SEBUAH Perusahaan besar asal Tiongkok, Great Wall Group Holding Co. Ltd, Great Wall, akan segera berinvestasi di Batam, tepatnya didaerah Nongsa.
Dari rencana business plan yang diterima pihak Badan Pengushaan (BP) Batam, smart city yang dikembangkan Great Wall akan meniru salah satu daerah di Kota Shenzen, Tiongkok. Lahan yang akan dikembangkan seluas 75 hektar.
“Lokasi mereka berdampingan dengan KEK Nongsa Digital Park. Mereka ahli di bidang konstruksi dan berminat mengembangkan smart city,” jelas Deputi III BP Batam, Sudirman Saad, Selasa (22/6).
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Great Wall telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan BP Batam, Desember 2020 lalu.
Menurut Sudirman, The Great Wall Group didirikan pada tahun 1996 dan merupakan salah satu produsen porselen terbesar di Cina yang berspesialisasi dalam studi, pengembangan, pembuatan, dan pengelolaan berbagai jenis produk porselen berteknologi tinggi.
Perusahaan tersebut kata dia, masuk sebagai 50 group terbesar di Cina dan juga salah satu perusahaan pertama yang diberikan hak ekspor-impor yang dikelola sendiri.
Cuma untuk saat ini, investor asing yang ingin membangun masih terhambat kebijakan karantina, imbas dari pandemi Covid-19. Sehingga progresnya berjalan tidak terlalu mulus.
Sudirman Saad juga mengungkapkan, ditahun 2021 ini sudah banyak investor asing maupun dalam negeri yang akan melakukan investasi di Batam.
“Selain Sunset dan Great Wall, ada juga dari Hongkong. Dari lokal juga ada, seperti Toba Bara dan Grup Artagraha yang ingin bisnis metanol di Rempang,” tuturnya.
*(rky/GoWest)


