Hubungi kami di

Khas

“Lelang Online Kawasan Resort Mewah di Batam”

Terbit

|

Kawasan resort milik Batam Island Marina yang dilelang secara online di laman lelang.go.id

SEBUAH kawasan resort mewah di Batam dikabarkan akan dilelang secara online. Kawasan tersebut terletak di Pulau Asam, Pulau Manis, Pulau Suwe, Pulau Anak Ladang.

Seperti dikutip dari informasi lelang di laman lelang.go.id, Jakarta, Selasa (7/7/2020), luas tanah di kawasan yang disebut milik PT. Batam Island Marina yang akan dilelang tersebut mencapai 272.509 meter persegi. 

Tak hanya bangunan resort. Lelang juga menyertakan sarana pelengkap lainnya. Mulai dari kendaraan, mesin hingga peralatan lainnya.

PT. Batam Island Marina melelang kawasan resort mewah tersebut karena sedang dalam proses pailit.

Adapun nilai limit lelang untuk kawasan tersebut mencapai Rp 950 miliar. Sementara itu uang jaminan untuk ikut lelang sebesar Rp 445 miliar.

Lelang akan dilakukan melalui perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Batam pada Selasa, 28 Juli 2020 mendatang.

Syarat – syarat lelang diantaranya :

  1. Memiliki akun yang telah terdaftar dan terverifikasi pada website https://www.lelang.go.id.
  2. Memilih objek lelang yang akan diikuti pada website diatas.
  3. Menyetor uang jaminan lelang melalui virtual account yang diperoleh melalui website diatas setelah memilih dan mengikuti objek lelang.
  4. Bahwa peserta lelang yang akan mengikuti lelang tersebut Kurator mensyaratkan harus Korporasi/Perusahaan yang berbadan hukum.
BACA JUGA :  Camat Bengkong Pimpin Langsung Persiapan Acara Pembukaan MTQ

Membangun Resort Mewah

PADA tahun 2014, perusahaan ini dikabarkan membangun sebuah kawasan resort wisata bersama Funtasy Island Development Pte Ltd. Seperti dikutip dari laman Kompas, Funtasy Island Development Pte Ltd bekerjasama menggarap sebuah kawasan yang disebut Funtasy Island.

Bukan sembarang proyek, melainkan resort yang diklaim terbesar se-dunia dan berlokasi di Kepulauan Riau. Kolaborasi dilakukan dengan pemilik lahan, PT Batam Island Marina.

Funtasy Island diprediksi menelan dana investasi senilai 240 juta dollar AS atau ekuivalen Rp 2,9 triliun.

Mega proyek tersebut mencakup enam pulau dengan luas sekitar 3,3 juta meter persegi.

Saat awal pembangunan, Funtasy Island Development dan Batam Island Marina tak hanya menawarkan properti berkonsep resort. Tapi juga wisata alam Kepulauan Riau yang masih sarat dengan terumbu karang, ribuan pohon mangrove, air laut yang jernih serta biota laut lainnya.

Funtasy Island rencananya meliputi 1.200 unit villa mewah, hotel, wisata marina, dan fasilitas lainnya yang dapat memanjakan turis. Terlebih letak resort ini tak jauh dari destinasi wisata dunia lainnya yakni Universal Studio dan Marina Bay Sands di Singapura.

Direktur Funtasy Island Development saat itu, Michael Yong mengatakan, situs Funtasy Island sangat mengesankan, dan properti di atasnya hanyalah sebuah langkah awal.

BACA JUGA :  Alami Pembekuan Darah di Otak, Maradona Selesai Jalani Operasi

“Kami akan menjaga kelestarian pulau-pulau tersebut. Sekitar 70 persennya akan dipertahankan keasliannya. Ini merupakan komitmen kami dalam menciptakan taman alami yang layak kunjung,” ujar Yong saat itu seperti dikutip dari laman Kompas.

Kredit Macet

LIMA tahun berselang menjelang akhir 2019 kemarin, perusahaan ini dikabarkan terlilit kredit macet di BTN.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menyatakan menghormati proses hukum yang sedang ditangani Kejaksaan Agung atas permasalahan kredit ke PT Batam Island Marina (BIM).

Corporate Secretary BTN, Achmad Chaerul di laman Alinea.id pada November 2019 mengaku secara bisnis penyaluran kredit ke PT BIM telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam upaya menyelesaikan permasalahan kredit PT BIM, kata Caherul, prosesnya pun sudah sesuai aturan. 

Terkait pemeriksaan Kejagung, Bank BTN tetap akan menghormati proses hukum yang berlaku,” kata Chaerul di Jakarta, Kamis (28/11).

Chaerul merinci, upaya penyelesaian utang PT BIM seperti restrukturisasi serta pengalihan piutang melalui cessie juga mematuhi aturan yang berlaku.

Hingga saat itu, permasalahan kredit di PT BIM telah selesai dan kreditnya pun telah lunas di Bank BTN. Pengelolaan utang PT BIM pun telah dialihkan ke PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero).

(*/nes/zhr)
Sumber : Kompas / Alinea / Lelang Online

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid