Hubungi kami di

Pop & Roll

Kisah Takizo Iwasaki Jadi Raja ‘Makanan Palsu’

iqbal fadillah

Terbit

|

MUNGKIN nama pria asal Jepang yang satu ini masih terdengar asing di telinga. Buat kamu yang belum tahu, Takizo Iwasaki adalah seorang pembuat ‘makanan palsu’.

Yup,  benar. Makanan tiruan (sampel). Takizo Iwasaki adalah seorang spesialisasi pembuat makanan dari plastik atau lilin.

Beberapa hari ini  nama Takizo Iwasaki memang sering terlihat. Senin (12/9/2016) kemarin, secara spesial Google membuat sebuah doodle untuk merayakan ulang tahun Iwasaki yang ke-121.

Laman utama Google dihiasi dengan berbagai makanan yang menggiurkan seperti bento, omelet, tempura, soba, dan pancake.

Dilansir dari Hofmag.com, Takizo Iwasaki yang dijuluki sebagai raja replika makanan adalah seorang pendiri salah satu produsen makanan plastik terbesar di Jepang, Iwasaki Be-I.

Perjalanan Takizo Iwasaki hingga akhirnya menjadi raja makanan palsu bermula ketika pada tahun 1926, Takizo meninggalkan kampung halamannya, Gifu, dan pergi ke Osaka untuk menemukan peluang besar.

Awalnya kehidupan memang terasa sulit baginya. Hingga akhirnya suatu hari ia menemukan ide untuk membuat replika makanan dari lilin. Iwasaki sering melihat replika sayuran dan buah-buahan digunakan di sekolah-sekolah untuk mengajarkan nutrisi yang baik kepada siswa.

Namun saat itu replika makanannya memang belum sempurna. Dari situlah Iwasaki percaya bahwa dia dapat menggunakan lilin untuk membuat model makanan palsu yang lebih baik.

Istri Iwasaki, Suzu adalah orang pertama yang mencoba untuk membuat prototipe replika makanan. Tapi hasilnya memang tidak bagus. Bahkan tidak membuat orang berselera untuk makan.

Iwasaki pun kemudian mencoba untuk membuat makanan dengan membuat makanan palsu dari tetesan lilin di atas tikar tatami. Setelah berbulan-nulan trial and error, akhirnya Takizo Iwasaki berhasil membuat replika telur dadar.

Untuk merayakan keberhasilannya, ia menyajikan model makanan lilin tersebut untuk istrinya. Bahkan Takizo Iwasaki juga menyempurnakan tampilan telur dadar tersebut dengan suas tomat sehingga membuatnya semakin realistis, sehingga istrinya pun tidak dapat membedakan antara yang palsu dan asli. ***

 

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook