Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Bupati Bintan Komitmen Dukung Penguatan Ekraf Produk Fesyen Lokal
    1 jam lalu
    Perang di Timur Tengah Tidak Pengaruhi Rencana Jadwal Umrah dari Kota Batam
    2 jam lalu
    Kejari Batam Gelar Bazar Ramadhan Pasar Sembako Murah
    6 jam lalu
    Waka BP Batam Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Alam Kota Batam
    23 jam lalu
    Pemko Batam Gelar Peringtan Nuzulul Qur’an di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah
    24 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Pembelajaran Sekolah Rakyat di Tanjungpinang Saat Ramadan
    1 minggu lalu
    Sambut Lebaran 2026, Bandara Hang Nadim Batam Berikan Potongan Tarif 50%
    1 minggu lalu
    Kabupaten Karimun Siap Jadi Tuan Rumah Popda Kepri 2026
    2 minggu lalu
    Progres Persiapan Pembangunan Sekolah Rakyat di Bintan Terus Berjalan
    2 minggu lalu
    Pengaturan Jam Operasi Tempat Hiburan Malam Selama Ramadan di Batam
    2 minggu lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    6 hari lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    4 minggu lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    1 bulan lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    2 bulan lalu
    Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Batam 2025
    2 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    2 minggu lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 minggu lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    1 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    2 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    8 bulan lalu
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Hujan Buatan Untuk Atasi Kabut Asap di Malaysia

Editor Admin 6 tahun lalu 1.7k disimak

MALAYSIA berencana untuk menaburkan awan buatan untuk menghasilkan hujan karena kualitas udara di banyak daerah di negara itu telah mencapai tingkat yang tidak sehat akibat kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Kabut asap yang pekat beberapa waktu terakhir memaksa otoritas negara bagian Serawak meliburkan seluruh sekolah di wilayah tersebut. Keputusan ini diambil setelah Indeks Polutan Udara (API) di Malaysia dilaporkan melebihi angka 200 akibat karhutla yang diduga berasal dari upaya pembukaan lahan.

Seorang pejabat di Kementerian Lingkungan Hidup Malaysia, Gary Theseira, mengatakan negara itu sedang bersiap-siap melakukan penyemaian awan untuk mendorong hujan yang tidak kunjung datang selama musim kemarau.

“Bahan kimia akan dimuat dan pesawat akan lepas landas dan melakukan penyemaian awan,” katanya dilansir dari Strait Times, Selasa (10/9/2019)

Departemen meteorologi negara itu memperkirakan kondisi panas masih akan berlangsung, dan musim hujan diperkirakan baru akan tiba pada akhir September atau awal Oktober.

Kementerian Sains, Teknologi, dan Inovasi Malaysia mengatakan akan mengajukan keluhan kepada Indonesia karena kabut asap yang menyerbu masuk wilayahnya, dan menyerukan tindakan cepat yang harus diambil untuk memadamkan api.

Selain Malaysia, Singapura juga mengalami kondisi serupa pada hari ini. Udara di sana bercampur aroma dedaunan terbakar, meskipun indeks polutan tetap pada tingkat moderat tapi sejumlah warga mengeluhkan iritasi mata dan tenggorokan. Warga Negara Indonesia yang berdomisili di Singapura, Glen Chandra, mengatakan kondisi tersebut sudah terjadi sejak Minggu (8/9).

“Tahun ini kabut asap yang terparah menurut saya. Sejak pagi saya sudah harus menggunakan masker hidung biar enggak sesak nafas,” ujar Glen di laman Beritagar.

Indonesia membantah

Tudingan karhutla Indonesia sebagai penyebab kabut asap tersebut ditepis oleh Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG). Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R. Prabowo memastikan bantahan itu berdasarkan pantauan dan analisa data satelit.

“Tidak seperti yang diberitakan oleh media asing sebelumnya. Berdasarkan pantauan dan analisa data satelit, tidak ada sebaran asap yang terdeteksi di Sumatera yg melintas ke Semenanjung Malaysia,” ujar Mulyono dalam keterangan resmi dikutip Selasa (10/9).

BMKG mencatat sedikitnya 2.510 titik panas yang terpantau menyebar di seluruh wilayah Asia Tenggara. Seluruh titik panas itu terpantau oleh citra Satelit Terra Aqua MODIS, SNPP, NOAA20 dan Satelit Himawari-8 selama kurun 4-7 September 2019.

Pada citra satelit peringatan kebakaran hutan dan lahan, yang diolah Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), hingga pukul 11.00 WIB hari ini, terpantau ada 813 titik panas yang tersebar di Pulau Kalimantan.

https://www.google.com/maps/d/u/0/viewer?mid=1-XzuDX3k6827pE2BYqcvtuaffexu95Dq&ll=-3.2190722981090882%2C119.57025900000008&z=5

Sebaran titik panas terbanyak terdapat di Provinsi Kalimantan Tengah dengan jumlah mencapai 400 titik. Titik panas juga terdeteksi di wilayah perbatasan Indonesia dengan Serawak, Malaysia.

Menurut LAPAN, titik panas merupakan area yang memiliki suhu lebih tinggi dibandingkan sekitarnya yang dapat dideteksi satelit.

Plh Kapusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo, mengatakan pada akhir pekan kemarin kabut asap secara fluktuatif menyeberang ke wilayah Semenanjung Malaysia. Kondisi tersebut yang diduga menjadi pemicu transboundary haze pollution atau polusi lintas batas.

“Sejauh ini kondisinya masih aman. Pantauan hari ini, tidak ada yang melintasi batas,” ujar Agus seperti dilansir dari laman Beritagar.

Menurutnya, BNPB dan pemerintah daerah masih bekerja keras untuk memadamkan karhutla yang masih terjadi di beberapa tempat di Indonesia.

Untuk enam provinsi yang masuk prioritas penanganan, BNPB menerjunkan 9.072 personel. Mereka akan berpatroli, mengadakan sosialisasi, dan melakukan pemadaman darat. Ada juga pengerahan 37 pesawat untuk water bombing dan patroli. Khusus di Provinsi Riau, dikerahkan pesawat untuk operasi teknologi modifikasi cuaca atau hujan buatan.

Sumber : Straith Times / Beritagar

Kaitan kabut asap, Kebakaran Hutan, kepri, malaysia, riau, top
Admin 10 September 2019 10 September 2019
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya UKM Yang Urus Izin di PATEN, Wajib Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan
Artikel Selanjutnya Skenario Jalan Tol di Batam

APA YANG BARU?

Bupati Bintan Komitmen Dukung Penguatan Ekraf Produk Fesyen Lokal
Artikel 1 jam lalu 39 disimak
Perang di Timur Tengah Tidak Pengaruhi Rencana Jadwal Umrah dari Kota Batam
Artikel 2 jam lalu 54 disimak
Kejari Batam Gelar Bazar Ramadhan Pasar Sembako Murah
Artikel 6 jam lalu 43 disimak
Waka BP Batam Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Alam Kota Batam
Artikel 23 jam lalu 46 disimak
Pemko Batam Gelar Peringtan Nuzulul Qur’an di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah
Artikel 24 jam lalu 40 disimak

POPULER PEKAN INI

Pemko Batam Gelar Safari Ramadhan di Masjid Al-Ishlaah, Berikan Bantuan Rp40 Jt
Artikel 6 hari lalu 442 disimak
Pembatasan Minimarket di Batam; Pro dan Kontra di Kalangan Pengusaha
Artikel 5 hari lalu 271 disimak
Mudik Gratis Batam-Belawan 2026, Kuota 250 Kursi
Artikel 6 hari lalu 251 disimak
Nasabah Kehilangan Rp4,3 Miliar dalam 40 Menit
Artikel 5 hari lalu 247 disimak
Berikan Kelapa Utuh di Menu MBG, SPPG Seri Kuala Lobam Bintan Dapat Teguran
Artikel 4 hari lalu 239 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?