Hubungi kami di

Hidup Sehat

Jangan Tidur Dengan Lensa Kontak

iqbal fadillah

Terbit

|

PENGGUNA  lensa kontak rutin mungkin pernah satu atau dua kali tertidur tanpa sempat melepas lensa kontak. Hal ini tentu tidak dianjurkan, tapi tak banyak yang mengetahui alasan di balik larangan untuk tidur dengan lensa kontak.

Spesialis mata dari Farmingdale, Russell Wohl, mengatakan ada beberapa risiko yang mungkin menghantui pengguna lensa kontak yang tertidur dengan lensa kontak mereka. Salah satu risiko tersebut ialah hypoxia atau kekurangan oksigen di bagian tertentu tubuh.

Oksigen merupakan hal penting untuk menjaga kesehatan kornea. Ketika seseorang tertidur, Wohl mengatakan paparan oksigen ke kornea menjadi berkurang. Paparan oksigen masih bisa didapatkan melalui pembuluh darah, namun tidak akan sebanyak ketika seseorang dalam posisi terbangun.

Tertidur dengan lensa kontak akan membuat pasokan oksigen ini semakin berkurang lagi pada kornea. Hal ini disebabkan karena lensa kontak menciptakan penghalang antara oksigen dan kornea. Kondisi ini yang kemudian berisiko menyebabkan hypoxia.

“Meskipun beberapa lensa kontak, yang extended wear, memungkinkan oksigen untuk menembus masuk,” jelas Wohl seperti dilansir Fox News.

Di sisi lain, tertidur dengan lensa kontak juga dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi. Risiko infeksi membesar karnea bakteri dari lensa kontak bisa masuk ke dalam kornea namun tidak ada jalan untuk mengeluarkan bakteri tersebut karena mata dalam keadaan tertutup. Wohl mengatakan bakteri ini dapat dengan cepat menyebabkan kerusakan pada kornea di mana risiko terburuk ialah gangguan penglihatan.

Wohl mengatakan tertidur dengan lensa kontak hanya satu kali mungkin tidak akan menyebabkan sesorang mengalami masalah serius. Akan tetapi, jika tertidur dengan lensa kontak menjadi sebuah kebiasaan, maka risiko masalah kesehatan mata yang mungkin dialami akan semakin tinggi.

Mulanya, mata akan menjadi sangat merah dan pengguna lensa kontak akan merasakan seperti ada sesuatu di mata. Mata pun akan terasa pedih sepanjang waktu dengan kondisi kelopak mata yang terlihat mengalami peradangan. Kebiasaan buruk tertidur dengan lensa kontak juga akan membuat daya penglihatan menurun. Melihat cahaya lampu bahkan akan terasa sama menyilaukannya dengan melihat matahari.

Wohl mengatakan gejala-gejala tersebut menunjukkan adanya infeksi yang terjadi pada mata. Kondisi ini, lanjut Wohl, harus segera diperiksakan ke dokter mata untuk mendapatkan penanganan. ‘Kabar baiknya’, sebagian besar kasus dapat diperbaiki dengan cara tidak menggunakan lensa kontak dan membiarkan tubuh bekerja untuk memperbaiki kondisi tersebut.

“Jika bertambah buruk, dokter akan memberikan resep obat untuk Anda,” ungkap Wohl.

Untuk menghindari risiko yang tak diinginkan, Wohl menyarankan pengguna lensa kontak rajin untuk melepaskan lensa kontak mereka setiap malam sebelum tidur. Meski menggunakan lensa kontak extended wear, Wohl menilai melepaskan lensa kontak setiap malam sebelum tidur merupakan opsi paling baik dan sehat untuk mata.

“Saya sarankan setiap orang untuk melepas lensa kontak mereka setiap hari. Jika Anda bertanya pada saya, itu merupakan opsi tersehat,” kata Wohl.

Pada dasarnya, lensa kontak merupakan objek asing yang ‘diperkenalkan’ pada tubuh sehingga tubuh membutuhkan waktu agar terbiasa. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) bahkan mengategorikan kontak lensa sebagai obat.

“Anda memang tidak mencerna lensa kontak, lensa kontak hanya terdiam di mata Anda, tetapi tubuh Anda harus terbiasa dengan itu,” terang Wohl.

Wohl menjelaskan air mata seseorang memiliki tingkat keasaman pH tertentu. Derajat pH ini umumnya tidak sama dengan larutan lensa kontak, sehingga mata akan mengeluarkan air mata untuk membuang larutan tersebut ketika seseorang mengenakan lensa kontak.

Di sisi lain, Wohl mengatakan penggunaan lensa kotnak juga dapat menyebabkan mata kering, dan memperburuk kondisi mata yang semula sudah kering. Wohl mengatakan lensa kontak harus mendapatkan kelembapan setelah dipisahkan dari larutan penyimpanan lensa kontak. Jika pengguna lensa kontak tak memiliki air mata yang cukup banyak atau sudah menderita mata kering sebelumnya, maka lensa kontak akan memperparah kondisi tersebut.

“Lensa kontak hanya akan membuatnya jadi lebih buruk,” ujar Wohl. ***

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook