Hubungi kami di

Gaptek? Gak Lah!

Google Putuskan Tak Lagi Jadi Search Engine Default di Android

Mike Wibisono

Terbit

|

Ilustrasi, mesin pencari Google. Ist.

GOOGLE memutuskan tak lagi menjadi search engine default atau mesin pencari bawaan di perangkat Android di Eropa. Perusahaan itu akan memberikan kesempatan ke search engine lain, seperti Yahoo atau Bing.

Mengutip The Verge, Kamis (10/6/2021), kebijakan Google ini akan berlaku mulai September mendatang.

Google akan memasukkan search engine lain secara gratis dan meningkatkan jumlah layanan yang akan ditampilkan. Sebelumnya, Android hanya menampilkan Google sebagai layanan search engine utama dan satu-satunya.

Kemudian, raksasa tersebut mengubahnya setelah kena denda anti persaingan sebesar 5 miliar dolar AS atau Rp 71,2 triliun. Saat ini, opsi search engine ini akan mencakup empat penyedia layanan, termasuk Google.

Tiga search engine lain akan dipilih melalui lelang yang dilakukan secara tertutup.

Masing-masing layanan search engine tersebut mesti menyertakan harga yang akan mereka bayar, apabila pengguna memakai produk mereka dari opsi tersebut.

Kemudian, Google akan menyeleksi tiga penawar dengan tertinggi dan menampilkannya dalam urutan acak di layar.

BACA JUGA :  Limbah Masker Bisa Diolah Jadi Produk Gasoline

Setelah berlaku mulai September, semua search engine akan dimasukkan dalam opsi untuk semua perangkat Android di wilayah Uni Eropa dan Inggris. Google akan menampilkan hingga 12 mesin penelusuran dan tidak perlu membayar alias gratis.

Lima opsi akan ditampilkan di atas sesuai kepopuleran mereka di masing-masing negara, yang dinilai dari layanan analisis web StatCounter, dan ditampilkan dalam urutan acak.

Di bawah lima besar search engine tersebut, Google kemudian akan menampilkan tujuh layanan lain yang juga ditampilkan secara acak.

Meskipun tidak perlu membayar, Google menerapkan sejumlah ketentuan. Mereka harus menawarkan layanan search engine umum yang berarti pencarian tidak boleh dibatasi pada satu topik tertentu.

Kemudian, search engine juga harus menawarkan aplikasi gratis di Google Play dan harus menyertakan bahasa lokal sesuai masing-masing negara.

(*)

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook