Terhubung Dengan Kami

Histori

Pernah Mencoba Gulali Kapas? Tahu Siapa Penemunya?

nien bagaskara

Dipublikasi

pada

Mesin pembuat gulali kapas atau cotton candy, Foto : © pinterest

KAMU pecinta makanan manis? Pernah mencoba gulali kapas dong? Camilan ini merupakan salah satu makanan favorit anak-anak kecil berusia 5-10 tahun.

Warga Indonesia mungkin mengenalnya dengan sebutan arum manis. Sementara dalam bahasa inggrisnya disebut Cotton Candy. Makanan ini biasanya dapat ditemukan di tempat-tempat hiburan anak-anak seperti pasar malam, taman bermain atau ruang terbuka publik.

Lalu, tahukah kamu siapa sebenarnya penemu dari gulali kapas?

Penemunya adalah seorang laki-laki yang berprofesi sebagai dokter gigi. Namanya William James Morrison. William bertempat tinggal di Nashville, Tennessee, Amerika Serikat.

William juga pernah berprofesi sebagai Presiden Asosiasi Dokter Gigi Tennese.

William James Morrison, Foto : ist.

Pria itu hidup pada rentang waktu 1860 hingga 1926. Dialah penemu mesin pembuat arum manis atau cotton candy yang diberi nama Fairy Floss di Amerika Serikat dan Australia serta Candy Floss di Inggris.

Mesin listrik ini mencairkan gula dan kemudian menggunakan udara untuk memaksa mendorongnya melalui layar kawat.

Mesin gulali karya William diperkenalkan di Pameran Dunia St. Louis pada tahun 1904, dan sukses besar.

Mesin pembuat gulali kapas atau cotton candy, Foto : © istock

Uniknya, pria itu ternyata juga pencinta makanan-makanan manis, padahal dia sendiri adalah dokter gigi yang selalu mengingatkan untuk jangan terlalu sering mengkonsumsi permen atau makanan manis.

Sejak dahulu, William memang suka mempelajari teknologi kuliner, sehingga ia berpikir untuk membuat suatu proyek kuliner bersama temannya yang bernama John C. Wharton, seorang confectioner atau penjual permen.

Mereka membuat proyek tersebut bersama-sama, keduanya membuat mesin permen elektronik yang sudah didesain dan juga sudah dipatenkan. Kegunaan mesin ini dapat berputar dengan kecepatan yang sangat tinggi sehingga dapat melelehkan gula.

Gula tersebut dilelehkan dan terus diputar sampai berubah menjadi kapas.

Akan tetapi, meski William telah sukses menciptakan dan banyak menjual permen kapas, dia tidak meninggalkan profesi lamanya sebagai dokter gigi.

(yum/berbagai sumber)

Advertisement



Klik untuk memberi komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rupa Rupa

Hidup Sehat1 hari lalu

Masuk Bilik Sterilisasi Kemudian Disemprot Desinfektan? Ini Kata WHO

BELAKANGAN, banyak masyarakat di Indonesia yang tinggal di komplek perumahan bergotong royong membuat Bilik Sterilisisasi atau Bilik Disinfektan. Harapannya bisa...

Hidup Sehat2 hari lalu

TONGKAT ALI DARI GUNUNG JANTAN

GUNUNG Jantan, begitu masyarakat Tanjung Balai Karimun menyebut gunung yang berada di Desa Pongkar, Kecamatan Tebing di kabupaten Karimun ini. Beberapa...

Gaptek? Gak Lah!2 hari lalu

Ada Stiker STAY HOME Di Instagram, Begini Cara Pakainya

UNTUK menekan laju penyebaran virus corona atau Covid-19, Instagram merilis stiker Stay Home pada 22 Maret 2020. Stiker ini mendorong...

Hidup Sehat6 hari lalu

Hantavirus Yang Lagi Viral, VIRUS APA LAGI ITU?

HANTAVIRUS atau virus Hanta jadi yang paling dibicarakan oleh netizen pada sejak Selasa (25/3/2020). Kata “Hangtavirus” pun melesat jadi trending...

Histori1 minggu lalu

Corona dan Pandemi-Pandemi Yang Pernah Terjadi Di Dunia

PANDEMI virus corona masih terus terjadi di berbagai belahan dunia sekarang ini. Secara umum, wabah ini memiliki dampak yang cukup...

Ide2 minggu lalu

Cara Pengemudi Taksi Ini Bentengi Diri Dari Covid-19

WABAH virus Corona yang semakin menggila penyebarannya tentu bikin khawatir para pekerja yang menuntut berinteraksi dengan pelanggannya. Pengemudi taksi satu...

Ide2 minggu lalu

Membuat Sendiri Hand Sanitizer Berstandar WHO

MEREBAKNYA virus corona (covid-19) di banyak negara, menyebabkan banyak pengaruh. Indonesia yang sebelumnya menyatakan diri bebas covid-19, tidak bisa lagi...

Gaptek? Gak Lah!3 minggu lalu

Frogs “Si Taksi Drone”, Berhasil Terbang Perdana

UJI terbang taxi drone kapasitas dua orang bernama Frogs berhasil terbang di Landasan Udara Gading, Gunung Kidul, Yogyakarta, saat uji terbang pertama...

Histori3 minggu lalu

Hikayat Kabil & Kampung Panau (Bagian 2)

WILAYAH Kabil dan Kampung Panau merupakan sedikit wilayah di kota Batam yang sudah tumbuh sejak lama sebagai tempat permukiman orang....

Makan Enak3 minggu lalu

Berjaya Hotel Johor Sajikan Menu Makanan Nusantara Selama Ramadan 2020

HOTEL Berjaya Waterfront, Johor Bahru, Malaysia, dipastikan akan terasa berbeda pada musim Ramadhan (bulan puasa) 2020 mendatang. Hotel yang bangunannya...

Advertisement