Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Belanja Pegawai Pemko Batam Capai 39%, Perlu Langkah Penyesuaian
    6 jam lalu
    Sanksi Petugas Pungli Imigrasi Batam Belum Diterapkan
    6 jam lalu
    Penuhi Kebutuhan Warga, Perumda Tirta Mulia Unit Kundur Tambah Jam Operasional
    14 jam lalu
    Pungli di Pelabuhan Batam Center, Oknum Petugas Imigrasi Batam Resmi Ditahan
    15 jam lalu
    Soroti Layanan Keimigrasian, Kepala BP Batam Sidak Pelabuhan Internasional
    17 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura
    2 hari lalu
    Atasi Volume Sampah di Batam, Pembangunan TPA Blok Baru di Kabil
    2 hari lalu
    Tahun 2026 Kemenag Batam Buka PMB Satu Pintu Jalur Prestasi Pada MTs Negeri
    4 hari lalu
    Debut Manis Herdman, Timnas Menang 4-0 Atas Saint Kitts
    5 hari lalu
    Dua Karakter Berbeda Orangtua
    3 minggu lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    3 minggu lalu
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    1 bulan lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    2 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    2 bulan lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    3 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    1 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    2 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    2 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    3 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Penggunaan Mata Uang KRRp di Kepulauan Riau

Editor Redaksi 9 tahun lalu 2.9k disimak
Foto Aktifitas nelayan tradisional di perairan Batam era 1970-an : © Dokumentasi Otorita Batam

SUATU perbedaan yang tidak dapat dilupakan antara Batam dan Kepulauan Riau dengan daerah lainnya di Indonesia pada masa konfrontasi adalah pernah digunakannya mata uang Rupiah Kepulauan Riau (KRRp) sampai dengan berakhirnya konfrontasi dengan Malaysia.

Selama periode itu, wilayah Kepri merupakan daerah yang mencatat sejarah sendiri. Sebelumnya mata uang Dollar Singapura dan Malaysia mendominasi dan beredar di Batam serta pulau-pulau sekitarnya (sebelum 1963).

Wilayah Kepri yang berdekatan dengan Singapura, sulit menghindari dampak tingginya penggunaan uang dollar Malaysia saat itu untuk alat transaksi dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah Indonesia akhirnya menetapkan satuan mata uang khusus untuk daerah tingkat II (Dati II) Kepulauan Riau yang disingkat dengan KRRp. Hal ini berlaku hingga pemerintah mampu menerbitkan uang Rupiah yang berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia.

Pemberlakuan KRRp tertuang dalam Penpres Nomor 9 tahun 1963 tanggal 15 Oktober 1963.

Untuk Dati II Kepri, yang meliputi Kawedanan Tanjungpinang, Lingga, Karimun dan pulau Tujuh, mulai tanggal 15 Oktober 1963, secara khusus berlaku satuan uang Rupiah Kepulauan Riau dengan perbandingan USD1 = KRRp3,06.

KRRp terdiri dari uang kertas Bank Indonesia, uang kertas pemerintah dan uang logam pemerintah khusus untuk Kepulauan Riau dan berlaku sebagai alat pembayaran yang sah di daerah tersebut, disamping Dollar Malaya yang beredar di sana. KRRp dinyatakan tidak berlaku sebagai alat pembayaran yang sah di luar daerah Kepri dan perbandingan nilainya dengan rupiah umum, kecuali Irian Barat adalah KRRp1 = Rp14,70.

Uang kertas dan uang logam pemerintah serta uang kertas bank Indonesia yang dikeluarkan khusus untuk Dati II Kepulauan Riau berdasarkan Penetapan Presiden (Penpres) Nomor 9 tahun 1963 tersebut, adalah sebagai berikut :

  1. Uang kertas pemerintah untuk Kepri dikeluarkan dalam pecahan KRRp1 dan KRRp2,5 yang merupakan alat pembayaran yang sah sampai sejumlah 100 lembar untuk tiap pecahan atau KRRp100 untuk pecahan KRRp1, dan KRRp250 untuk pecahan KRRp2,5. Uang kertas pemerintah tersebut merupakan seri Presiden Soekarno dengan tanda tahun 1961 dan ditandatangani oleh Notohamiprodjo. Ciri uang kertas ini sama dengan uang kertas yang dikeluarkan untuk Irian Barat. Kecuali tulisan yang dicantumkan adalah RIAU dan nomor seri dimulai dengan huruf KR.
  2. Uang logam pemerintah khusus Kepri juga sama dengan yang dikeluarkan untuk Irian Barat. Yaitu seri Presiden Soekarno pecahan 1 sen, 5 sen, 25 sen dan 50 sen. Perbedaan terletak pada sisi samping ; uang logam untuk Irian Barat dibuat bergerigi, sedangkan untuk Kepri rata dan bertuliskan RIAU. Uang logam tersebut merupakan alat pembayaran yang sah sampai 100 keping untuk masing-masing pecahan atau KRRp1 untuk 1 sen, KRRp5 untuk 5 sen, KRRp10 untuk 10 sen, KRRp25 untuk 25 sen serta KRRp50 untuk 50 sen.
  3. Uang kertas Bank Indonesia khusus Kepri adalah seri Presiden Soekarno dengan tanda tahun 1960 pecahan KRRp5, KRRp10 dan KRRp100 yang semuanya ditandatangani oleh Soetikno Slamet bersama Indra Kasoema. Seperti halnya uang kertas pemerintah untuk Irian Barat, ciri uang tersebut sana dengan uang yang dikeluarkan khusus untuk Irian Barat, kecuali tulisan yang dibubuhkan adalah RIAU dan nomor seri dimulai dengan huruf KR.

KRRp tidak boleh dibawa ke luar dari Dati II Kepri dan sebaliknya, rupiah umum tidak boleh dibawa masuk ke wilayah Kepri. Sementara itu, uang kertas dan logam Malaysia dinyatakan tetap berlaku sampai ditarik dari peredaran melalui penukaran dengan nilai perbandingan KRRp1 = Mal$1. Penarikan dari peredaran dimulai tanggal 1 November 1963 dengan masa penukaran satu bulan sehingga setelah tanggal 30 November 1963, penukaran itu tidak dapat dilakukan lagi dan sebagai uang asing, harus diserahkan kepada Pemerintah u.p. Bank Indonesia.

KRRp ini hanya berlaku selama 8,5 bulan. Dengan Keppres nomor 3 tahun 1964, tanggal 27 Juni 1964, KRRp secara resmi ditarik dari peredaran dan sejak tanggal 1 Juli 1964 diberlakukan uang rupiah yang sama dengan uang rupiah yang berlaku di wilayah Indonesia. Kecuali Irian Barat yang masih tetap menggunakan IBRp. Namun, khusus pulau Batam hingga tahun 1980-an, mata uang Dollar Singapura dan  Malaysia masih berlaku untuk transaksi jual beli di kalangan masyarakat.

(dha)

Seperti yang dilansir dari buku : “Mengungkap Fakta Pembangunan Batam era Ibnu Sutowo-JB Sumarlin”

 

Kaitan konfrontasi, KRRp, malaysia, rupiah kepulauan riau, singapura, uang
Redaksi 10 September 2017 10 September 2017
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Warna Warni Kampung Teletubbies
Artikel Selanjutnya “Jam Kerja Biologis Organ Tubuh Manusia”

APA YANG BARU?

Belanja Pegawai Pemko Batam Capai 39%, Perlu Langkah Penyesuaian
Artikel 6 jam lalu 77 disimak
Sanksi Petugas Pungli Imigrasi Batam Belum Diterapkan
Artikel 6 jam lalu 68 disimak
Penuhi Kebutuhan Warga, Perumda Tirta Mulia Unit Kundur Tambah Jam Operasional
Artikel 14 jam lalu 97 disimak
Pungli di Pelabuhan Batam Center, Oknum Petugas Imigrasi Batam Resmi Ditahan
Artikel 15 jam lalu 106 disimak
Soroti Layanan Keimigrasian, Kepala BP Batam Sidak Pelabuhan Internasional
Artikel 17 jam lalu 92 disimak

POPULER PEKAN INI

Akhir Maret ini SPPG Batam Mulai Distribusikan Kembali MBG ke Sekolah
Artikel 6 hari lalu 323 disimak
Kantor Imigrasi Batam Tindak Lanjuti Keluhan Pemerasan Kepada WNA di Pelabuhan
Artikel 6 hari lalu 322 disimak
Diskominfo Batam Sosialiasikan Larangan Penggunaan Medsos Anak Dibawah 16 Tahun
Artikel 6 hari lalu 315 disimak
Volume Air Waduk Menurun, BP Batam Pastikan Layanan Air Bersih Tetap Terjaga
Artikel 5 hari lalu 258 disimak
Sempat Hilang, Nelayan Karimun Berhasil Ditemukan Tim SAR Gabungan
Artikel 5 hari lalu 250 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?