KLUB Sepakbola asala Italia, Como 1907 mencatat sejarah, lolos ke Liga Champions Eropa untuk yang pertmakalinya sepanjang berdirinya klub.
Dalam matchday terakhir Serie A di kandang Cremonese, Stadion Giovanni Zini, Senin (25/05/2026) dini hari WIB, pasukan asuhan Cesc Fabregas ini mengalahkan tuan rumah dengan skor telak, 1-4.
Bagi Cremonese dengan kekalahan tersebut, sekaligus menurunkan mereka ke kompetisi Serie B Liga Italia.
Melawan Como jadi pertandingan krusial bagi Cremonese. Tuan rumah membutuhkan kemenangan guna bertahan di Serie A pada musim depan.
Namun Como juga memiliki kepentingan lain, yakni membutuhkan tiga poin guna bisa bermain di Liga Champions.
Unggul 1-0 pada babak pertama membuat Como makin termotivasi di babak kedua. Enam menit usai kickoff babak kedua, Como kembali unggul 2-0 melalui Anastasios Douvikas.
Empat menit berselang, Cremonese membalas dengan gol penalti Federico Bonazzoli pada menit ke-55.
Pada menit ke-70 wasit Fabio Maresca memberikan penalti kepada Como setelah Matteo Bianchetti dianggap melanggar Douvikas. Penalti itu jadi kontroversi lantaran dianggap terjadi di luar kotak penalti.
Keputusan Maresca membuat suporter Cremonese marah. Pemain Cremonese melakukan protes. Karena protes yang berlebihan, Alberto Grassi dikartu merah pada menit ke-71.
Kontroversi lain terjadi setelah dua pemain cadangan Cremonese yang sedang pemanasan, Milan Duric dan David Okereke, juga diusir Maresca karena protes pada menit ke-72.
Eksekusi penalti dilakukan dengan baik oleh Lucas Da Cunha. Como unggul 3-1 pada menit ke-74. Da Cunha mencetak brace pada menit ke-81 yang membuat Como unggul 4-1.
Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero tidak bisa berbuat banyak dalam laga tersebut. Audero hanya membuat 2 penyelamatan melawan Como.
Tanpa tambahan gol pada sisa laga, Como menang 4-1 atas Cremonese. Kemenangan itu membuat Como lolos ke Liga Champions 2026/2027 setelah menempati peringkat empat pada klasemen akhir.
Tiga peringkat diatas Como dan sama-sama lolos ke Champions Eropa adalah, Inter Milan, Napoli dan AS Roma.
Sementara itu, Cremonese harus kembali turun ke Serie B setelah semusim merasakan promosi. Cremonese menempati peringkat 18 klasemen akhir Liga Italia.
(*)


