Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Banjir di Bengkong Swadebi Jadi Atensi Pemko Batam dan BP Batam
    6 jam lalu
    Gagalkan Penyelundupan 506 Ribu Batang Rokok Ilegal, Bea Cukai Batam Amankan Dua Speedboat
    8 jam lalu
    Rehabilitasi Asrama Haji Tanjungpinang Rp4 Miliar Ditargetkan Rampung Akhir 2026
    8 jam lalu
    Tanah Bergeser Hingga 8 Meter, Jalan Gajah Mada Rawan Kerusakan Berulang
    9 jam lalu
    Ratusan Eks Karyawan PT Ghimli Kembali Datangi DPRD Batam
    9 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    FIFA ASEAN Cup 2026, Menang Dramatis 9-2 Atas Bangladesh, Indonesia Singkirkan Malaysia
    23 jam lalu
    FIFA ASEAN Cup 2026, Laga Lawan Bangladesh Timnas Garuda Harus Menang Besar
    1 hari lalu
    Asian Games 2026, Panahan Sumbang Koleksi Emas untuk Indonesia
    1 hari lalu
    Asian Games 2026, Indonesai Tambah Emas Kembali dari Panjat Tebing Putri
    2 hari lalu
    Asian Games 2026, Ganda Putra Bulutangkis Sumbangkan Emas Ketiga Untuk Indonesia
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pohon Belian: Raksasa Kayu Besi dan Jejak Sejarahnya di Pulau Batam
    2 hari lalu
    Pelawan Merah: Pohon Eksotis yang Menjaga Hutan Kepulauan Riau
    3 hari lalu
    Nazief Soesiladharma (Walikota Batam Ketiga)
    3 hari lalu
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    2 minggu lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    4 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    8 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Hujan Buatan Untuk Atasi Kabut Asap di Malaysia

Editor Admin 7 tahun lalu 1.8k disimak

MALAYSIA berencana untuk menaburkan awan buatan untuk menghasilkan hujan karena kualitas udara di banyak daerah di negara itu telah mencapai tingkat yang tidak sehat akibat kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Kabut asap yang pekat beberapa waktu terakhir memaksa otoritas negara bagian Serawak meliburkan seluruh sekolah di wilayah tersebut. Keputusan ini diambil setelah Indeks Polutan Udara (API) di Malaysia dilaporkan melebihi angka 200 akibat karhutla yang diduga berasal dari upaya pembukaan lahan.

Seorang pejabat di Kementerian Lingkungan Hidup Malaysia, Gary Theseira, mengatakan negara itu sedang bersiap-siap melakukan penyemaian awan untuk mendorong hujan yang tidak kunjung datang selama musim kemarau.

“Bahan kimia akan dimuat dan pesawat akan lepas landas dan melakukan penyemaian awan,” katanya dilansir dari Strait Times, Selasa (10/9/2019)

Departemen meteorologi negara itu memperkirakan kondisi panas masih akan berlangsung, dan musim hujan diperkirakan baru akan tiba pada akhir September atau awal Oktober.

Kementerian Sains, Teknologi, dan Inovasi Malaysia mengatakan akan mengajukan keluhan kepada Indonesia karena kabut asap yang menyerbu masuk wilayahnya, dan menyerukan tindakan cepat yang harus diambil untuk memadamkan api.

Selain Malaysia, Singapura juga mengalami kondisi serupa pada hari ini. Udara di sana bercampur aroma dedaunan terbakar, meskipun indeks polutan tetap pada tingkat moderat tapi sejumlah warga mengeluhkan iritasi mata dan tenggorokan. Warga Negara Indonesia yang berdomisili di Singapura, Glen Chandra, mengatakan kondisi tersebut sudah terjadi sejak Minggu (8/9).

“Tahun ini kabut asap yang terparah menurut saya. Sejak pagi saya sudah harus menggunakan masker hidung biar enggak sesak nafas,” ujar Glen di laman Beritagar.

Indonesia membantah

Tudingan karhutla Indonesia sebagai penyebab kabut asap tersebut ditepis oleh Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG). Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R. Prabowo memastikan bantahan itu berdasarkan pantauan dan analisa data satelit.

“Tidak seperti yang diberitakan oleh media asing sebelumnya. Berdasarkan pantauan dan analisa data satelit, tidak ada sebaran asap yang terdeteksi di Sumatera yg melintas ke Semenanjung Malaysia,” ujar Mulyono dalam keterangan resmi dikutip Selasa (10/9).

BMKG mencatat sedikitnya 2.510 titik panas yang terpantau menyebar di seluruh wilayah Asia Tenggara. Seluruh titik panas itu terpantau oleh citra Satelit Terra Aqua MODIS, SNPP, NOAA20 dan Satelit Himawari-8 selama kurun 4-7 September 2019.

Pada citra satelit peringatan kebakaran hutan dan lahan, yang diolah Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), hingga pukul 11.00 WIB hari ini, terpantau ada 813 titik panas yang tersebar di Pulau Kalimantan.

https://www.google.com/maps/d/u/0/viewer?mid=1-XzuDX3k6827pE2BYqcvtuaffexu95Dq&ll=-3.2190722981090882%2C119.57025900000008&z=5

Sebaran titik panas terbanyak terdapat di Provinsi Kalimantan Tengah dengan jumlah mencapai 400 titik. Titik panas juga terdeteksi di wilayah perbatasan Indonesia dengan Serawak, Malaysia.

Menurut LAPAN, titik panas merupakan area yang memiliki suhu lebih tinggi dibandingkan sekitarnya yang dapat dideteksi satelit.

Plh Kapusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo, mengatakan pada akhir pekan kemarin kabut asap secara fluktuatif menyeberang ke wilayah Semenanjung Malaysia. Kondisi tersebut yang diduga menjadi pemicu transboundary haze pollution atau polusi lintas batas.

“Sejauh ini kondisinya masih aman. Pantauan hari ini, tidak ada yang melintasi batas,” ujar Agus seperti dilansir dari laman Beritagar.

Menurutnya, BNPB dan pemerintah daerah masih bekerja keras untuk memadamkan karhutla yang masih terjadi di beberapa tempat di Indonesia.

Untuk enam provinsi yang masuk prioritas penanganan, BNPB menerjunkan 9.072 personel. Mereka akan berpatroli, mengadakan sosialisasi, dan melakukan pemadaman darat. Ada juga pengerahan 37 pesawat untuk water bombing dan patroli. Khusus di Provinsi Riau, dikerahkan pesawat untuk operasi teknologi modifikasi cuaca atau hujan buatan.

Sumber : Straith Times / Beritagar

Kaitan kabut asap, Kebakaran Hutan, kepri, malaysia, riau, top
Admin 10 September 2019 10 September 2019
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya UKM Yang Urus Izin di PATEN, Wajib Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan
Artikel Selanjutnya Skenario Jalan Tol di Batam

APA YANG BARU?

Banjir di Bengkong Swadebi Jadi Atensi Pemko Batam dan BP Batam
Artikel 6 jam lalu 75 disimak
Gagalkan Penyelundupan 506 Ribu Batang Rokok Ilegal, Bea Cukai Batam Amankan Dua Speedboat
Artikel 8 jam lalu 170 disimak
Rehabilitasi Asrama Haji Tanjungpinang Rp4 Miliar Ditargetkan Rampung Akhir 2026
Artikel 8 jam lalu 200 disimak
Tanah Bergeser Hingga 8 Meter, Jalan Gajah Mada Rawan Kerusakan Berulang
Artikel 9 jam lalu 148 disimak
Ratusan Eks Karyawan PT Ghimli Kembali Datangi DPRD Batam
Artikel 9 jam lalu 183 disimak

POPULER PEKAN INI

Terkait Judul “Tambang Rexvin”, PT. Rexvin Group Beri Klarifikasi: Kami Bukan Perusahaan Tambang
Artikel 2 hari lalu 677 disimak
Penyelundupan 11,31 Kg Emas ke Singapura Gagal
Artikel 4 hari lalu 565 disimak
Uji Ketahanan Infrastruktur di Balik Lonjakan Investasi Rp500 Triliun Pusat Data Batam
In Depth 2 hari lalu 498 disimak
Nasib 1.025 Buruh PT Ghim Li Indonesia Masih Menggantung
Artikel 4 hari lalu 495 disimak
Pohon Belian: Raksasa Kayu Besi dan Jejak Sejarahnya di Pulau Batam
Rupa 2 hari lalu 490 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?