Hubungi kami di

Uang

Nyat Kadir: “Pelaku Usaha Mikro Harus Meningkatkan Kemampuan Di Bidang Teknologi”

Terbit

|

Foto bersama peserta pelatihan E-Comerce Bagi Usaha Mikro di Sektor Fashion Muslim di Kota Batam. Foto: @zhr/GoWest.id

ANGGOTA Komisi VI DPR-RI dapil Kepulauan Riau, Drs. H. Nyat Kadir, turut menghadiri dan membuka secara resmi acara pelatihan E-Commerce Bagi Usaha Mikro di Sektor Fashion Muslim, di Biz Hotel Batam, Selasa (12/10).

Acara pelatihan yang digelar oleh Kementerian Koperasi dan UKM ini diikuti oleh 30 orang pelaku usaha kecil dan menengah bidang Fashion Muslim di kota Batam.

Dalam sambutannya, Nyat Kadir yng juga Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam ini memberikan apresiasi kepada pihak Kementerian Koperasi dan UKM atas penyelenggaraan kegiatan pelatihan kepada para pelaku UKM ini.

Menurutnya, meskipun anggaran di Kementerian yang juga mitra kerjanya ini terbatas, namun masih memiliki semangat untuk memberikan bantuan kepada para pelaku usaha kecil meskipun dalam bentuk kegiatan pelatihan.

Anggota Komisi VI DPR-RI, Drs. H. Nyat Kadir. Foto: @zhr/GoWest id

Nyat Kadir juga menyampaikan, sebagai negara nomor 3 setelah Turki dan Arab Saudi, terbesar di dunia dalam perkembangan industri busana muslim saat ini, pelaku usaha Indonesia dituntut harus terus berinovasi dan meningkatkan kemampuan dalam mendukung usahanya.

“Saya cukup memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan pelatihan ini. Saya tau betul, anggaran di Kementerian mitra kerja Komisi VI ini cukup terbatas. Sangat terbatas anggarannya, apalagi dibandingkan dengan jumlah ribuan Koperasi dan UKM yang ada Indonesia” jelas Nyat Kadir.

Nyat Kadir pun menyampaikan, sangat penting kegiatan pelatihan seperti ini diberikan kepada para pelaku usaha kecil dan menengah.

BACA JUGA :  Kembali Bertambah, Tiga Kasus Baru Positif Covid-19 di Batam Masuk Cluster ASN
Penyematan tanda peserta pelatihan kepada perwakilan peserta. Foto: @zhr/GoWest.id

Apalagi di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, yang mengharuskan masyarakat, khususnya para pelaku usaha untuk tidak saling berinteraksi langsung dengan konsumennya.

“Pelatihan seperti ini cukup bagus dan sangat dibutuhkan oleh mereka (pelaku UKM, pen). Karena pelaku UKM harus bisa mengikuti perkembangan, agar terbantu dalam bidang marketing dan pemasaran barangnya” paparnya.

Politisi dari Partai Nasdem ini juga berharap kepada para peserta pelatihan agar bisa betul-betul bisa memanfaatkan kesempatan yang diberikan untuk meningkatkan kemampuannya dalam memanfaatkan teknologi informasi.

“Apalagi di masa pandemi ini, kondisinya para pelaku usaha dibatasi untuk bertemu dengan konsumennya. Jadi ibu-ibu harus betul-betul memahami perkembangan teknologi, jangan gaptek (gagap teknologi). Jangan malu untuk belajar, bila perlu belajar kepada anak-anak kita yang paham teknologi” tambah Nyat Kadir.

Kepada GoWest Indonesia, Asisten Deputi Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro, Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM, yang diwakili Kepala Bidang Standardisasi Kompetensi SDM Usaha Mikro, Drs. Bambang Tanoto mengatakan, kegiatan pelatihan E-Commerce Bagi Usaha Mikro di Sektor Fashion Muslim ini, sebagai upaya pembinaan bagi para pelaku usaha dalam menyambut program digitalisasi marketing.

Kepala Bidang Standardisasi Kompetensi SDM Usaha Mikro Kemenkop UKM, Drs. Bambang Tanoto. Foto: @zhr/GoWest.id

“Ini bagian dari penyiapan para pelaku usaha kecil dan menengah dalam menyambut era digitalisasi marketing di jaman sekarang ini. Kita berharap para pelaku usaha ini bisa mengikuti perkembangan jaman dan E-Commerce ini, era baru dalam dunia usaha” jelas Bambang.

BACA JUGA :  Operasi Siap Tempur Laut di Natuna | "INI LHO LAUT KAMI"

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam, Sulaeman Nababan mengungkapkan, sebagai daerah yang berbatasan dengan negara lain terutamanya Malaysia yang memiliki adat dan budaya Melayu yang sama dengan wilayah Kepulaun Riau, khususnya Kota Batam, potensi usaha Fashion Muslim memiliki peluang besar untuk terus berkembang.

“Kota Batam posisinya berbatasan dengan negara-negara serumpun, khususnya Malaysia yang memiliki adat dan budaya Melayu yang sama dengan kita. Usaha fashion atau busana muslim sangat menjanjikan. Pada saat belum masa pandemi, banyak warga Malaysia yang belanja khususnya busana muslim di Batam” ungkapnya.

Nababan pun berharap para pelaku usaha khususnya fashion muslim, juga harus mampu meningkatkan kemampuan di bidang teknologi informasi guna perluasan pasarnya.

“Kemampuan para pelaku usaha di bidang teknologi adalah satu tuntutan. Transaksi secara manual atau bertemu antara penjual dan pembeli memang masih ada, akan tetapi ke depannya, lambat atau cepat akan bergeser ke transaksi digital yang lebih mudah” jelas Nababan.

Kegiatan pelatihan E-Commerce Bagi Usaha Mikro di Sektor Fashion Muslim di Kota Batam ini akan berlangsung selama 3 hari, hingga Kamis (14/10) besok.

*(zhr/GoWest)

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook