Hubungi kami di

Hidup Sehat

Makanan Organik Bisa Tingkatkan Kecerdasan Anak

Terbit

|

Ilustrasi Makanan Organik. Poto: @Cosmopolitan.co.id

SELAIN lebih menyehatkan, konsumsi makanan organik ternyata bisa meningkatkan kemampuan kognitif.

Organic food atau makanan organik adalah bahan makanan yang ditanam dengan cara organik, tanpa menggunakan pestisida, pupuk sintetis, atau berbagai rekayasa genetika pada tanaman.

Petani menggunakan cara-cara alami untuk membasmi gulma yang menyerang tanaman.

Menurut Mayo Clinic, makanan organik terbukti lebih bermanfaat untuk kesehatan ketimbang makanan yang ditanam dengan cara konvensional.

Makanan organik cenderung lebih banyak mengandung antioksidan, asam lemak omega-3 yang baik untuk jantung.

Makanan organik juga rendah akan logam beracun seperti kadmium, serta tidak mengandung residu pestisida. Sehingga bisa dibilang, makanan organik lebih menyehatkan karena tidak mengandung pestisida.

Sebuah studi oleh para peneliti di Barcelona Institute dan Pere Virgili Health Research Institute yang dipublikasikan di ScienceDirect menyebut manfaat makan makanan organik pada anak.

BACA JUGA :  28 Pasien OTG Karantina Asrama Haji Dinyatakan Sembuh

Studi berjudul Environmental Pollution volume 284 mengatakan makan makanan organik bisa meningkatkan kemampuan kognitif anak.

Penelitian tersebut melibatkan 1.298 pasangan ibu-anak, dengan anak berusia 6-11 tahun di wilayah Eropa.

Berbagai indikator menjadi ukuran dalam penelitian tersebut seperti polusi udara, lingkungan tempat anak tumbuh, kebisingan lalu lintas, gaya hidup ibu-anak, termasuk konsumsi makanan organik.

Berdasarkan studi tersebut, makanan organik yang diberikan di masa anak bisa meningkatkan perkembangan kognitif anak.

“Berdasarkan penelitian, asupan makanan organik anak dikaitkan dengan skor kecerdasan yang lebih tinggi, dan memori kerja yang lebih tinggi,” kata Jordi Julvez, salah satu peneliti tersebut.

Para peneliti menemukan bahwa konsumsi makanan organik juga meningkatkan kemampuan berpikir anak dalam memproses dan mengidentifikasi informasi, serta meningkatkan kemampuan anak dalam memecahkan masalah.

BACA JUGA :  Laga Indonesia VS Vietnam Digelar di Bali

Penelitian tersebut juga menunjukkan ibu-anak yang makan makanan makanan cepat saji, rumah yang padat, dan lingkungan yang kaya akan asap rokok menunjukkan skor kecerdasan dan memori otak dan kemampuan kognitif yang rendah.

Namun konsumsi makanan organik tidak jadi satu-satunya alasan perkembangan otak anak. Beberapa indikator yang mendukung lainnya seperti lingkungan hijau, lingkungan bebas asap rokok, dan polusi udara minim.

“Kami mengamati bahwa beberapa polutan lingkungan di masa anak dan kebiasaan gaya hidup, dikaitkan dengan masalah perilaku pada anak-anak,” kata Martine Vrijheid, yang juga salah satu peneliti, seperti dikutip Eat This, Not Taht!. (*)

Sumber: CNNIndonesia.

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook