Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Setahun Memimpin, Amsakar-Li Claudia Wujudkan Komitmen Membangun Batam
    8 jam lalu
    Sambut Lebaran 2026, Bandara Hang Nadim Batam Berikan Potongan Tarif 50%
    15 jam lalu
    Reses Komisi VIII DPRRI, Pantau Penyaluran Bantuan PKH di Batam
    17 jam lalu
    Pemuda Ditemukan Meninggal Dunia di Jembatan 3 Barelang
    1 hari lalu
    Cuaca Kepulauan Riau: Berawan Hingga Hujan Ringan
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Kabupaten Karimun Siap Jadi Tuan Rumah Popda Kepri 2026
    2 hari lalu
    Progres Persiapan Pembangunan Sekolah Rakyat di Bintan Terus Berjalan
    3 hari lalu
    Pengaturan Jam Operasi Tempat Hiburan Malam Selama Ramadan di Batam
    5 hari lalu
    Ziarah Kubur Jelang Bulan Ramadhan, TPU Sei Panas Ramai Dikunjungi Peziarah
    6 hari lalu
    Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H, Kamis 19 Februari 2026
    6 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    3 minggu lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    4 minggu lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    2 bulan lalu
    Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Batam 2025
    2 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Timur, Tanjungpinang
    2 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    5 hari lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    2 minggu lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    1 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    2 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    7 bulan lalu
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Budaya

“Mengapa Pemerintah Singapura Masih Sulit Sepenuhnya Menghentikan Kebiasaan Merokok?

Upaya Singapura Mengurangi Kebiasaan Merokok

Editor Admin 1 tahun lalu 1k disimak
Ilustrasi, Pembatasan yang semakin ketat terhadap merokok di Singapura, ditambah dengan langkah-langkah lain seperti kenaikan pajak tembakau yang signifikan selama bertahun-tahun, telah memberikan hasil yang bervariasi. © F. Today OnlineDisediakan oleh GoWest.ID

KEVIN Wang -Warga Singapura, 32 tahun- dulunya merokok satu bungkus rokok setiap hari saat tinggal di Paris. Namun, setelah pindah ke Singapura pada tahun 2016, ia berhasil berhenti merokok.

Daftar Isi
Pentingnya PembatasanGAMBAR BESARINTISARI

“Lingkungan di Singapura membuat sulit untuk merokok di mana saja. Tidak melihat banyak perokok membantu saya tetap fokus dan tidak kembali ke kebiasaan itu.”

Saat itu, merokok sudah dilarang di tempat hiburan, institusi pendidikan, serta area publik di perumahan.

Sejak saat itu, aturan semakin ketat. Kini, merokok dilarang di semua taman dan pantai rekreasi. Larangan juga berlaku di kawasan Orchard Road, kecuali di tempat merokok yang ditentukan dengan kotak kuning.

Namun, larangan merokok di luar ruangan tidak menghentikan para eksekutif di Singapura secara umum dari kebiasaan merokok mereka.

Seperti warga lain -Salihan-, ia merasa tidak nyaman karena harus berjalan jauh ke titik merokok yang terbatas di Central Business District. Tetapi alih-alih merokok lebih sedikit, ia justru merokok lebih banyak selama istirahatnya untuk “mengganti” sesi merokok yang berkurang.

Kisah Kevin dan Salihan mencerminkan keberhasilan dan tantangan dari upaya Singapura dalam mengurangi merokok.

Tingkat merokok di Singapura telah menurun dari waktu ke waktu. Menurut Survei Kesehatan Populasi Nasional 2023 oleh Kementerian Kesehatan seperti dilansir dari Today Online Singapura, 8,8 persen penduduk Singapura merokok setiap hari, turun dari 13,9 persen pada 2010.

Ini menunjukkan seberapa efektif hampir total larangan merokok di luar ruangan di Singapura, bersama dengan langkah-langkah lain. Seperti kenaikan harga bertahap dalam mendorong perokok untuk berhenti dan mencegah generasi muda dari memulainya.

Namun, 8,8 persen perokok harian yang tersisa di sana menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah mungkin tidak cukup untuk sepenuhnya memberantas merokok: bagi sebagian orang, kecanduan nikotin sangat kuat untuk diatasi oleh berbagai hambatan.

Beberapa orang berhenti merokok hanya untuk beralih ke vaping, meskipun vape telah dilarang di sini sejak 2018.

Ini menimbulkan pertanyaan: Jika ada kemajuan yang bisa dicapai dalam perang melawan nikotin, bagaimana cara mencapainya, dan apakah itu realistis?

Pentingnya Pembatasan

PEMBATASAN yang terus meningkat terhadap merokok, bersama dengan langkah-langkah lain seperti kenaikan pajak tembakau, memberikan hasil yang bervariasi. Beberapa perokok, seperti Kevin Wang, menemukan motivasi untuk berhenti.

Namun, yang lain merasa kesulitan menemukan titik merokok dan membuat mereka merokok lebih sedikit saat keluar rumah, terutama di area Orchard Road atau Central Business District.

Seorang perokok reguler, Madam Quek, mengatakan bahwa dia merokok rata-rata enam hingga delapan batang sehari, tetapi saat keluar, jumlahnya turun menjadi empat.

Namun, ada juga perokok yang telah beradaptasi dengan perubahan aturan dan menemukan cara untuk mempertahankan kebiasaan mereka.

Robert Fernando, misalnya. Ia mengaku pembatasan tidak menghentikannya untuk mengurangi frekuensi merokoknya yang 20 batang per hari. Pria berusia 65 tahun itu hanya menghindari tempat di mana ia tidak bisa merokok dengan bebas.

“Saya menghindari Orchard Road kecuali sangat perlu, karena itu menghilangkan kebebasan saya,” katanya di Today Online Singapura.

Beberapa mantan perokok, ironisnya, beralih ke vaping karena merasa lebih nyaman — karena ilegal di mana-mana, mereka justeru merasa bisa merokok di mana saja, tentu dengan sembunyi.

“Vaping memberikan efek nikotin dengan rasa yang lebih baik, tanpa bau, dan fleksibilitas untuk vaping di mana saja, bahkan di dalam ruangan,” kata seorang direktur kreatif yang ingin tetap anonim di Today Online.

“Anda bisa merokok kapan saja, di mana saja. Ini sudah menjadi hal biasa di Singapura sehingga orang tidak terkejut melihatnya. Normalisasi ini membuat lebih mudah untuk vaping di dalam ruangan — di kantor, pesta di rumah, bahkan di toilet umum.”

Vape menjadi sangat populer, sehingga pihak berwenang meningkatkan penegakan terhadap pelanggar.

GAMBAR BESAR

PEMERINTAH Singapura mengambil langkah awal untuk mengurangi kebiasaan merokok pada tahun 1992 silam dengan mengesahkan Undang-Undang (Larangan di Tempat Tertentu), yang menegaskan larangan terhadap iklan tembakau dan merokok di bus, MRT, dan bioskop.

Selama bertahun-tahun, undang-undang ini diubah untuk melarang merokok di lebih banyak tempat. Pada tahun 1994, misalnya, merokok dilarang di area berpendingin udara seperti pabrik dan kantor swasta.

Pada tahun 2007, larangan diperluas untuk mencakup tempat hiburan seperti pub dan klub malam, dan pada tahun 2013, merokok juga dilarang di area umum gedung perumahan. Antara 2013 dan 2017, tingkat merokok turun dari 13,1 persen menjadi 11,8 persen.

Langkah besar lainnya diambil pada tahun 2019, ketika seluruh wilayah di Orchard Road ditetapkan sebagai Zona Larangan Merokok. Setahun kemudian, tingkat merokok turun menjadi 10,1 persen dari 10,6 persen.

Kemudian, pada tahun 2022, merokok tidak lagi diizinkan di taman publik dan pantai rekreasi.

Sejalan dengan pemerintah yang memperketat larangan ini, titik merokok yang ditentukan disiapkan agar perokok dapat merokok secara legal di luar ruangan.

Misalnya, pada tahun 2017, Nee Soon South membangun 50 titik merokok terbuka, dilengkapi dengan bangku miring dan atap seng, di sekitar lingkungan. Di Holland-Bukit Timah GRC, terdapat dua bilik merokok yang dingin dan dewan kota berencana menambah tiga lagi.

Titik merokok ini sangat populer di kalangan non-perokok, yang terlindungi dari asap rokok.

Namun, perokok tidak begitu menyukai titik dan kabin yang ditentukan ini, karena cenderung pengap dan tidak nyaman.

INTISARI

MASIH ada ruang untuk perbaikan dalam tingkat prevalensi merokok di Singapura. Secara global, “bangsa bebas asap” didefinisikan sebagai negara di mana kurang dari 5 persen penduduknya merokok setiap hari.

Dengan angka 8,8 persen, Singapura mendekati standar tersebut, tetapi masih bisa lebih baik, menurut para ahli kesehatan.

Dr. Yvette van der Eijk, asisten profesor di Universitas Nasional Singapura yang mengkhususkan diri dalam pengendalian tembakau dan penelitian kesehatan mental, menyatakan jika Singapura ingin bebas merokok dalam lima tahun ke depan, harus ada langkah-langkah lebih agresif, seperti mengurangi kandungan nikotin dalam rokok.

“Jika Singapura ingin memberantas merokok dalam sepuluh tahun ke depan, bisa melarang tambahan rasa seperti mentol dan buah dalam rokok serta menerapkan pajak yang lebih agresif terkait inflasi tahunan,” tambah Dr. van der Eijk di Today Online.

Dia juga menambahkan bahwa perokok sosial cenderung merokok saat berkumpul dengan teman, jadi larangan di tempat makanan dan minuman bisa memutuskan hubungan antara minum dan merokok.

“Dengan semakin populernya vaping, menurutnya penting juga bagi pemerintah setempat untuk meningkatkan penegakan terhadap vaping dan menghentikan masuknya vape ke Singapura,” kata Sean Ang, spesialis penghentian merokok di Success Alliance Enrichment Singapura.

(ham/Today online)

Kaitan budaya, Kebiasaan, Merokok, singapura
Admin 13 Januari 2025 13 Januari 2025
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali1
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya “Mengintimi Taipei”
Artikel Selanjutnya Longsor di Tiban Koperasi, Belasan Warga Jadi Korban

APA YANG BARU?

Setahun Memimpin, Amsakar-Li Claudia Wujudkan Komitmen Membangun Batam
Artikel 8 jam lalu 67 disimak
Sambut Lebaran 2026, Bandara Hang Nadim Batam Berikan Potongan Tarif 50%
Artikel 15 jam lalu 65 disimak
Reses Komisi VIII DPRRI, Pantau Penyaluran Bantuan PKH di Batam
Artikel 17 jam lalu 75 disimak
Pemuda Ditemukan Meninggal Dunia di Jembatan 3 Barelang
Artikel 1 hari lalu 134 disimak
Cuaca Kepulauan Riau: Berawan Hingga Hujan Ringan
Artikel 1 hari lalu 128 disimak

POPULER PEKAN INI

Terungkap Identitas Mayat Pria di Perairan Galang, Seorang Bendahara di RSBP Batam
Artikel 6 hari lalu 195 disimak
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H, Kamis 19 Februari 2026
Ramadan 6 hari lalu 190 disimak
DPRD Batam Klaim Anggaran Pendidikan Tak Terdampak Program Makan Bergizi Gratis
Pendidikan 6 hari lalu 184 disimak
Pengaturan Jam Operasi Tempat Hiburan Malam Selama Ramadan di Batam
Ramadan 5 hari lalu 166 disimak
Ziarah Kubur Jelang Bulan Ramadhan, TPU Sei Panas Ramai Dikunjungi Peziarah
Ramadan 6 hari lalu 160 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?