Terhubung Dengan Kami

Catatan Netizen

Mengunjungi Mak Dayang di Selat Desa

ilham kurnia

Dipublikasi

pada

Foto : © Imbalo Iman Sakti on Facebook

MAK Dayang, demikian orang memanggilnya. Pagi itu kami sengaja berkunjung ke pulau tempat tinggalnya. Terlihat wajahnya agak sendu dan lelah.

Sudah lama ia tidak melaut. Pak Tamam suaminya pun hanya duduk saja di rumah saja.

“Mata saya dah tak nampak lagi.” Katanya saat kami datang masuk ke rumahnya.

Biasanya kalau kami datang, bila tidak melaut, ia datang ke surau Taqwa dekat rumahnya. Itulah sebabnya kami sampiri ia, melihat kondisinya.

Siapa Mak Dayang?


Ayahnya salah seorang tokoh suku laut terkemuka di Kepulauan Batam. Pemuka tokoh masyarakat suku laut demikian orang mengatakan kepada mereka, sekarang dipegang adik lelakinya. Namanya pak Din. Pak Din jadi pemuka setelah ayah mereka meninggal dunia.

Turun temurun dari Datok mereka, sejak kisah Sultan Mahmud Mangkat Dijulang.
Keluarga turun temurun itu sudah hampir 14 generasi juga menjadi penghuni lautan luas yang hidup nomaden di atas sampan.

“Saye sekeluarga yang awal tinggal di pulau ini,” katanya.

Bangunan bekas pos angkatan laut yang dipakai lagi, dibelinya.

Ikan tak susah seperti sekarang ini, dua belas anak anaknya semua dibesarkannya dari hasil memancing ikan di laut.

Ia lahir di sampan, besar di sampan, menikah di sampan melahirkan pun di sampan.

Mereka tak sekolah. Konon pula belajar ilmu agama. Itu sebabnya sebagian anak Mak Dayang tak seaqidah dengannya.

Belasan tahun yang lalu kami dirikan di situ sebuah surau.

Foto : © Imbalo Iman Sakti on Facebook

“Kalau lah ada surau di tempat kami.” Kata Mak Dayang saat itu.

Alhamdulillah ada pula di situ ditempatkan seorang Dai. Bantuan dari Lembaga Amil Zakat Batam.

Sekarang Mak Dayang dah terlihat rapi, pakai kerudung bila keluar. Saat awal dulu, ia hanya pakai seluar (celana) pendek dan berbaju T shirt, lengan pendek. Ada kerudung sekedar disangkutkan di atas kepalanya.

“Anak saya, tinggal seorang lagi yang belum Islam.” Ujarnya saat kutanya. Yang paling tua perempuan tambahnya lagi.

Begitulah Mak Dayang, seandainya dulu Raja Kecik Kesultanan Johor Riau Lingga yang berkuasa, lain pula nasib dan cerita kisah Mak Dayang ini.

——————-

Seperti ditulis oleh Imbalo Iman Sakti di Akun Facebooknya.

Advertisement



Klik untuk memberi komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rupa Rupa

Gaptek? Gak Lah!6 hari lalu

Google Bakal Cegah Orang Nonton Youtube Berlebihan Dengan Cara Ini

MENONTON YouTube merupakan pilihan banyak orang saat karantina di tengah pandemi virus Corona (Covid-19). Namun, menonton terlalu lama tentu tak...

Histori2 minggu lalu

Kisah Sahang dan Gambir di Kepulauan Riau

MASA depan Kabupaten Lingga itu di sektor pertanian. Sejarah masa lampau negeri termasyur yang menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Riau Lingga...

Hidup Sehat2 minggu lalu

Sehat Jiwa di Masa Pandemi Covid-19. Tips Sehat dari Dokter Spesialis Kejiwaan RSBP Batam

PANDEMI Covid-19 (virus Corona) menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan di dunia, termasuk di Indonesia, Provinsi Kepri dan Batam. Covid-19 tidak...

Gaptek? Gak Lah!2 minggu lalu

Menyalin Tulisan Tangan Dengan Google Lens

GOOGLE telah menambahkan fitur baru yang sangat berguna ke Google Lens. Kini, kalian bisa menyalin dan menempelkan (copy and paste)...

Histori2 minggu lalu

Menolak Lupa ; Tentang RA. Srimulat

RADEN Ayu Srimulat (7 Mei 1908-1968) adalah pemain sandiwara panggung, pemain film dan penyanyi di era akhir 50-an sampai akhir...

Gaptek? Gak Lah!3 minggu lalu

ADU HEMAT KUOTA | Zoom, WebEx Atau Google Meet?

KEBIJAKAN agar bekerja dari rumah membuat sebagian besar pekerja harus menggunakan aplikasi video telekonferensi tetap produktif. Sejumlah aplikasi seperti Zoom,...

Otto Keren!3 minggu lalu

Mini Wuling Seharga Rp. 90 Juta

WULING telah memperkenalkan mini-EV baru yang diberi nama Wuling Hongguang. Mobil listrik tiga pintu dan empat kursi ini hadir dalam...

Ide4 minggu lalu

10 Ide Fotografi di Rumah

SAAT kita diminta untuk berdiam diri #DiRumahSaja , pasti ada kejenuhan yang mendera. Sejak wabah COVID-19 melanda negeri kita awal...

Histori4 minggu lalu

Honda FC50, Nenek Moyang Beat

NETIZEN banyak yang kaget dengan tampilan nenek moyang motor matik Honda BeAT yang mulai bamyak diposting di facebook. Leluhur Honda...

Pop & Roll4 minggu lalu

Tawaran Gratis Dari Google Meet

MULAI bulan Mei ini, Google mulai menggratiskan layanan video conference mereka untuk semua pemilik akun Google, yaitu Google Meet. Siap caplok pengguna Zoom? Sebelumnya,...

Advertisement