Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Cuaca Kota Batam Hari ini Panas Berawan, Suhu Mencapai 33 Derajat
    10 jam lalu
    19 Penerbangan Batam–Jakarta Batal Akibat Abu Krakatau, Penumpang Beralih ke Rute Transit
    13 jam lalu
    Akses Udara Terganggu, Agenda MICE dan Wisata Batam Ikut Terdampak
    13 jam lalu
    Penyusutan DAM Nongsa Mulai Ancam Suplai ke Kawasan Data Centre
    14 jam lalu
    Lahan Tiga Hektar Di Lagoi Hangus Dilalap Si Jago Merah
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Ekspedisi Dokumentasi Prasasti Pasir Panjang 1955
    11 jam lalu
    “Absensi Digital Langsung ke WhatsApp Orang Tua’
    13 jam lalu
    Makanan Beracun, dan Bagaimana McDonald’s Menghindarinya
    2 hari lalu
    Dari Letnan Asworth ke Brandes; Inkripsi Prasasti Budha di Karimun
    5 hari lalu
    Pembaca Lansia
    5 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    8
    Masjid Al Mubaraq, Karimun (Masjid Raja Haji Abdullah)
    1 hari lalu
    Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026
    2 hari lalu
    Tanjung Lamun, Batam
    3 hari lalu
    Gunung Kijang, Bintan
    3 hari lalu
    Gedung Beringin, Batam
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    7 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Kampung Patam Dalam Lintasan Sejarah

Editor Admin 5 tahun lalu 1.6k disimak

MEMASUKI area kampung Patam, kita seperti melihat kebersahajaan di tengah dinamika kota Batam yang berkembang. Lokasi pemukiman warga di Patam Lestari memang baru didirikan beberapa puluh tahun belakangan.

Namun, nuansa perkampungannya tetap terasa. Warga aslinya, sebelumnya bertempat tinggal di lokasi perkampungan tua Patam yang berjarak beberapa kilometer dari lokasi yang sekarang. Lokasi perkampungan lama mereka kini sudah berubah menjadi lapangan golf.

Bercerita tentang Patam tua, kampung ini memiliki lintasan cerita panjang tempo dulu. Dari cerita turun menurun dan saibul hikayat, sejarah kampung ini di mulai sekitar tahun 1840 di Tanjung Pinggir.

Kala itu kampung tersebut kedatangan serombongan orang yang mengaku dari
Bintan.

Rombongan ini dipimpin oleh seorang yang dipanggil Datuk Janggut. Dari kisah nama asli Datuk Janggut adalah Gadoh bin Pandak. Kepada Penghulu kawasan tersebut, Datuk Janggut memohon izin tinggal di kawasan itu.

Alasan mereka ke tempat itu karena berpindah angin atau istilah kala itu mencari tempat pekerjaan baru seperti berdagang, bertani, dan nelayan.

Izin pun diberikan, Datuk Janggut bersama rombongan yang tak lebih dari 10 orang pria dan wanita tersebut memulai hidup baru mereka. Tempat diberikan kepada rombongan ini berada di kawasan pantai yang indah, dan berhadapan langsung dengan Singapura dan Johor.

Kampung tersebut berkembang, lambat laun kampung pun diberi nama Patam. Tim GoWest Indonesia dan Beplus Indonesia yang mencoba menelusuri asal mula nama Patam yang dilekatkan pada kampung tua itu, mencoba menemui seseorang yang bernama Muhammad Zein (74 tahun).

Muhammad Zein saat ditemui tim GoWest Indonesia dan Beplus Indonesia. © GoWestID/ Beplus Indonesia

Zein merupakan keturunan cucu/ cicit dari seorang tokoh dan warga asli di kampung Patam Tua/ Lama, Dachlan Aman.

Menurutnya, Ada cerita sendiri dalam pemberian nama Patam pada ratusan tahun lalu. Dari kisah turun temurun, meski kampung telah berkembang, sebelumnya tidak ada nama khusus untuk daerah yang didiami orang tersebut.

Cerita pun bermula, saat itu ada seorang warga keturunan Tionghoa juga tinggal di kampung tak bernama itu. Kehidupan warga Tionghoa
tersebut cukup mapan, warga pun memanggilnya tauke atau bos.

Suatu hari rumah sang tauke disatroni beberapa orang perampok. Untungnya ada seorang warga yang mengetahui kejadian tersebut, dan melaporkan ke salah seorang
tokoh masyarakat di sana bernama Datuk Said atau Tok Engku, yang dikenal sebagai seorang pendekar.

Dengan sigap si tokoh masyarakat tersebut menuju rumah tauke. Perampok yang mengetahui tokoh masyarakat datang, langsung kabur tunggang langgang bahkan diceritakan para perampok itu sempat pitam
(atau pandangan menghitam).

Dari kisah perampok yang pitam itu lalu kampung tersebut berubah nama Patam diambil dari kata Pitam. Begitu cerita turun temurun awal nama kampung Patam.

Kampung Patam lama itupun kemudian berkembang, lambat laun kampung pun diberi nama Patam.

Hingga hari ini lokasi Kampung tersebut dikenal dengan nama Patam Lama, yang terbagi dari lima kawasan yang berada berdekatan yakni Patam Darat, Patam Laut, Mentarau, Seberang Patam, dan Dangas.

Ada yang unik juga di sini. Saat pemindahan dari lokasi lama kampung Patam tua, warga aslinya juga ikut memindahkan masjid dan makam seorang ulama yang sebelumnya berada di kampung lama mereka.

Masjid Al Hidayah saat masih berada di kampung Patam tua/ lama, sekitar tahun 1960-an. Ist.
Tim kami bersama ketua RT setempat, Suprapto berlatar Masjid Al Hidayah saat ini di kampung Patam Lestari. © GoWestID/ Beplus Indonesia

Patam saat ini

PATAM sendiri saat ini adalah kelurahan yang berada di kecamatan Sekupang. Luas wilayah kelurahan ini adalah 6,16 km², dengan jumlah penduduk tahun 2020 sebanyak 23.921 jiwa, dan kepadatan 3.883 jiwa/km².

Kampung Tua Patam Lestari adalah bagian dari Kelurahan Patam. Beberapa puluh tahun lalu atau sebelum tahun 1990, sebagian besar masyarakat Patam Lestari bertempat tinggal di Patam Tua/ Lama.

(*/nes)

Sumber : BEPLUS INDONESIA

Kaitan kampung tua, kota, Patam
Admin 7 Juli 2021 7 Juli 2021
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira1
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Dampak Ekonomi Jika COVID-19 Tembus 40 ribu Sehari
Artikel Selanjutnya Rapat Forkopimda Batam | Shalat Idul Adha Berjemaah Harus Di Lapangan

APA YANG BARU?

Cuaca Kota Batam Hari ini Panas Berawan, Suhu Mencapai 33 Derajat
Artikel 10 jam lalu 101 disimak
Ekspedisi Dokumentasi Prasasti Pasir Panjang 1955
Histori 11 jam lalu 143 disimak
“Absensi Digital Langsung ke WhatsApp Orang Tua’
Catatan Netizen 13 jam lalu 138 disimak
19 Penerbangan Batam–Jakarta Batal Akibat Abu Krakatau, Penumpang Beralih ke Rute Transit
Artikel 13 jam lalu 191 disimak
Akses Udara Terganggu, Agenda MICE dan Wisata Batam Ikut Terdampak
Artikel 13 jam lalu 147 disimak

POPULER PEKAN INI

BMKG Batam: “Cuaca Kota Batam Awal Bulan September Cerah Berawan”
Artikel 6 hari lalu 375 disimak
Batam Belum Terdampak Abu Vulkanik Krakatau
Artikel 2 hari lalu 366 disimak
Ribuan Penumpang di Bandara Hang Nadim Batam Terdampak
Artikel 2 hari lalu 329 disimak
Penerbangan Jakarta – Batam Dihentikan Sementara
Artikel 2 hari lalu 319 disimak
Makanan Beracun, dan Bagaimana McDonald’s Menghindarinya
Catatan Netizen 2 hari lalu 306 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?