INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak positif pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat (3/6/2022). Demikian juga dengan mata uang garuda yang menguat pada perdagangan pasar spot.
Pada penutupan hari ini, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp 14.432 per dolar AS di perdagangan pasar spot. Mata uang Garuda menguat 48 poin atau 0,33 persen dari Rp 14.480 per dolar AS pada Kamis (2/6).
Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp 14.431 per dolar AS atau menguat dari Rp 14.526 per dolar AS pada Kamis kemarin.
Rupiah menguat bersama sebagian mata uang Asia lain, seperti won Korea Selatan menguat 0,76 persen, yuan China 0,39 persen, baht Thailand 0,05 persen, dan ringgit Malaysia 0,02 persen.
Namun, dolar Hong Kong stagnan. Sedangkan peso Filipina melemah 0,15 persen, dolar Singapura minus 0,09 persen, yen Jepang minus 0,03 persen, dan rupee India minus 0,02 persen.
Sebaliknya, mayoritas mata uang utama negara maju menguat dari dolar AS. Rubel Rusia menguat 1,63 persen, franc Swiss 0,18 persen, euro Eropa 0,11 persen, poundsterling Inggris 0,03 persen, dan dolar Kanada 0,01 persen. Hanya dolar Australia yang melemah 0,08 persen.
Analis sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengatakan rupiah menguat berkat kinerja positif bursa saham global, termasuk Indonesia. Tercatat, IHSG menguat ke level 7.182 pada penutupan perdagangan hari ini.
“Pasar saham di seluruh dunia naik. Dolar AS jatuh,” ungkap Ibrahim.
Di sisi lain, pergerakan mata uang dunia juga dipengaruhi oleh ekspektasi pasar terhadap Arab Saudi untuk meningkatkan produksi minyak mereka. Apabila hal ini terjadi diperkirakan harga minyak akan sedikit turun.
Sedangkan di dalam negeri, pergerakan rupiah masih dibayangi oleh realisasi inflasi Indonesia sebesar 0,4 persen pada Mei 2022.
Realisasinya lebih rendah dari 0,95 persen pada April 2022 sehingga menurunkan kekhawatiran pasar terhadap gelombang inflasi tinggi yang tengah menghantam dunia.
Sementara itu, IHSG ditutup menguat pada perdagangan Jumat (3/6/2022). Indeks saham mendarat di level 7.182, naik 34,23 poin atau 0,48 persen.
Dilansir RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp 18,62 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 34,2 miliar saham. Pelaku pasar asing mencatatkan beli bersih atau net buy di seluruh pasar sebesar Rp 180,3 miliar.
Pada penutupan kali ini, 245 saham menguat, 280 terkoreksi, dan 167 lainnya stagnan. Terpantau, lima dari sebelas indeks sektoral melemah, dipimpin oleh sektor kesehatan sebesar minus 1,86 persen.
Kemudian ke bursa asing, bursa saham Asia tampak bervariasi. Tercatat, indeks Nikkei 225 di Jepang naik 1,27 persen, indeks Hang Seng Composite di Hong Kong turun 0,84 persen dan indeks Kospi di Korea Selatan naik 0,44 persen.
Bursa saham Eropa juga mengalami hal serupa. Terpantau, indeks FTSE 100 di Inggris turun 0,32 persen, indeks CAC 40 di Perancis naik 0,25 persen, dan indeks DAX di Jerman naik 0,26 persen.
Sementara itu, bursa Amerika kompak menguat. Indeks S&P; 500 naik 1,84 persen, indeks NYSE naik 1,60 persen, sementara indeks NASDAQ naik 2,69 persen.
(*)
sumber: CNN Indonesia.com


