore.com

Jalan-jalan di Geylang terkenal dengan pilihan makanan yang beragam, dari hidangan Melayu, Tionghoa, hingga India.

2. Kehidupan Malam yang Ramai

Geylang juga dikenal dengan kehidupan malamnya yang aktif. Beberapa bagian kawasan ini menjadi pusat hiburan, dengan banyak bar, klub malam, dan tempat makan yang buka hingga larut malam.

Suasana di sudut Geylang pada malam hari. © F. ricemedia.co

Meskipun demikian, ada juga stigma terkait dengan beberapa aspek kehidupan malam di Geylang, yang sering kali menjadi sorotan media.

3. Warisan Budaya

Meskipun mengalami urbanisasi, Geylang tetap mempertahankan warisan budayanya. Beberapa bangunan bersejarah dan arsitektur tradisional masih dapat ditemukan di sepanjang jalan, termasuk rumah-rumah peranakan dan masjid.

Suasana saat even budaya di kawasan Geylang, Singapura. © F. everydaypeople.sg

Kegiatan budaya, seperti festival dan perayaan, masih dilestarikan oleh komunitas lokal.

Geylang merupakan contoh nyata dari keragaman budaya Singapura. Kawasan ini dihuni oleh berbagai komunitas, termasuk Melayu, Tionghoa, dan India. Interaksi antarbudaya ini tercermin dalam kuliner, bahasa, dan tradisi yang ada di Geylang.

Geylang mudah diakses melalui transportasi publik, dengan beberapa stasiun MRT dan jalur bus yang melayani kawasan ini. Ini menjadikannya tempat yang nyaman untuk dikunjungi oleh penduduk lokal maupun wisatawan.

Saat ini, Geylang adalah kawasan yang dinamis, menggabungkan kehidupan urban yang modern dengan warisan budaya yang kaya. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Geylang terus berkembang sebagai salah satu area yang menarik di Singapura, menawarkan pengalaman unik bagi siapa saja yang mengunjunginya.

(ham/sus)

Kaitan Geylang, History, sejarah, singapore, singapura
Admin 24 November 2024 24 November 2024
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Tanjung Uncang di Batam, ‘Tanjung Labuh’ yang Strategis
Artikel Selanjutnya 41 KK Warga Terdampak PSN Rempang Eco-City Tempati Hunian Baru di Tanjung Banun

APA YANG BARU?

Chery C5 CSH Resmi Hadir di Batam, Siap Temani Mobilitas Dinamis Kota Industri dan Maritim
Artikel 5 jam lalu 60 disimak
Tinjau Posko Mudik, Bupati Bintan Pastiakn Pemudik Aman di Perjalanan
Artikel 6 jam lalu 45 disimak
Ngemplang Pajak Daerah 4 Miliar Lebih, Bos Da Vienna Hotel Terancam di Penjara
Artikel 1 hari lalu 110 disimak
Polda Kepri Amankan 5 Calo Tiket dan Oknum Pegawai Pelni di Pelabuhan Batu Ampar
Artikel 1 hari lalu 102 disimak
Arus Mudik Lebaran, 43 Ribu Warga Tinggalkan Batam Pake Jalur Laut
Artikel 1 hari lalu 115 disimak

POPULER PEKAN INI

Kebijakan Pembebasan PBB-P2 bagi Veteran dan Pensiunan di Batam
Artikel 6 hari lalu 249 disimak
Lonjakan Harga Tiket Pesawat Domestik Jelang Lebaran 2026
Artikel 6 hari lalu 231 disimak
Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
Statistik 6 hari lalu 222 disimak
Sambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Pemko Batam Gelar Pawai Takbir Keliling
Artikel 4 hari lalu 204 disimak
Aktifitas Kelompok Budidaya Laut Biru di Bintan
Lingkungan 4 hari lalu 193 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?