PELAKU Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Marina, Sekupang ternyata sudah lama mendambakan suplai air bersih selama 24 jam penuh.
Selain untuk konsumsi pribadi, juga untuk menunjang stabilitas dari usaha yang mereka tekuni.
Salah satu pelaku UMKM, Iswahyudi menuturkan bahwa Kawasan Marina, tempat ia berusaha belum terjangkau suplai air bersih 24 jam. Fakta ini tentu saja menjadi kendalanya dalam berusaha.
“Terus terang, di Marina belum terjangkau fasilitas air bersih. Kami mengandalkan air tanah dan air sumur. Sehingga biayanya jauh lebih mahal, khususnya listrik untuk pompa air,” kata Iswahyudi, sang Pemilik Kebun Jambu Marina, belum lama ini.
Kebun Jambu Marina merupakan salah satu UMKM yang bergerak di bidang pariwisata. Temanya adalah memberikan pengalaman dan edukasi kepada para pengunjung mengenai bercocok tanam jambu.
Selain itu, juga ditambah dengan wisata budaya, tempat rekreasi dan lain-lain.
“Kalau kemarau, ini yang sulit. Karena sudah pasti tidak ada air. Air yang dari dalam tanah itu terbatas, dan kami prioritaskan untuk skala irigasi. Sehingga air dari keran ini yang penting untuk kebutuhan sehari-hari,” paparnya.
Ia berharap bahwa instansi terkait seperti Badan Pengusahaan (BP) Batam yang menjadi regulator Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) di Batam bisa segera mempersiapkan infrastruktur air bersih di kawasan stressed area, seperti di Marina.
“Harapan saya hanya air bisa mengalir penuh. Ketika kemarau kami sangat kesulitan. Jadi lebih baik, pemerintah segera siapkan infrastrutkur untuk air bersih,” harapnya.
*(rky/GoWest)


