DINAS Koperasi dan Usaha Kecil Menengha (KUKM) Kota Batam memastikan, program pinjaman dana bergulir Pemerintah Kota Batam tahun 2026 akan segeara berjalan.
Hingga saat ini, Dinas KUKM Kota Batam mencatat sudah ada empat berkas calon peminjam yang masuk dengan total pengajuan mencapai Rp450 juta.
Kepala Dinas KUKM Kota Batam, Salim, mengatakan seluruh berkas tersebut masih dalam tahap verifikasi. Proses yang dilakukan meliputi verifikasi administrasi hingga verifikasi lapangan terhadap usaha yang dijalankan serta jaminan pinjaman.
“Untuk pinjaman bergulir tahun 2026 ini, sampai hari ini sudah ada empat berkas yang masuk. Masih tahap verifikasi, termasuk verifikasi lapangan terhadap usaha dan jaminannya,” kata Salim, Rabu (14/01/2026).
Adapun nilai pinjaman yang diajukan masing-masing sebesar Rp50 juta, Rp150 juta, Rp150 juta, dan Rp100 juta. Usaha yang diajukan berasal dari sektor makanan dan minuman, sembako, serta produk kesehatan.
Salim menjelaskan, salah satu keunggulan program dana bergulir ini adalah skema pinjaman yang ringan dan terjangkau.
Pelaku usaha dapat mengakses pinjaman hingga Rp150 juta dengan suku bunga tetap (flat) sebesar 4 persen per tahun dan jangka waktu pelunasan maksimal lima tahun.
“Ini jauh lebih ringan dibandingkan bunga pinjaman konvensional lainnya. Harapannya pelaku usaha tidak terbebani, justru bisa terbantu dalam mengembangkan usahanya,” jelasnya.
Program ini berlaku bagi pelaku usaha mikro maupun koperasi. Dari sisi jaminan, Pemko Batam juga telah menyesuaikan mekanisme dengan perkembangan teknologi.
Selain sertifikat tanah dan bangunan konvensional, jaminan pinjaman kini dapat menggunakan sertifikat elektronik.
“Dengan adanya sertifikat elektronik, proses menjadi lebih efisien dan tetap aman dari sisi hukum. Ini juga sejalan dengan digitalisasi layanan pemerintah,” imbuh Salim.
Untuk menjaga agar dana bergulir tetap berputar dan mencegah kredit macet, Dinas KUKM Batam rutin memberikan pelatihan serta bimbingan teknis kepada penerima pinjaman, khususnya terkait manajemen usaha dan pengelolaan keuangan.
“Kami ingin dana ini benar-benar dimanfaatkan secara optimal dan usaha penerima bisa berkembang,” katanya.
Program dana bergulir ini diharapkan menjadi instrumen strategis Pemko Batam dalam memperkuat ketahanan ekonomi mikro dan memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha kecil mulai awal tahun 2026. (*)


