Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Dishub Tanjungpinang Tata Ulang Trayek Angkot karena Pergeseran Pusat Aktivitas Warga
    11 jam lalu
    Dugaan Penipuan Jual Beli Titik SPPG MBG di Batam, Korban Rugi Rp400 Juta
    20 jam lalu
    Perbaikan Jalan Yos Sudarso (Underpass Pelita), Sementara Jalan Difungsikan Satu Lajur
    2 hari lalu
    13 Calon Haji Ilegal Digagalkan Petugas Imigrasi Bandara Kualanamu Medan
    2 hari lalu
    Bintan Usulkan Perluasan Free Trade Zone ke Seluruh Wilayah
    3 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Cetak Hatrick, Persib Bandung Jawara Indonesia Super League 2025/2026
    3 jam lalu
    Cadangan Air Waduk Batam Turun Tajam
    11 jam lalu
    Waktu SPMB Semakin Dekat, Pemko Batam Pastikan SPMB Gratis
    2 hari lalu
    Bawa Inter Milan Raih Double Winner, Cristian Chivu Perpanjang Kontrak dan Naik Gaji
    2 hari lalu
    Tour de Bintan 2026: Kembali Digelar dengan Identitas Baru dan Kategori UCI 1.2 Point Race
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pulau Kasu, Batam
    7 hari lalu
    Tabel Ringkasan Inflasi Kota Batam (April 2026)
    3 minggu lalu
    Data Kemiskinan di Batam Terbaru
    3 minggu lalu
    Data Kinerja Nilai Ekspor Batam Januari–Februari 2026 yang Turun
    3 minggu lalu
    Pulau Pecong, Batam
    1 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    3 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    10 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Kisah Masyarakat Tambelan, Bermula Dari pulau Benua

Editor Admin 3 tahun lalu 3.6k disimak

Pulau yang tertua di kawasan Tambelan, adalah Pulau Benua. Terletak di Barat Daya Pulau Tambelan.

Daftar Isi
Kedatangan Sultan Abdullah Muayat SyahKisah Datuk Campe dan Penamaan Tambelan

DIPERKIRAKAN sekitar awal abad ke 16 datanglah dua orang beradik dari Serasan bernama Datuk Rahmat dan Datuk Cermat, yang membuat pemukiman pertama di Pulau Benua, tepatnya di sekitar daerah air Payau. Pada saat itu Pulau Benua merupakan pulau tanpa penghuni dan belum diberi nama.

Penamaan Benua berasal dari bahasa Melayu yang artinya sebuah pulau besar yang baru ditemukan. Pemukiman tersebut terus berkembang hingga mencapai 70 kepala keluarga. Masyarakat di sana juga membuat sebuah masjid yang saat ini menjadi masjid tertua di wilayah Tambelan.

Diperkirakan pada paruh kedua abad ke 16 pemukiman penduduk dipindahkan ke bagian Timur Pulau Tambelan karena daerah Air Payau sangat rentan terhadap serangan lanun dan hantaman gelombang pada musim utara.

Daerah tersebut kemudian diberi nama Gayam, diambil dari nama kepala desa pada waktu itu yang bernama Datuk Gayum.

Hingga saat ini di daerah Gayam masih terdapat peninggalan beberapa pekuburan berupa nisan batu yang disebut pekuburan Tanjung Kubur.

Informasi lain menyebut, pulau Tambelan sebelumnya juga dikenal dengan nama pulau Sabda. Nama tersebut tercatat dalam sejarah pada tahun sekitar 1623 ketika rombongan sultan Johor VII, sultan Abdullah Muayat Syah tiba. Nama Tambelan bermula pada perang Riau (1782-1784).

Peta pulau Benua di wilayah kepulauan Tambelan. © BatamBuzz.

Kedatangan Sultan Abdullah Muayat Syah

Saat kedatangan Sultan Abdullah Muayat Syah ke Tambelan, pulau tersebut disebut Pulau Kandil Bahar, di bawah pemerintahan Datuk Gayum. Sultan Abdullah Muayat Syah diceritakan sedang melakukan perjalanan untuk melarikan diri ke daerah Brunai.

Dalam perjalanannya, Sultan sakit dan bersabda, apabila ia meninggal dunia, ia minta dilepaskan ayam kaki kuning. Sang Sultan minta dikuburkan di tempat ayam tersebut singgah.

Dalam kisah disebutkan, ayam kaki kuning singgah di sebuah tanjung di Pulau Tambelan yang kemudian diberi nama Tanjung Ayam.

Pasukan Sultan kemudian menguburkan Sultan di pulau Tambelan, tepatnya di kaki bukit Mentayan. Sebagian rombongan Sultan tinggal bersama penduduk Tambelan dan sebagian lagi kembali ke Johor.

Beberapa Tahun kemudian, datanglah Sultan Yahya, adik Sultan Muayat Syah ke Pulau Tambelan untuk mengunjungi makam kakandanya. Kemudian ia memindahkan kuburan Sultan Muayat Syah ke Daerah Batu Lepuk agar terhindar dari genangan air pasang.

Dalam kisah kedatangan  Sultan Abdullah Muayat Syah, ada perbedaan pendapat. Pertama, ada yang mengatakan bahwa Sultan tersebut meninggal dalam perjalanan dan dikuburkan di bukit Mentayan Pulau Tambelan. Kedua, ada yang berpendapat bahwa Sultan Abdullah Muayat Syah lari dari kejaran Sultan Aceh dan sempat memerintah untuk beberapa waktu di Tambelan.

Artinya Pulau Tambelan pernah menjadi pusat pemerintahan kerajaan Johor hingga Sultan Abdullah Muayat Syah meninggal dunia.(Zainuddin Manan, 16 Mei 2014).

Kisah Datuk Campe dan Penamaan Tambelan

Kisah selanjutnya menyebutkan tentang kedatangan Datuk Campe. Dalam cerita ini disebutkan Datuk Campe merupakan seorang pengembara atau penyebar agama islam Champa-Yunan yang datang ke Tambelan dan Menikah dengan putri Datuk Gayum. Setelah Datuk Gayum meninggal Dunia, kepemimpinan diserahkan kepada Datuk Campe. Ia kemudian berniat mengembangkan pemukiman penduduk ke berbagai daerah baru tersebut.

Datuk Campe membentuk empat kelompok. Masing-masing kelompok menyebar ke empat lokasi yaitu daerah Durian, Tanjung Hantu, Teluk Abik, dan Aik Embung. Ia pindah dari Gayam ke Teluk Abik dan mendirikan Pusat pemerintahannya di Mentayan (Desa Batu Lepuk sekarang), yang dikenal dengan sebutan Istana Mentayan.

Hingga masa pemerintahan Datuk Campe, Pulau Tambelan bernama Pulau Kandil Bahar atau Pulau Sabda Bertuah.

Menurut salah seorang warga, penamaan pulau Sabda Betuah diberikan oleh Sultan Yahya ketika ia bersama rombongan hendak menuju Tambelan untuk berziarah ke makam kakandanya Sultan Muayat Syah. Penamaan ini diambil dari sabda Sultan Muayat syah sebelum beliau dikuburkan di Pulau Tambelan (pulau sabda bertuah).

Sedangkan penamaan kandil bahar berasal dari pelaut  yang melihat cahaya api dari lampu minyak di tengah laut pada malam hari. Setelah dicari ternyata cahaya tersebut berasal dari sebuah pulau yang kemudian dinamakan Kandil Bahar.

Pada masa Datuk campe memerintah Tambelan, kerajaan Melayu Johor diserang oleh Raja Kecik, sehingga Sultan menyelamatkan diri ke Lingga. Keberadaan Datuk Campe  diketahui oleh sultan, sehingga Sultan meminta bantuan kepada Datuk Campe untuk mengalahkan Raja kecik. Datuk Campe bersama beberapa orang pasukan pergi ke Lingga untuk membantu Sultan, dan berhasil mengalahkan Raja Kecik. Karena kesediaan dan keberhasilan Datuk Campe membantu Sultan, maka Sultan memberikan penghargaan kepada Datuk Campe dan pasukannya dengan julukan Timbalan Riau (pembantu kerajaan Johor Riau). Julukan inilah yang kemudian melekat menjadi nama Pulau Tambelan.

(*)

Sumber : Renjis (Jurnal Ilmiah Budaya dan Sejarah Melayu) – Penerbit : Balai Pelestarian Nilai Budaya Tanjungpinang, Disbud Pemprov Kepri

Artikel dan informasi lain dari BatamBuzz, bisa disimak di : www.batambuzz.com 


Kaitan kepri, natuna, sejarah, Serasan, tambelan
Admin 2 September 2023 2 September 2023
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Penanganan Longsor di Natuna Terkendala Sinyal Telekomunikasi
Artikel Selanjutnya 15 Orang Meninggal, 35 Dalam Pencarian | Update Korban Longsor Natuna, Kamis (9/3/2023)

APA YANG BARU?

Cetak Hatrick, Persib Bandung Jawara Indonesia Super League 2025/2026
Sports 3 jam lalu 80 disimak
Dishub Tanjungpinang Tata Ulang Trayek Angkot karena Pergeseran Pusat Aktivitas Warga
Artikel 11 jam lalu 163 disimak
Cadangan Air Waduk Batam Turun Tajam
Lingkungan 11 jam lalu 145 disimak
Dugaan Penipuan Jual Beli Titik SPPG MBG di Batam, Korban Rugi Rp400 Juta
Artikel 20 jam lalu 182 disimak
Perbaikan Jalan Yos Sudarso (Underpass Pelita), Sementara Jalan Difungsikan Satu Lajur
Artikel 2 hari lalu 327 disimak

POPULER PEKAN INI

Beasiswa Pendidikan Tinggi untuk Siswa Berprestasi dan Kurang Mampu di Batam
Pendidikan 6 hari lalu 609 disimak
Final Turnamen Voli Piala Wali Kota Batam Berakhir Ricuh
Sports 6 hari lalu 603 disimak
Empat Siswa MAN Karimun Lolos Seleksi Dayung Porprov 2026
Sports 5 hari lalu 569 disimak
Antisipasi El Nino Bulan Juni-Agustus, BP Batam Siapkan Operasi Hujan Buatan
Artikel 5 hari lalu 553 disimak
100 Siswa Ikut Lomba Bertutur di Tanjungpinang
Pendidikan 5 hari lalu 545 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?