PETUGAS kebersihan Bintan Lagoon Resort, Kabupaten Bintan menemukan seekor penyu sisik dalam keadaan mati dan terdampar di kawasan pantai tersebut, pada Selasa (30/12/2025) pagi.
Penyu tersebut ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB oleh sejumlah pekerja yang tengah membersihkan area pantai.
Yang membuat miris, saat ditemukan didalam kerongkongan penyu tersebut terdapat sampah plastik yang diduga menjadi penyebab kematiannya.
Salah seorang pekerja bagian teknisi kolam, Robby, membenarkan penemuan penyu mati tersebut.
“Sebelum ditemukan, kami sedang membersihkan area pantai,” kata Robby.
Ia menjelaskan, dari kejauhan salah seorang pekerja bernama Riki sempat mengira benda yang terlihat di bibir pantai tersebut hanyalah sampah laut yang hanyut terbawa arus.
“Dikira sampah dari laut, karena biasanya kalau musim angin utara banyak drum atau sampah besar hanyut,” ujarnya.
Namun setelah didekati, para pekerja terkejut karena benda tersebut ternyata seekor penyu sisik. Penyu dengan bobot sekitar 40 kilogram dan panjang sekitar setengah meter itu ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Saat dilakukan pengecekan, pekerja menemukan adanya sampah plastik di dalam kerongkongan penyu tersebut.
“Diduga penyu ini mati karena menelan sampah plastik,” kata Robby.
Ia mengaku belum mengetahui secara pasti penanganan lanjutan terhadap bangkai penyu sisik tersebut.
Namun, berdasarkan kondisi penyu yang sudah membusuk, diduga bangkai hewan itu telah dikuburkan untuk mencegah bau dan pencemaran lingkungan di sekitar pantai. (*)


