Hubungi kami di

Pilihan gowest.id

Kota Medan Tertinggi Jumlah Pengidap HIV/ AIDS

nien bagaskara

Terbit

|

KOTA Medan sebagai Ibu Kota Propinsi Sumatera Utara, menjadi daerah tertinggi pengidap Human Immuno Deficiency Virus  (HIV) dan Acquired Immuno Deficiency Syndrome  (AIDS). Ironisnya, laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL) semakin meningkat sehingga rentan terjangkit penyakit mematikan ini.

“Berdasar data dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Medan, estimasi jumlah LSL di Kota Medan mencapai 8.495 orang. Namun, LSL yang sudah mengakses layanan tes HIV di klinik VCT di Puskesmas Teladan Tahun 2016 sekitar 1.680 orang. Dengan begitu, masih banyak LSL yang tidak mengakses layanan tes HIV, dengan alasan di antaranya LSL kebanyakan juga memiliki pasangan perempuan atau istri,” kata Kepala Puskesmas Teladan, dr Kus Puji Astuti.

Dengan data tersebut, dapat diprediksi bahwa Artinya penularan HIV pada perempuan dan anak juga akan meningkat. “Hal ini akan menghancurkan generasi di Indonesia. Oleh karena itu, harus terjaring pengidap HIV/AIDS sehingga dapat dilakukan penangan, menurunkan angka kesakitan pada penderita HIV dan pencegahan penularan, salah satunya melalui klinik VCT,” kata Kus.

Selain itu, jumlah pengidap HIV-AIDS  di Kota Medan dari Tahun 2006 hingga 2016 adalah 5.323 orang dengan jenis kelamin laki-laki 4.000 orang dan perempuan 1.263 orang, dengan faktor resiko tertinggi penularan melalui hubungan seksual.  Pengidap HIV-AIDS terbanyak adalah usia produkrif,  25–34 tahun dengan jumlah 2.978 orang.

Dipaparkannya, sejak menerapkan Layanan Ramah Anti Stigma (LARAS), kunjungan klinik VCT di Puskesmas Teladan Tahun 2016 mengalami peningkatan dibanding tahun 2015. Tercatat di Tahun 2016, kunjungan ke klinik VCT Puskesmas Teladan berjumlah 1.736. Sementara di Tahun 2015, berjumlah 1.268.

“Sejak penerapan LARAS, orang yang didapati positif HIV  berjumlah 193. Sementara yang dilayani dengan terapi obat ARV 1.422. Khusus untuk LSL yang berkunjung, baik untuk periksa atau untuk layanan terapi obat ARV, berjumlah 1.422, ” ungkap Kus.

Selain itu, lanjut Kus, jika waktu layanan juga ditingkatkan pihaknya. Pelayanan setiap hari kerja, dibuka mulai pukul 08.00 sampai 14.00 WIB. Bahkan, pada hari Senin, Rabu dan Jumat, disebutnya layanan hingga pukul 20.00 WIB. Dikatakannya, hal itu karena meningkatnya jumlah kunjungan pada sore hari dan karena karakterikstik pengidap HIV/AIDS, sulit  mengakses waktu layanan yang seperti biasa.

“Selain itu, layanan kita juga dilengkapi layanan komperhensif HIV. Puskesmas Teladan menjadi Puskesmas pertama di Sumatera Utara yang dapat memberikan terapi obat ARV secara Mandiri, ” pungkas Kus. ***

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook