Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Night Party Lantern Festival, Momentum Kebangkitan Ekonomi Kawasan Nagoya
    1 hari lalu
    Selama Ramadhan Pemko Batam Lakukan Penyesuaian Jam Kerja ASN
    2 hari lalu
    Selama Bulan Ramadhan SPPG Batam Tetap Distribusikan MBG ke Sekolah
    2 hari lalu
    Terbentur Fasilitasi dari Provinsi, Pembahasan Ranperda Adminduk Batam Ditunda
    2 hari lalu
    Walikota Batam Salat Tarawih Perdana di Masjid Raya Batam Center
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Pengaturan Jam Operasi Tempat Hiburan Malam Selama Ramadan di Batam
    3 hari lalu
    Ziarah Kubur Jelang Bulan Ramadhan, TPU Sei Panas Ramai Dikunjungi Peziarah
    3 hari lalu
    Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H, Kamis 19 Februari 2026
    3 hari lalu
    DPRD Batam Klaim Anggaran Pendidikan Tak Terdampak Program Makan Bergizi Gratis
    3 hari lalu
    Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di Batam
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    2 minggu lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    4 minggu lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    1 bulan lalu
    Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Batam 2025
    2 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Timur, Tanjungpinang
    2 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    3 hari lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    2 minggu lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    1 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    2 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    7 bulan lalu
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Penimbunan di DTA Dam Tembesi, BP Batam Terus Lakukan Pengawasan

Editor Redaksi 2 bulan lalu 230 disimak
Aktifitas pematangan lahan disekitar Daerah Tangkapan Air (DTA) Dam Tembesi. F/ @AkarBumiIndonesia

KUALITAS air di Daerah Tangkapan Air (DTA) Dam Tembesi, Batam, terancam karena adanya aktivitas yang diduga melanggar aturan, berdasarkan laporan verifikasi lapangan yang diterbitkan NGO Akar Bhumi Indonesia (ABI) pada Minggu (7/12/2025).

Dikutip dari Kompas.com, dalam laporan verifikasi ini, Akar Bhumi menemukan aktivitas pematangan lahan di sekitar Dam Tembesi yang diduga dilakukan PT Kerabat Budi Mulia berdasarkan papan nama yang ditemukan di tepi Jalan Trans Barelang, serta aktivitas sejumlah truk pengangkut material timbunan dan alat berat jenis ekskavator.

“Kami mempertanyakan apakah aktivitas pematangan lahan sesuai dengan rencana tata ruang, serta apakah perizinan yang dimiliki sudah mempertimbangkan dampak ekologis, mengingat lokasinya berada di kawasan sensitif yang berbatasan langsung dengan DTA dan zona inti Bendungan Tembesi,” ujar Pendiri Akar Bumi Indonesia, Hendrik Hermawan, saat dikonfirmasi, pada Selasa (16/12/2025).

Dalam keteranganya, Hendrik juga mengaku melakukan penelusuran dokumen milik perusahaan yang tercatat memperoleh Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (PL) dan diperuntukkan bagi pengembangan kegiatan pariwisata di Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, yang diterbitkan Pemerintah Kota (Pemkot) Batam pada 28 Januari 2014.

Namun demikian, perusahaan tersebut diduga memiliki izin prinsip di lebih dari satu lokasi yang masih berada dalam satu kawasan.

Salah satu lokasi memiliki luas sekitar 7,18 hektar di dekat Jembatan Raja Ali Haji atau yang dikenal dengan sebutan Jembatan I Barelang yang telah lebih dahulu dikembangkan.

“Aktivitas di lokasi ini juga sempat memicu sengketa dan pengawasan sejumlah instansi, termasuk Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), karena diduga memasuki ruang laut dan memiliki persoalan perizinan lingkungan. Kami menduga luas aktivitas di lapangan melebihi izin yang diberikan,” kata dia. 

Sementara itu, untuk lokasi kedua, seluas kurang lebih 11 hektar, diduga berada langsung di kawasan DTA dan zona inti Bendungan Tembesi.

Aktivitas di lokasi ini dinilai jauh lebih berbahaya karena berisiko langsung terhadap daya dukung dan kualitas air bendungan.

“Kami menduga pintu masuk Dam Tembesi dimundurkan 350 meter mendekati bibir bendungan agar kedua lokasi yang diduga milik PT Kerabat Budi Mulia ini saling terhubung,” ujarnya.

Dam Tembesi memiliki luas sekitar 840 hektar dan menyuplai sekitar 20 persen kebutuhan air bersih Batam, atau sekitar 600 liter per detik, dari total kebutuhan rumah tangga sekitar 2.500 liter per detik.

Saat ini, Batam mengandalkan enam bendungan penampung air hujan, dengan sekitar 95 persen pasokan air bergantung pada curah hujan dan sisanya pada kelestarian hutan lindung di daerah tangkapan air.

“Jika pembiaran ini terus terjadi, bukan hanya Bendungan Tembesi yang terancam, tetapi seluruh bendungan di Batam, bahkan hingga kawasan Segong. Ini merupakan bentuk degradasi sistemik terhadap daya dukung bendungan,” kata Hendrik.

Selesai pembangunan pada 2014 lalu, pihaknya menuntut Dam Tembesi mulai disterilkan, sehingga kawasan tersebut seharusnya ditetapkan sebagai wilayah lindung dan tidak diperuntukkan bagi kegiatan komersial.

“Ini menjadi pertanyaan besar bagi kami, mengapa izin prinsip pemanfaatan ruang dapat diterbitkan di kawasan yang secara faktual merupakan DTA dan bahkan berbatasan langsung dengan zona inti bendungan,” ujar Hendrik.

Dalam verifikasi tersebut, ABI juga menemukan bahwa kawasan hutan lindung di sekitar waduk telah dialihkan statusnya menjadi kawasan “putih” yang dimanfaatkan oleh PT TMP yang merupakan anak perusahaan PG. 

“Beberapa lokasi bahkan berbatasan langsung dengan zona inti bendungan, yang seharusnya dilindungi untuk menjaga kualitas air. Pihaknya mengingatkan apabila perusahaan-perusahaan tersebut beroperasi, risiko masuknya limbah ke bendungan akan sangat besar dan berpotensi mencemari air baku,” kata dia.

Sementara itu, PT Kerabat Budi Mulia (KBM) selaku perusahaan pengembang kawasan wisata di daerah Dam Tembesi membantah adanya hasil verifikasi lapangan yang dilakukan NGO Akar Bhumi Indonesia.

Namun demikian, saat dikonfirmasi pada Selasa (16/12/2025), pihak perusahaan tidak membantah terkait proyek pengembangan lahan pariwisata yang akan dikembangkan di kawasan DTA Tembesi Batam.

Pihak PT KBM menilai, hasil laporan yang diterbitkan Akar Bhumi Indonesia telah mencemarkan nama baik perusahaan.

Perusahaan menyebut telah mengantongi izin pematangan lahan dan peruntukan pariwisata, serta telah membayar lunas biaya terkait.

“Proyek ini bertujuan untuk mengembangkan pusat pariwisata dengan restoran dan UMKM, yang diharapkan menguntungkan masyarakat dan pengusaha kuliner,” kata Juru Bicara PT KBM, Yusril Koto.

PT KBM menegaskan bahwa semua kegiatan telah diawasi dan sesuai dengan peraturan.

Saat ini, pihak perusahaan berencana menggugat Akar Bhumi karena dianggap menyebarkan informasi yang menyesatkan dan merusak reputasi perusahaan. PT KBM juga menekankan bahwa proyek ini tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

Pihaknya menilai verifikasi lapangan yang telah terbit di beberapa media massa di Batam, Kepulauan Riau dapat menggiring pandangan masyarakat ke arah negatif atas proyek pembangunan kawasan wisata terbaru untuk Kota Batam.

“Diskusi dengan kuasa hukum sedang dilakukan untuk menanggapi tuduhan tersebut dan meminta hak jawab kepada media yang telah menerbitkan rilis dari NGO tersebut,” kata dia.

Menanggapi hasil verifikasi lapangan Akar Bhumi Indonesia, Wali Kota Batam Amsakar Achmad hanya menyampaikan bahwa pemerintah daerah pada prinsipnya berkomitmen menjaga ketersediaan kawasan hutan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kalau tidak salah, ketentuan luas kawasan hutan itu sekitar 20 sampai 25 persen, dan itu harus tetap dijaga dengan baik,” ujar Amsakar.

Terkait kekhawatiran soal potensi pencemaran dan pengelolaan limbah di sekitar daerah resapan air, Amsakar mengaku belum menerima laporan resmi dari Akar Bhumi Indonesia.

“Saya belum mendapat informasi langsung dari Akar Bhumi, termasuk langkah-langkah penyelesaiannya. Tentu ini akan kami pelajari lebih lanjut,” kata Amsakar.

Sementara itu Deputi 6 (Bidang Pelayanan Umum) BP Batam, Ariastuty Sirait, saat dikonfirmasi Gowest Indonesia terkait adanya aktifitas penimbunan di sekita DTA Dam Tembesi, mengakui bahwa aktifitas tersebut sudah memiliki ijin lengkap dari kementerian dan juga Pemprov. Kepri.

Menurut Tuty, saat ini BP Batam tengah melakukan pangawasan dan monitoring atas aktifitas tersebut.

“Iya memang perizinannya sudah lengkap semua dari Kementerian dan Provinsi juga. Kita sedang melakukan monitoring pengawasan atas kerja yang dilakukan yang mungkin berdampak bagi air bersih dan waduk kita” jelas Tuty Sirait, Kamis (18/12/2025).

Tuty juga menambahkan, untuk pengawasan akan dilakukan oleh pihak Kedeputian Lahan dan Infrastruktur BP Batam.

“Nanti bagian infrastruktur yang akan melakukan pengawasannya bukan pelayanan umum. Deputi 6 (pelayanan umum) melihat hal ini sesuai laporan, untuk dapat diawasi oleh kedeputian lahan dan infrastruktur, karena kami usernya” tambah Ariastuty.

(zah/Kompas)

Kaitan Akar bumi Indonesia, batam, Bp batam, Dam Tembesi, Kota Batam, Penimbunan, top
Redaksi 18 Desember 2025 18 Desember 2025
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Pemko Batam Tetapkan Pendidikan Keselamatan Jalan Raya Masuk di Sekolah
Artikel Selanjutnya DPRD Batam Gelar Rapat Paripurna Istimewa Sempena Hari Jadi Batam ke-196 Tahun

APA YANG BARU?

Night Party Lantern Festival, Momentum Kebangkitan Ekonomi Kawasan Nagoya
Artikel 1 hari lalu 93 disimak
Selama Ramadhan Pemko Batam Lakukan Penyesuaian Jam Kerja ASN
Artikel 2 hari lalu 95 disimak
Selama Bulan Ramadhan SPPG Batam Tetap Distribusikan MBG ke Sekolah
Artikel 2 hari lalu 96 disimak
Terbentur Fasilitasi dari Provinsi, Pembahasan Ranperda Adminduk Batam Ditunda
Artikel 2 hari lalu 100 disimak
Walikota Batam Salat Tarawih Perdana di Masjid Raya Batam Center
Artikel 2 hari lalu 104 disimak

POPULER PEKAN INI

Antisipasi Meningkatnya Kebutuhan Uang Tunai, BI Kepri Siapkan Dana Rp2,9 T Uang Layak Edar
Artikel 7 hari lalu 177 disimak
Walikota Batam Lepas 600 Mubalig Yang Bertugas Selama Bulan Ramadhan 1447 H
Artikel 7 hari lalu 166 disimak
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H, Kamis 19 Februari 2026
Ramadan 3 hari lalu 164 disimak
Terungkap Identitas Mayat Pria di Perairan Galang, Seorang Bendahara di RSBP Batam
Artikel 3 hari lalu 163 disimak
Speed Boat Pembawa Barang Jastip Tanpa Dokumen Resmi Diamankan
Artikel 6 hari lalu 162 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?