Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Terkait Judul “Tambang Rexvin”, PT. Rexvin Group Beri Klarifikasi: Kami Bukan Perusahaan Tambang
    9 jam lalu
    Uji Ketahanan Infrastruktur di Balik Lonjakan Investasi Rp500 Triliun Pusat Data Batam
    15 jam lalu
    Polda Kepri Bongkar Penyelundupan Suku Cadang Pesawat dari Singapura
    22 jam lalu
    Sempat Diamuk Massa, Dua Orang Pelaku Curanmor di Tanjung Uma Diamankan Polisi
    1 hari lalu
    Siswi SMK di Bintan Ditemukan Meninggal Tergantung di Kamarnya
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Asian Games 2026, Ganda Putra Bulutangkis Sumbangkan Emas Ketiga Untuk Indonesia
    1 hari lalu
    Siswa di Tanjungpinang Diliburkan, Belajar Online
    1 hari lalu
    Disdik Kota Batam Kembali Lakukan Kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR)
    2 hari lalu
    FIFA ASEAN Cup 2026, 10 Pemain Garuda Tahan Imbang Harimau Malaya
    2 hari lalu
    Hujan Belum Cukup Sapu Kabut Asap Karhutla di Batam
    2 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pohon Belian: Raksasa Kayu Besi dan Jejak Sejarahnya di Pulau Batam
    7 jam lalu
    Pelawan Merah: Pohon Eksotis yang Menjaga Hutan Kepulauan Riau
    2 hari lalu
    Nazief Soesiladharma (Walikota Batam Ketiga)
    2 hari lalu
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    1 minggu lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    4 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Kampung Patam Dalam Lintasan Sejarah

Editor Admin 5 tahun lalu 1.7k disimak

MEMASUKI area kampung Patam, kita seperti melihat kebersahajaan di tengah dinamika kota Batam yang berkembang. Lokasi pemukiman warga di Patam Lestari memang baru didirikan beberapa puluh tahun belakangan.

Namun, nuansa perkampungannya tetap terasa. Warga aslinya, sebelumnya bertempat tinggal di lokasi perkampungan tua Patam yang berjarak beberapa kilometer dari lokasi yang sekarang. Lokasi perkampungan lama mereka kini sudah berubah menjadi lapangan golf.

Bercerita tentang Patam tua, kampung ini memiliki lintasan cerita panjang tempo dulu. Dari cerita turun menurun dan saibul hikayat, sejarah kampung ini di mulai sekitar tahun 1840 di Tanjung Pinggir.

Kala itu kampung tersebut kedatangan serombongan orang yang mengaku dari
Bintan.

Rombongan ini dipimpin oleh seorang yang dipanggil Datuk Janggut. Dari kisah nama asli Datuk Janggut adalah Gadoh bin Pandak. Kepada Penghulu kawasan tersebut, Datuk Janggut memohon izin tinggal di kawasan itu.

Alasan mereka ke tempat itu karena berpindah angin atau istilah kala itu mencari tempat pekerjaan baru seperti berdagang, bertani, dan nelayan.

Izin pun diberikan, Datuk Janggut bersama rombongan yang tak lebih dari 10 orang pria dan wanita tersebut memulai hidup baru mereka. Tempat diberikan kepada rombongan ini berada di kawasan pantai yang indah, dan berhadapan langsung dengan Singapura dan Johor.

Kampung tersebut berkembang, lambat laun kampung pun diberi nama Patam. Tim GoWest Indonesia dan Beplus Indonesia yang mencoba menelusuri asal mula nama Patam yang dilekatkan pada kampung tua itu, mencoba menemui seseorang yang bernama Muhammad Zein (74 tahun).

Muhammad Zein saat ditemui tim GoWest Indonesia dan Beplus Indonesia. © GoWestID/ Beplus Indonesia

Zein merupakan keturunan cucu/ cicit dari seorang tokoh dan warga asli di kampung Patam Tua/ Lama, Dachlan Aman.

Menurutnya, Ada cerita sendiri dalam pemberian nama Patam pada ratusan tahun lalu. Dari kisah turun temurun, meski kampung telah berkembang, sebelumnya tidak ada nama khusus untuk daerah yang didiami orang tersebut.

Cerita pun bermula, saat itu ada seorang warga keturunan Tionghoa juga tinggal di kampung tak bernama itu. Kehidupan warga Tionghoa
tersebut cukup mapan, warga pun memanggilnya tauke atau bos.

Suatu hari rumah sang tauke disatroni beberapa orang perampok. Untungnya ada seorang warga yang mengetahui kejadian tersebut, dan melaporkan ke salah seorang
tokoh masyarakat di sana bernama Datuk Said atau Tok Engku, yang dikenal sebagai seorang pendekar.

Dengan sigap si tokoh masyarakat tersebut menuju rumah tauke. Perampok yang mengetahui tokoh masyarakat datang, langsung kabur tunggang langgang bahkan diceritakan para perampok itu sempat pitam
(atau pandangan menghitam).

Dari kisah perampok yang pitam itu lalu kampung tersebut berubah nama Patam diambil dari kata Pitam. Begitu cerita turun temurun awal nama kampung Patam.

Kampung Patam lama itupun kemudian berkembang, lambat laun kampung pun diberi nama Patam.

Hingga hari ini lokasi Kampung tersebut dikenal dengan nama Patam Lama, yang terbagi dari lima kawasan yang berada berdekatan yakni Patam Darat, Patam Laut, Mentarau, Seberang Patam, dan Dangas.

Ada yang unik juga di sini. Saat pemindahan dari lokasi lama kampung Patam tua, warga aslinya juga ikut memindahkan masjid dan makam seorang ulama yang sebelumnya berada di kampung lama mereka.

Masjid Al Hidayah saat masih berada di kampung Patam tua/ lama, sekitar tahun 1960-an. Ist.
Tim kami bersama ketua RT setempat, Suprapto berlatar Masjid Al Hidayah saat ini di kampung Patam Lestari. © GoWestID/ Beplus Indonesia

Patam saat ini

PATAM sendiri saat ini adalah kelurahan yang berada di kecamatan Sekupang. Luas wilayah kelurahan ini adalah 6,16 km², dengan jumlah penduduk tahun 2020 sebanyak 23.921 jiwa, dan kepadatan 3.883 jiwa/km².

Kampung Tua Patam Lestari adalah bagian dari Kelurahan Patam. Beberapa puluh tahun lalu atau sebelum tahun 1990, sebagian besar masyarakat Patam Lestari bertempat tinggal di Patam Tua/ Lama.

(*/nes)

Sumber : BEPLUS INDONESIA

Kaitan kampung tua, kota, Patam
Admin 7 Juli 2021 7 Juli 2021
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira1
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Dampak Ekonomi Jika COVID-19 Tembus 40 ribu Sehari
Artikel Selanjutnya Rapat Forkopimda Batam | Shalat Idul Adha Berjemaah Harus Di Lapangan

APA YANG BARU?

Pohon Belian: Raksasa Kayu Besi dan Jejak Sejarahnya di Pulau Batam
Rupa 7 jam lalu 274 disimak
Terkait Judul “Tambang Rexvin”, PT. Rexvin Group Beri Klarifikasi: Kami Bukan Perusahaan Tambang
Artikel 9 jam lalu 313 disimak
Uji Ketahanan Infrastruktur di Balik Lonjakan Investasi Rp500 Triliun Pusat Data Batam
In Depth 15 jam lalu 286 disimak
Polda Kepri Bongkar Penyelundupan Suku Cadang Pesawat dari Singapura
Artikel 22 jam lalu 272 disimak
Sempat Diamuk Massa, Dua Orang Pelaku Curanmor di Tanjung Uma Diamankan Polisi
Artikel 1 hari lalu 294 disimak

POPULER PEKAN INI

Iming-Iming “SIM C Tanpa Antre” Berujung Jerat Pidana
Artikel 5 hari lalu 642 disimak
Ancaman Krisis Air, Energi, dan Minimnya Serapan Kerja di Proyek Data Centre Batam
In Depth 6 hari lalu 639 disimak
Perluasan Kolam Retensi Untuk Tekan Titik Banjir di Batam
Lingkungan 5 hari lalu 564 disimak
Mediasi Daerah Dinilai Buntu, Buruh PT Ghim Li Mengadu ke Mabes Polri
Artikel 6 hari lalu 554 disimak
Penyelundupan 11,31 Kg Emas ke Singapura Gagal
Artikel 2 hari lalu 528 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?