Hubungi kami di

Dunia

Mengapa Wanita Desa di India Dilarang Menggunakan Ponsel?

nien bagaskara

Terbit

|

PADA tahun lalu, pemerintah India melalui Perdana Menteri Narendra Modi, mengkampanyekan penggunaan media digital untuk akses masyarakat di sana yang belum merata. Tapi kebijakannya terbentur beberapa aturan di Dewan desa.

DI India, tepatnya di beberapa wilayah,  ada aturan khusus tentang kepemilikan telepon seluler (ponsel) bagi wanita. Ada aturan yang melarang Wanita di sana miliki dan menggunakan telepon seluler tipe apa pun.

Daerah yang melarang wanita menikah dan belum menikah menggunakan telepon seluler itu terdapat di beberapa desa di sejumlah negara bagian di India.

Dewan desa sampai-sampai membuat dekrit yang melarang wanita menikah dan wanita yang belum menikah memiliki telepon seluler.

Alasannya?

Ram Sanhaiya, warga Desa Laipur di negara bagian Uttar Pradesh seperti dilansir The New York Times mengatakan, berbahaya jika wanita diberi telepon seluler.

“Anak-anak perempuan lebih rentan mempermalukan diri mereka sendiri. Perempuan harus dilarang berbicara menggunakan telepon sebisa mungkin,” kata Sahaiya, 14 Oktober 2016 lalu.

“Mereka mulai berbicara dan berikutnya kamu akan menikah atau lari dengan laki-laki itu,” ujar Balbir, seorang ayah yang tegas melarang anak perempuan memiliki telepon seluler.

BACA JUGA :  Turki 'Sandera' 100 Warga Belanda

Balbir mengatakan, ia memberikan ponsel kepada anak laki-lakinya. Tapi tidak untuk anak perempuannya. Sekalipun ia paham ponsel justru meningkatkan keselamatan keluarganya.

“Jika seorang anak perempuan berjalan di jalan sambil bermain musik dari ponselnya, apa yang orang akan pikirkan? Mereka akan katakan anak perempuan ini tak santun,” tutur Balbir.

Di India, lebih dari 114 juta pria dan wanita memiliki ponsel. Ponsel umum digunakan untuk mencari pekerjaan, perbankan, pendidikan, memesan tiket pesawat atau kereta api, dan berhubungan dengan pemerintah.

Situasi yang tak setara dalam penggunaan ponsel antara pria dan wanita membuat sejumlah kelompok peduli telekomunikasi dan LSM berusaha mencari jalan keluar. Di antaranya memberikan akses gratis Internet atau layanan panggil berbiaya murah khusus kepada perempuan dan kerja sama dengan pemodal UKM untuk menyediakan ponsel bekas dengan harga terjangkau. ***

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook