Hubungi kami di

Ini Batam

Kisah Para Imigran Yang Terlibat Prostitusi di Batam

Mike Wibisono

Terbit

|

POLISI membekuk Bonny dan Sarah yang terkait dalam kasus prostitusi yang melibatkan imigran asal Afganistan pada Jumat (9/9) malam di Batam.

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Memo Ardian mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap salah seorang imigran berinisial J (17).

Dari keterangan J, didapatkan keterangan bahwa Bonny mengimingi J untuk pembuatan KTP sebesar Rp 20 juta.

“Kemarin kami lakukan intErogasi  terhadap J, diketahui bahwa Bonny mengimingi pembuatan KTP sebesar 20 juta,” ungkap Memo, dilansir dari batampos.co.id Sabtu (10/9).

Menurut Memo, karena uang yang diminta oleh Bonny dianggap terlalu besar oleh J, Bonny kemudian mengenalkan kepada Sarah.

Setelah terjadinya perkenalan itu, hubungan Sarah dengan J semakin dekat hingga terjadinya hubungan badan di antara mereka.

“S ini dia penikmat J, sehingga S ditetapkan tersangka sesuai undang-undang perlindungan anak pasal 81. Melakukan pencabulan terhadap anak dibawah umur,” jelas Memo lagi.

Sementara untuk Bonny, ia dikenakan pasal 87 undang-undang perlindungan anak. Status J saat ini ditetapkan sebagai korban dalam kasus eksploitasi terhadap anak di bawah umur.

“Orang asing ini adalah korban karena di bawah umur. Setiap orang yang berada di Indonesia dilindungi oleh undang-undang,” lanjut Memo.

Ditempat terpisah, Bonny justru tidak mengakui bahwa ia yang telah mengenalkankan Sarah kepada J.

Selain itu, Bonny juga mengakui bahwa Sarah pernah mengirimkan uang kepada J sebesar Rp 2 juta untuk membeli ponsel.

“Saya gak ada dapat duit, dia cuma numpang rekening saya aja untuk mengambil uang yang digunakan untuk membeli hape,” katanya.

Selain Bonny, Sarah juga mengakui telah berhubungan badan dengan J sebagai imbalan dari uang yang telah ia berikan selama ini.

“Transaksi uang ada. Imbalannya hubungan badan di hotel, saya yang biayakan,” ujarnya.

Sarah juga mengakui bahwa selama ini ia tidak begitu mengetahui jika J merupakan anak di bawah umur. Ia baru mengetahui jika J anak dibawah umur setelah terkuaknya kasus ini.

“Awalnya gak tahu kalau dia di bawah umur. Baru tahu di bawah umur sekarang ini. Status saya selama ini sama dia pacaran,” ungkapnya. ***

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook