PEMBANGUNAN maintenance, repair and overhaul (MRO) pesawat dari Lion Air Group di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, terus mengalami peningkatan.
Jika sebelumnya telah dibangun beberapa hanggar di lahan seluas 30 hektar bersama grup Garuda Indonesia, di tahun 2020 ini luas area perawatan pesawat milik Batam Aero Teknik (BAT) yang merupakan anak perusahaan dari Lion Group ini akan ditambah lagi hingga menyentuh angka 50 hektar.
Presiden Direktur Lion Air, Edward Sirait dalam diskusi panel di Aula Balairungsari BP Batam pada Selasa (18/2) beberapa yang lalu menuturkan, perluasan yang dilakukan diharapkan bisa menambah kapasitas pesawat yang bisa terlayani di unit usaha Lion Air Group. Ia menargetkan ada lebih dari 50 pesawat yang bisa parkir secara bersamaan di hanggar yang akan dibangun nantinya.
“Pembangunan terus jalan, sekarang lagi proses dan kita juga punya master plan sampai nanti bisa parkir dan perawatan sampai 52 pesawat di hanggar. Kita proses peningkatan lahan dari 30 menjadi 50 hektar,” kata Edward.
Peningkatan luas lahan ini, lanjut Edward sejalan dengan kemudahan yang diberikan Badan Pengusahaan (BP) Batam, berupa perpanjangan masa pengelolaan lahan hingga 50 tahun lamanya. Kondisi tersebut akan memberikan ruang lebih kepada pengusaha untuk melakukan pengembangan dan inovasi.
“Ini satu hal yang luar biasa, penggunaan lahan hingga 50 tahun dan kita bisa bekerja lebih lama dan fleksible,” kata Edward lagi.
Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Suwarso menjelaskan, proses perluasan area usaha BAT ini tengah diproses oleh BP Batam.
*(bob/GoWestId)


