Hubungi kami di

Ini Batam

Kadis BMSDA Kota Batam Kunjungi Museum Batam Raja Ali Haji

iqbal fadillah

Terbit

|

Kadis BMSDA Kota Batam, Yumasnur menyimak pemaparan Kadis Budpar Kota Batam, Ardiwinata saat berkunjung ke Museum Batam Raja Ali Haji, Rabu (20/1). Photo : @Ist.

KEPALA Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Batam, Yumasnur mengunjungi Musuem Batam Raja Ali Haji, bertempat di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Rabu (20/1).

Kedatangan Kadis BMSDA ini disambut oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata yang langsung mengajak mengelilingi museum.

Dalam diskusinya Ardi berharap ada kerjasama dengan Dinas BMSDA untuk koleksi museum sehingga museum yang diresmikan (soft opening) 18 Desember 2020 lalu ini berkembang dan menarik wisatawan.

“Kita terus menambah koleksi musuem, Pak Yu (Kepala Dinas BMSDA Kota Batam) juga bisa ikut mengisi tata pamer musuem,” katanya.

Sambil melihat koleksi, Ardi menjelaskan tentang khazanah mulai dari Khazanah Riau Lingga, Khazanah Nong Isa, Masa Jepang serta koleksi yang dipajang seperti replika cogan merupakan alat kebesaran Kerajaan Johor, Pahang, Riau, dan Lingga, dua unit meriam yang didatang dari Belakang Padang, dan kemarik dari Dinasti Ming.

BACA JUGA :  Tarif Airport Tax Bandara Hang Nadim Naik

“Ini Pak Yu keramik dari laut diperkirakan berasal dari Dinasti Ming yang diperoleh dari kapal yang karam diperairan laut Pulau Batam,” terangnya.

Kemudian melanjutkan ke masa Kemerdekaan Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kepri, Otorita Pertama, era BJ Habibie, Kota Administratif, masuk Sejarah Astaka, Khazanah Melayu, sampai infrastruktur atau era Batam sekarang.

Kepala Dinas BMSDA Kota Batam, Yumasnur menilai Musuem Batam menggambarkan kondisi Batam dari sampai kondisi sekarang.

“Saya melihat mengelilingi semua ruangan musuem, penataannya bagus sekali termasuk yang disajikan di musuem menggambarkan sejarah pembangunan Batam sebelumnya sampai kondisi sekarang,” ujar dia.

Menurutnya informasi tentang koleksi musuem baik foto dan benda yang dipajang mudah dipahami. Ia mengapresiasi adanya khazanah infrastruktur yang menggambarkan pembangunan infrastruktur Kota Batam.

“Memang periode pimpinan kita sekarang mempercepat perubahan infrastruktur, pengunjung bisa melihat Batam lima tahun sebelumnya di musuem. In sha allah saya akan bantu menambah koleksi Museum” ujarnya saat mengakhiri kunjungan. (*)

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook