Hubungi kami di

Ini Batam

Terancam Hukuman Kebiri | Pelaku Kejahatan Seksual Tehadap Anak Diamankan

iqbal fadillah

Terbit

|

Dir. Reskrimum Polda Kepri, Kombes Pol. Arie Dharmanto, S.Ik, bersama Kabid. Humas Polda Kepri, Kombes Pol. Harry Goldenhardt S, S.IK saat Konferensi Pers di Mapolda Kepri, Rabu (20/1). Photo : @Ist.

TERSANGKA pelaku tindak kejahatan seksual terhadap anak-anak dibawah umur, RS diamankan oleh satuan Subdit IV Dit Reskrimum Polda Kepri. Menurut pengakuan tersangka, dirinya sudah melakukan tindakan kejahatanya terhadap 10 orang anak dibawah umur.

Demikian disampaikan oleh Dir. Reskrimum Polda Kepri, Kombes Pol. Arie Dharmanto, S.Ik, saat Konferensi Pers di Mapolda Kepri, Rabu (20/1) yang juga didampingi Kabid. Humas Polda Kepri, Kombes Pol. Harry Goldenhardt S, S.IK.

Dalam keteranganya Harry Goldenhardat menjelaskan, Tim Dit Reskrimum Polda Kepri berhasil mengamankan tersangka berinisial RS. Dari hasil penyidikan dan penyelidikan diawal, bahwa tersangka ini melakukan tindak kejahatannya di dua lokasi hotel yang ada di daerah Pelita, Kota Batam pada September 2020 yang lalu.

“Modus yang dilakukan oleh tersangka yang berprofesi sebagai Fotografer ini, melakukan bujuk rayu dan menawarkan korban sebagai model foto sehingga para korban menuruti keinginan tersangka” jelas Harry Goldenhardt S.

Menurut Harry, hasil pemeriksaan diawal bahwa ada 10 orang anak yang menjadi korbannya, namun penyeledikan ini akan terus berkembang dan tidak berhenti sampai disini saja.

Dari kejahatan yang dilakukan oleh tersangka ini berhasil diamankan juga barang bukti 1 unit Handphone yang digunakan tersangka untuk Chating dengan para korbannya, 1 buah Kamera, 1 helai baju warna abu-abu, 1 helai celana panjang warna biru, 1 helai celana dalam warna ungu, 1 helai Bra warna hitam, 1 helai baju warna hitam motif kotak-kotak dan 1 helai celana panjang warna biru.

BACA JUGA :  Program Ketahanan Pangan Polresta Barelang Kembangkan Budidaya Sayuran Baby Kailan dan Sawi

“Atas kejahatan yang dilakukannya tersangka dikenakan Pasal 81 Ayat 2 dan Ayat 5 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Dengan Ancaman Hukuman Penjara Paling Singkat 5 (Lima) Tahun Dan Paling Lama 15 (Lima Belas) Tahun Dan Denda Paling Banyak Rp. 5.000.000.000” tambah Kabid Humas Polda Kepri.

Sementara itu Dir Reskrimum Polda Kepri menjelaskan, selain melakukan pemeriksaan terhadap tersangaka, tim juga melakukan pemeriksaan terhadap para korban dan saksi, dan juga terus melakukan pendalaman serta pengembangan terhadap dugaan adanya korban lainnya serta melakukan koordinasi dengan P2TP2A Provinsi Kepri sebagai pendampingan kepada korban.

“Menurut pengakuan tersangka ini telah melakukan kejahatannya lebih dari 10 korban dan yang dia ingat hanya 10 nama, hal ini tidak menutup kemungkinan korbannya lebih dari 10 orang karena sewaktu didalam pemeriksaan pelaku ini mengatakan banyak lupa dan yang diingat hanya 10 nama korban, dari para korban-korban nya tersebut 2 orang diantaranya sudah hamil” jelas Arie Dharmanto.

“Dalam penegakkan hukum terhadap perlindungan anak ini, bahwa kita juga akan menerapkan Undang-undang baru, yang sudah ditandatangani oleh bapak Presiden RI yang salah satunya didalam ayat tersebut adalah pemberian hukuman Kebiri Kimia yang dilakukan sesuai dengan putusan hakim di pengadilan” pungkas Arie Dharmanto. (*)

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook