PEMERINTAH Kota Batam baru-baru ini meluncurkan empat unit bus sekolah gratis untuk meningkatkan akses pendidikan bagi pelajar yang tinggal di kawasan pesisir. Langkah ini diharapkan dapat mendorong mobilitas siswa dan memastikan pemerataan layanan pendidikan di daerah tersebut.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa penyediaan bus sekolah ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Menurutnya, anak-anak yang tinggal di hinterland berhak mendapatkan layanan yang setara dengan yang ada di daerah lain.
“Anak-anak kita di pesisir (hinterland) tidak boleh terhambat oleh masalah transportasi. Akses yang memadai menjadi kunci agar mereka dapat menjalani pendidikan dengan efektif,” kata Amsakar.
Bus-bus ini akan melayani rute Galang-Barelang, yang mencakup Jembatan 1 hingga Jembatan 6, untuk memastikan tidak ada anak yang terpaksa absen karena kesulitan transportasi. Amsakar menambahkan bahwa layanan bus ini sepenuhnya gratis, sehingga bisa meringankan beban masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan Batam, Leo Putra, menyatakan bahwa penambahan empat bus baru akan memperkuat layanan transportasi pendidikan di daerah luar daratan.
“Dengan tambahan ini, total bus sekolah yang beroperasi menjadi 12 unit, yang memungkinkan untuk peremajaan dan perawatan armada yang ada,” ungkap Leo.
Bus-bus tersebut diadakan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam, yang juga akan menanggung semua operasional, termasuk pengemudi, bahan bakar, dan pemeliharaan kendaraan.
Leo juga menekankan pentingnya keberadaan armada yang handal di wilayah Galang. Ia mengatakan bahwa jika salah satu bus tidak beroperasi, hal tersebut dapat berdampak langsung terhadap kehadiran siswa di sekolah.
“Di hinterland, satu bus sangat menentukan. Jika tidak ada bus, anak-anak tidak bisa berangkat sekolah. Oleh karena itu, penguatan armada operasional sangat krusial,” tegasnya.
(sus)


