Hubungi kami di

Pendidikan

Jalur Cepat Vokasi, Diploma II Cukup 3 Semester

ilham kurnia

Terbit

|

Ilustrasi

DURASI waktu kuliah jenjang Diploma Dua (D.II) biasanya dijalani sebanyak empat semester atau dua tahun. Namun dengan adanya skema Jalur Cepat SMK-DII yang baru diresmikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kuliah DII cukup tiga semester saja.

Untuk bisa menjalankan skema studi jalur cepat itu, siswa harus sudah menyelesaikan belajar di SMK tiga tahun terlebih dahulu. Termasuk mengikuti program praktik kerja lapangan selama enam bulan.

Nah praktek kerja lapangan ini diakui 18 satuan kredit semester (SKS).

Dengan bekal 18 SKS yang sudah ditempuh di SMK tersebut, maka siswa tinggal melanjutkan sisanya di perguruan tinggi vokasi (PTV) atau politeknik. Dengan adanya 18 SKS yang diambil di jenjang SMK, maka proses kuliah di politeknik cukup tiga semester saja.

Jadi skemanya siswa menempuh enam semester di SMK dan tiga semester menjadi mahasiswa, kata Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto di Jakarta Minggu (15/11). Dengan cara seperti ini pengalaman siswa di dunia usaha dan dunia industri bisa lebih banyak.

Wikan menjelaskan, untuk menjalankan program ini, SMK harus bekerjasama dengan politeknik atau PTV yang memiliki program studi linier. Dengan demikian selama empat setengah tahun siswa berhak mendapatkan ijazah SMK dan D2 sekaligus.

BACA JUGA :  Sekolah Boleh Normal Lagi, Mendagri Sebut Potensi Penularan Covid 19 Dari Transportasi Sekolah

Salah satu SMK yang menjalankan skema jalur cepat itu adalah SMK Model PGRI 1 Mejayan di Madiun. Kepala SMK Model PGRI 1 Mejayan Sampun Hadam, menjelaskan sekolah yang dia pimpin menjadi salah satu pilot project atau percontohan program diploma dua jalur cepat.

’’Hal ini bukan tiba-tiba. Tetapi telah melalui proses yang panjang,’’ katanya saat dikonfirmasi Minggu (15/11).

Dia mengatakan Sejak dua tahun terakhir SMK Model PGRI 1 Mejayan telah melakukan assessment setiap semester. Mulai dari semester 1 sampai 4 bersama industri yang menjadi mitra.

Misalnya untuk jurusan pemesinan salah satunya bekerjasama dengan INKA. Dengan kerjasama itu pihak industri mengikuti proses perkembangan pendidikan di SMK. Mulai dari semester pertama sampai kelulusan.

’’SMK Model PGRI 1 Mejayan menggunakan strategi pendidikan dan latihan dengan target jelas dan terukur,’’ kata dia. Misalnya di kelas satu atau semester 1 dan 2, siswa konsentrasi pada karakter, performa, komunikasi, kreativitas, dan basic skill yang kuat.

(*)

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook