Hubungi kami di

Khas

Pengembangan Ekonomi Batam ala Kris Wiluan

Mike Wibisono

Terbit

|

Kris Taenar Wiluan : © The Edge Singapore

KEGIATAN Batam Economic Forum yang digelar Badan Pengusahaan (BP) Batam, Selasa (28/02/2018) lalu, menyisakan beberapa catatan menarik.

Salah satunya dari Chairman Citramas Group, Kris Taenar Wiluan.

Pengusaha yang bergerak di bidang logistik dan pengeboran minyak bumi serta gas ini, juga mendukung langkah BP Batam dalam menjadikan Kota ini sebagai Hub Logistik untuk kawasan regional.

Ia melihat potensi Kota Batam yang masih sangat tinggi, karena berada di kawasan segitiga emas dan dekat dengan selat Malaka.

Posisi itu memungkinkan Batam berkembang.

“Basic Batam adalah lokasi yang strategis karena hingga saat ini, Selat Malaka masih banyak dilewati 50 persen perdagangan dunia, dan juga 50 persen jalur transportasi untuk penyaluran energi dunia. Namun hal ini juga harus didukung dengan peningkatan kerjasama dengan Singapura,” ungkap Kris Wiluan.

Untuk kerjasama dengan Singapura sendiri, Kris menekankan bahwa kerjasama tersebut harus bersifat saling menguntungkan.

“Misalnya seperti untuk konsumsi, di sana tidak ada lokasi pertanian. Manfaatkan kelautan dan lahan di Kepri serta Riau untuk membuka jalur perdagangan ke sana,”

“Saat ini pemerintah Singapura juga tengah berusaha melakukan perluasan lahan dan perumahan, disana kita bisa ambil kesempatan untuk import pasir sebelum mereka import dari Negara lain,” lanjutnya.

BACA JUGA :  Polemik "Cuti-Tak Cuti" Rudi

Peluang lain yang dimiliki oleh Kota Batam apabila menjadi Hub Logistik ialah di bagian pengeboran minyak dan gas serta pengerjaan peralatan untuk proyek pengeboran.

Kris berharap Batam dapat menyerap 10 persen dari total proyek pengerjaan peralatan yang mencapai angka 20 miliar US Dollar.

“Apabila ini terwujud, maka Singapura akan sangat tergantung pada kita. Lagipula untuk sumber daya manusia, ternyata kita tidak kalah dengan negara lainnya. Untuk itu kita bisa membuktikan bahwa Indonesia tidak hanya bisa membuat barang yang murah karena banyak peralatan untuk proyek LNG Australia dan Rusia banyak dikerjakan disini,” ungkapnya.

Selain itu, untuk mengarah ke digital ekonomi, Kris menjelaskan Batam sudah memiliki embrio.

Ia menggambarkan dengan adanya Kinema Studio di Nongsa, membuktikan para ilustrator Indonesia sudah sangat kompeten di bidangnya.

“Kartun Garfield yang merupakan serial anak – anak, saat ini dikerjakan di Kinema studio. Belum lagi penghargaan Internasional yang didapat Kinema,” tutupnya.

Jadi, Batam sebenarnya punya potensi untuk menuju ekonomi digital.

(fer/GoWest.id)

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook